Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Apakah Perdagangan Futures Halal? Apa Kata Para Cendekiawan Islam Sebenarnya
Jika Anda seorang trader Muslim, Anda mungkin telah mendengar perdebatan: Apakah perdagangan berjangka diizinkan dalam Islam atau tidak? Jawabannya tidak sehitam-putih yang terlihat.
Argumen Utama Menentang Futures (Haram Camp)
Sebagian besar ulama Islam menolak kontrak berjangka konvensional karena empat alasan utama:
Gharar (Ketidakpastian yang Berlebihan) – Anda memperdagangkan kontrak untuk aset yang belum Anda miliki. Islam secara eksplisit melarang ini (Hadis Tirmidhi: “Jangan menjual apa yang tidak ada pada Anda”). Prinsip ini telah ada selama lebih dari 1.400 tahun dengan alasan yang baik.
Riba (Bunga) adalah Terintegrasi – Futures menggunakan leverage dan margin, yang berarti biaya semalam dan pinjaman berbasis bunga. Bentuk riba apapun adalah larangan keras dalam keuangan Islam.
Ini Terlihat Seperti Perjudian (Maisir) – Anda bertaruh pada pergerakan harga tanpa penggunaan nyata dari aset yang mendasarinya. Itu adalah spekulasi, sederhana dan jelas, dan Islam memperlakukannya sama seperti permainan kebetulan.
Kedua Sisi Tertunda – Syariah mengharuskan setidaknya satu pihak untuk membayar atau mengirimkan segera. Kontrak berjangka menunda segalanya, menjadikannya tidak valid menurut hukum kontrak Islam.
Posisi Minoritas: Mungkin Halal Dalam Kondisi Ketat?
Beberapa ekonom Islam modern berargumen kontrak forward tertentu bisa berfungsi jika:
Ini akan terlihat lebih seperti kontrak salam Islam tradisional (perjanjian pembelian di muka), bukan futures Wall Street.
Apa yang Dikatakan Otoritas Islam Utama
AAOIFI ( badan regulasi keuangan Islam resmi) – Melarang futures konvensional
Darul Uloom Deoband & ulama Islam tradisional – Umumnya memutuskan itu haram
Ekonom Islam Modern – Beberapa sedang mengeksplorasi struktur derivatif yang sesuai dengan syariah, tetapi mereka tidak mendukung futures konvensional.
Kesimpulan
Konsensus yang luar biasa? Futures konvensional = haram karena gharar, riba, dan maisir. Anda tidak akan menemukan dukungan dari pemikiran Islam yang terhormat untuk itu.
Jika Anda ingin tetap halal saat berinvestasi, tetaplah pada:
Pasar keuangan halal tumbuh dengan cepat—banyak opsi tanpa mengorbankan prinsip Anda.