Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Fasilitas LNG Qatar diserang, kontrak pasokan jangka panjang Korea dan negara lain mungkin terdampak
Kantor utama fasilitas LNG (gas alam cair) Qatar diserang, yang berpotensi menyebabkan ketidaksesuaian dalam kontrak pasokan jangka panjang dengan beberapa negara termasuk Korea Selatan. Perusahaan energi milik negara Qatar, Qatar Energy, menyatakan bahwa kemungkinan akan mengumumkan status force majeure terpanjang selama lima tahun.
CEO Qatar Energy, Saad Al-Kaabi, mengatakan bahwa serangan ini mengurangi kapasitas ekspor LNG sebesar 17%, dan diperkirakan membutuhkan waktu 3 hingga 5 tahun untuk pemulihan. Qatar sebelumnya menjalankan kontrak pasokan jangka panjang dengan Korea Selatan serta China, Italia, dan Belgia, tetapi kejadian ini berpotensi menyulitkan pelaksanaan kontrak tersebut. Klausul “force majeure” biasanya digunakan saat terjadi bencana alam atau perang yang tidak terduga untuk membebaskan kewajiban kontrak.
Latar belakang kejadian ini juga termasuk: baru-baru ini, blokade Selat Hormuz oleh Iran akibat serangan udara dari AS dan Israel menimbulkan kekhawatiran harga LNG bisa melonjak secara signifikan. Selat Hormuz adalah jalur utama ekspor minyak dan gas alam dari Timur Tengah, dan jika disekat, dapat berdampak besar pada pasar energi internasional.
Sebagai langkah menghadapi situasi saat ini, banyak negara sedang meninjau kembali rantai pasokan energi dan mencari solusi untuk meningkatkan stabilitasnya. Terutama Korea Selatan yang tengah fokus merancang langkah-langkah untuk memastikan pasokan dan permintaan energi tetap stabil.
Mengingat potensi ketidakstabilan jangka panjang di pasar energi akibat situasi internasional, negara-negara kemungkinan perlu lebih keras lagi dalam mendorong diversifikasi jalur pasokan dan memastikan akses sumber daya energi yang stabil.