SOKODATA EDUCATION
KELAS 8 — ORDER FLOW
TEORI
$BTC
MARI MENGINGAT KEMBALI DARI MANA KITA BERASAL
Sebelum memulai Kelas 8, mari melihat kembali secara singkat.
Kita memulai dengan Leverage, mempelajari bagaimana leverage meningkatkan eksposur terhadap pasar.
Kemudian kita beralih ke Likuiditas, saat kita mulai memahami mengapa pasar membutuhkan pembeli dan penjual agar dapat bertransaksi, serta mengapa likuiditas dapat memengaruhi pergerakan harga.
Setelah itu, kita mempelajari Support & Resistance — mengidentifikasi area tempat harga berulang kali bereaksi.
Dengan Struktur Pasar, kita mulai membaca titik tertinggi, titik terendah, dan bagaimana harga membentuk pergerakan.
Kemudian kita beralih ke Breakout, saat kita melihat apa yang terjadi ketika harga bergerak melewati level penting.
Dengan Volatilitas, kita mempelajari bahwa tidak setiap pergerakan harga memiliki ukuran atau intensitas yang sama.
Dan yang terbaru, dengan Volume, kita melihat jumlah aktivitas perdagangan yang berlangsung saat pasar bergerak.
Singkatnya, kita telah menambahkan satu lapisan demi satu lapisan.
Sekarang kita dapat melihat grafik dan melihat harga, struktur, likuiditas, volatilitas, dan volume.
Namun masih ada satu pertanyaan penting:
Sebelum kita melihat harga bergerak pada grafik, apa yang terjadi di dalam pasar?
Siapa yang membeli?
Siapa yang menjual?
Bagaimana order bekerja?
Dan bagaimana likuiditas yang tersedia merespons aktivitas tersebut?
Di situlah Order Flow berperan.
Dan jika istilah ini benar-benar baru bagi Anda, tidak masalah.
Kita akan memulainya dari nol.
---
1. APA ITU ORDER FLOW?
Di pasar, terdapat pembeli dan penjual. Setiap partisipan mungkin memiliki alasan masing-masing untuk memasuki pasar dan dapat menempatkan order berdasarkan harga serta cara mereka ingin order tersebut dieksekusi.
Ketika order dieksekusi, transaksi terjadi.
Order Flow adalah cara kita melihat aliran aktivitas pembelian dan penjualan serta interaksinya dengan likuiditas yang tersedia di pasar.
Jadi, alih-alih hanya melihat sebuah candle dan berkata:
«“Harga bergerak naik.”»
Kita mulai bertanya:
«“Apa yang terjadi antara aktivitas pembelian dan penjualan saat harga bergerak naik?”»
Hal ini memungkinkan kita melihat proses di balik pergerakan tersebut, bukan hanya hasil yang terlihat pada grafik.
---
2. SEBELUM HARGA BERGERAK, ADA ORDER
Bayangkan Bitcoin diperdagangkan pada $100,000.
Ada orang-orang yang ingin membeli pada harga yang berbeda-beda. Ada pula yang ingin menjual. Sebagian sudah memiliki order di pasar, sementara yang lain menunggu harga mencapai area tertentu.
Sekarang, jika aktivitas pembelian mulai mengambil likuiditas jual yang tersedia di dekat harga saat ini, eksekusi dapat berlanjut pada harga yang lebih tinggi.
Sebaliknya, ketika aktivitas penjualan mengambil likuiditas beli yang tersedia, harga dapat bergerak menuju harga yang lebih rendah.
Kita dapat memikirkan prosesnya seperti ini:
Order → Eksekusi → Interaksi Likuiditas → Pergerakan Harga
Inilah mekanisme dasar yang mulai kita kaji melalui Order Flow.
---
3. MARKET ORDER DAN LIMIT ORDER
Agar gambaran ini lebih jelas, ada dua jenis order dasar yang perlu dipahami oleh pemula.
Market Order
Market Order adalah order yang berupaya dieksekusi pada harga pasar yang tersedia.
Secara sederhana:
«“Saya ingin memasuki perdagangan sekarang.”»
Limit Order
Limit Order menentukan harga saat trader bersedia membeli atau menjual.
Sebagai contoh:
«“Saya bersedia membeli Bitcoin jika harga mencapai $99,000.”»
Limit order dapat menunggu hingga pasar mencapai harga tersebut dan order dieksekusi.
Di sinilah hubungan dengan Likuiditas, yang kita pelajari di Kelas 2, mulai menjadi jelas.
---
4. PEMBELIAN AGRESIF & PENJUALAN AGRESIF
Sekarang ada istilah yang akan sering Anda temui dalam Order Flow: agresif.
Di sini, istilah tersebut tidak berarti bahwa seorang trader mengambil keputusan secara emosional. 😄
Istilah ini merujuk pada cara sebuah order mencari eksekusi.
Pembeli yang menginginkan eksekusi segera dapat membeli dari order jual yang tersedia.
Kita dapat menyebutnya sebagai pembelian agresif.
Penjual yang membutuhkan eksekusi segera dapat menjual ke order beli yang tersedia.
Itulah penjualan agresif.
Jadi, ketika melihat Order Flow, kita tidak hanya bertanya apakah terdapat pembeli atau penjual.
Kita juga bertanya:
Siapa yang lebih agresif dalam mencari eksekusi, dan dengan likuiditas apa mereka berinteraksi?
---
5. MENGAPA HARGA TERKADANG BERGERAK CEPAT?
Mari gunakan contoh sederhana.
Bayangkan terdapat likuiditas jual pada:
$100 → $101 → $102
Aktivitas pembelian dimulai pada $100 dan order jual yang tersedia dieksekusi.
Jika pembelian berlanjut, likuiditas pada $101 juga dapat terserap.
Jika likuiditas jual yang tersedia tidak cukup untuk menyerap aktivitas pembelian tersebut, transaksi dapat berlanjut pada harga yang lebih tinggi.
Di sinilah kita menggunakan frasa “mengonsumsi likuiditas”.
Ini tidak berarti bahwa satu order secara fisik mendorong harga ke atas.
Yang terjadi adalah interaksi antara order yang mencari eksekusi dan likuiditas yang tersedia pada berbagai level harga.
Dan itulah sebabnya:
Pembelian agresif ≠ harga pasti naik.
Likuiditas baru dapat masuk ke pasar, penjual dapat meningkatkan aktivitasnya, atau kondisi pasar dapat berubah.
---
6. ORDER FLOW DAN VOLUME
Di sinilah Kelas 7 menjadi penting.
Kita mempelajari bahwa Volume menunjukkan jumlah aktivitas perdagangan yang telah dieksekusi.
Order Flow melangkah lebih jauh dan bertanya:
«“Bagaimana sifat aktivitas tersebut, dan bagaimana harga meresponsnya?”»
Anda mungkin melihat volume tinggi pada sebuah candle.
Hal itu memberi tahu kita bahwa aktivitas sedang tinggi.
Namun masih ada pertanyaan lain:
Seberapa jauh harga bergerak?
Apakah aktivitas tersebut berlanjut?
Atau apakah harga gagal bergerak terlalu jauh?
Apakah terdapat likuiditas yang berlawanan?
Di sinilah perbedaannya mulai terlihat.
Volume memberi tahu kita seberapa banyak aktivitas yang terjadi.
Order Flow membantu kita mengkaji interaksi di dalam aktivitas tersebut.
Keduanya saling berkaitan, tetapi bukan hal yang sama.
---
7. ABSORPSI — AKTIVITAS TINGGI, RESPONS HARGA KECIL
Bayangkan pembeli agresif memasuki pasar dengan aktivitas yang signifikan.
Volume meningkat.
Namun harga tidak bergerak naik sebanyak yang mungkin Anda perkirakan.
Salah satu kemungkinannya adalah likuiditas jual yang berlawanan terus menyerap aktivitas pembelian tersebut.
Inilah yang kita sebut absorpsi.
Secara sederhana:
Terdapat aktivitas yang signifikan, tetapi respons harga kecil.
Hal ini penting karena mengajarkan kita untuk tidak hanya melihat aktivitas.
Terkadang pertanyaan pentingnya bukan seberapa banyak aktivitas yang terjadi, melainkan bagaimana pasar merespons aktivitas tersebut.
---
8. KETIDAKSEIMBANGAN
Sekarang bayangkan aktivitas pembelian dan penjualan tidak tampak seimbang di area tertentu.
Salah satu sisi menjadi lebih agresif, dan interaksinya dengan likuiditas menjadi jauh lebih kuat.
Di sinilah kita membahas ketidakseimbangan.
Ketidakseimbangan adalah situasi ketika aktivitas pembelian dan penjualan tampak tidak seimbang dalam area atau periode tertentu.
Namun, ketidakseimbangan itu sendiri bukan jaminan bahwa harga akan terus bergerak ke arah tersebut.
Aktivitas yang berlawanan dapat masuk.
Likuiditas dapat berubah.
Harga dapat berbalik arah.
Itulah sebabnya kita menganalisis ketidakseimbangan bersama:
Struktur + Likuiditas + Volume + Konteks
---
9. ORDER FLOW, LIKUIDITAS, DAN VOLATILITAS
Kini konsep-konsep yang telah kita pelajari mulai saling terhubung.
Likuiditas membantu kita memahami kedalaman yang tersedia di pasar.
Order Flow membantu kita mengkaji interaksi pembelian dan penjualan.
Volatilitas menunjukkan ukuran dan intensitas pergerakan harga.
Bayangkan pasar sebelumnya relatif tenang.
Kemudian aktivitas pembelian meningkat, likuiditas jual yang tersedia mulai dikonsumsi dengan cepat, dan harga mulai mengalami pergerakan yang lebih besar.
Di sini kita dapat melihat bagaimana konsep-konsep tersebut saling berkaitan.
Namun, ini bukan sebuah rumus.
Likuiditas rendah tidak secara otomatis berarti volatilitas tinggi.
Volume tinggi tidak secara otomatis berarti pergerakan harga yang kuat.
Konteks tetap menjadi hal yang memberikan makna pada semua informasi ini.
---
10. ORDER FLOW DAN BREAKOUT
Mari kembali ke Kelas 5.
Harga telah diperdagangkan di bawah resistance selama beberapa waktu, lalu menembus ke atasnya.
Dari grafik, kita dapat berkata:
«“Breakout telah terjadi.”»
Order Flow membuat kita menambahkan pertanyaan lain:
«“Apa yang terjadi ketika harga menembusnya?”»
Apakah aktivitas pembelian bersifat agresif?
Apakah likuiditas jual di sekitar area tersebut terserap?
Apakah pembelian berlanjut setelah breakout?
Atau apakah harga hanya menembus sebentar lalu kembali bergerak di bawah level tersebut?
Order Flow tidak mengubah definisi breakout.
Order Flow hanya menambahkan lapisan informasi lain pada pergerakan yang sudah kita lihat.
---
11. ORDER FLOW DAN STRUKTUR PASAR
Di Kelas 4, kita mempelajari cara membaca titik tertinggi dan titik terendah.
Jika kita melihat:
Titik Tertinggi Lebih Tinggi → Titik Terendah Lebih Tinggi → Titik Tertinggi Lebih Tinggi
kita dapat mengidentifikasi struktur naik.
Kini Order Flow menambahkan pertanyaan lain:
«“Aktivitas seperti apa yang berlangsung saat struktur ini terbentuk?”»
Ketika harga membentuk titik tertinggi baru, kita dapat mengkaji aktivitas pembelian.
Ketika harga mengalami pullback, kita dapat mengkaji aktivitas penjualan.
Dan jika aktivitas penjualan terlihat tetapi harga gagal bergerak jauh lebih rendah, itu juga merupakan informasi.
Order Flow tidak mengubah struktur.
Order Flow membantu kita mengkaji apa yang terjadi di dalam pergerakan tersebut.
---
12. ORDER FLOW BUKAN JENDELA AJAIB
Ada satu hal penting yang perlu kita jelaskan.
Order Flow tidak berarti bahwa Anda dapat melihat setiap order dari setiap partisipan pasar.
Pasar yang berbeda memiliki struktur yang berbeda, data yang tersedia dapat bervariasi, dan alat Order Flow memiliki keterbatasannya masing-masing.
Jadi, jika Anda mendengar seseorang berkata:
«“Order Flow memberi tahu Anda secara tepat apa yang akan dilakukan harga selanjutnya.”»
Berhati-hatilah.
Order Flow dapat memberikan informasi tentang:
- Pembelian
- Penjualan
- Eksekusi
- Interaksi likuiditas
Namun, Order Flow bukan jaminan tentang masa depan.
Di SokoData, kami ingin memahami apa yang sebenarnya disampaikan oleh data — bukan memaksa data untuk mengatakan sesuatu yang tidak pernah disampaikannya.
---
13. ALAT ORDER FLOW
Setelah memahami konsepnya, alat-alat tersebut mulai lebih masuk akal.
Anda mungkin akan menemukan:
- Footprint Charts
- Bid & Ask
- Delta
- Cumulative Volume Delta (CVD)
- DOM / Order Book
Ini adalah beberapa alat dan data yang dapat digunakan untuk mengkaji Order Flow secara lebih mendalam.
Namun, kita tidak ingin memulai dengan layar penuh angka tanpa memahami apa yang sebenarnya terjadi.
Pertama, pahami mekanisme pasar.
Kemudian alat-alat tersebut menjadi jauh lebih mudah dipahami.
---
14. CARA SOKODATA — LIHAT APA YANG ADA DI BALIK PERGERAKAN
Di sinilah kita mengakhiri pelajaran ini.
Kita memulai perjalanan ini dengan melihat harga.
Kemudian kita menambahkan lapisan-lapisan lain:
Likuiditas. Struktur. Breakout. Volatilitas. Volume.
Kini Order Flow membawa kita selangkah lebih jauh.
Ketika melihat harga bergerak naik, kita tidak ingin berhenti pada:
«“Harga bergerak naik.”»
Kita ingin bertanya:
«“Apa yang terjadi antara pembeli, penjual, dan likuiditas saat pergerakan tersebut berlangsung?”»
Karena candle adalah apa yang kita lihat.
Namun di balik candle tersebut, terdapat:
Order, eksekusi, pembelian, penjualan, dan interaksi likuiditas.
Kita tidak mempelajari Order Flow untuk memprediksi setiap pergerakan.
Kita mempelajarinya untuk memahami proses di balik pergerakan tersebut.
Itulah perbedaan antara mengamati harga dan memahami pasar.
SOKODATA EDUCATION
Pelajari pasar. Pahami pergerakannya.
#GateLaunchesJapaneseStockTrading