Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Belakangan ini saya kembali mempelajari perdagangan harmonik, dan saya menemukan bahwa pola kelelawar bearish ini memang cukup menarik. Banyak orang mungkin kurang akrab dengan pola ini, tetapi begitu dikuasai, pola ini dapat memberikan rasio risiko-imbalan yang cukup baik dalam trading nyata.
Pertama, mari kita bahas logika inti dari pola kelelawar bearish. Pola ini terdiri dari empat kaki, yaitu XA, AB, BC, dan CD. Yang paling penting adalah posisi akhir dari titik B dan D—ini langsung menentukan apakah pola ini valid. Titik B harus berakhir pada retracement 38% atau 50% dari kaki XA; jika melebihi rentang ini, pola bisa berubah menjadi pola lain.
Dalam trading pola ini, saya biasanya melakukan seperti ini. Pertama, menggunakan alat identifikasi pola atau mata sendiri untuk mencari struktur pola kelelawar bearish potensial di grafik. Setelah memastikan pola terbentuk, saya menempatkan order jual limit di retracement 88% dari kaki XA. Untuk stop loss, saya tempatkan di atas titik tertinggi pergerakan X, sehingga risiko relatif lebih terkendali.
Untuk keluar dari posisi, saya cenderung menggunakan tiga target untuk mengelola posisi. Target pertama diambil di titik tertinggi pergerakan B, target kedua di titik terendah pergerakan C, dan target terakhir di titik terendah pergerakan A. Dengan cara ini, meskipun salah satu target tidak tercapai, kita tetap bisa mengamankan profit di posisi sebelumnya.
Saya pernah melihat sebuah kasus klasik dari GBP terhadap CAD, di mana pergerakan kaki XA cukup impulsif dan momentum bearish sangat kuat. Kemudian, kaki AB melakukan retracement ke 53% (sedikit di atas ideal 50% tetapi masih dalam batas wajar), kaki BC sedikit menurun, lalu kaki CD mulai naik. Saat itulah sinyal untuk masuk posisi muncul. Akhirnya, titik D berakhir di sekitar 88% dari kaki XA, membentuk pola kelelawar bearish yang sangat jelas.
Ada satu detail yang patut diperhatikan: setelah masuk posisi, harga memang terus naik, tetapi karena stop loss saya ditempatkan di atas titik tertinggi X, posisi tersebut tidak terkena stop loss. Selain itu, candle terakhir dari kaki CD membentuk pola pin bar, yang semakin mengonfirmasi kemungkinan pembalikan bearish.
Kemudian, harga benar-benar mulai turun, target pertama tercapai, ada sedikit koreksi, lalu harga terus turun lagi. Target kedua juga tersentuh. Meskipun kemudian harga berbalik dan akhirnya menyentuh stop loss, keseluruhan trading tetap menghasilkan keuntungan.
Intinya, kelelawar bearish layak dipelajari karena rasio risiko-imbalan yang paling optimal di antara pola harmonik. Hal ini karena konfirmasi pola membutuhkan retracement yang cukup dalam, sehingga kita bisa menempatkan stop loss yang relatif dekat di sekitar titik X, membuat rasio risiko-imbalan trading ini cukup menarik. Jika Anda belum mempelajari pola ini secara sistematis, sebaiknya luangkan waktu untuk mempelajarinya.