#TheWorldEconomicForum


Per 24 Januari 2026, Pertemuan Tahunan ke-56 dari Forum Ekonomi Dunia (WEF) di Davos, Swiss, yang dikenal secara luas sebagai Davos, telah menarik perhatian global saat para pemimpin dunia, CEO, pembuat kebijakan, dan tokoh masyarakat sipil berdebat tentang bagaimana menavigasi salah satu latar belakang geopolitik dan ekonomi paling kompleks dalam sejarah baru-baru ini. Dengan tema resmi “Semangat Dialog,” hampir 3.000 peserta dari lebih dari 130 negara, termasuk sekitar 65 kepala negara dan pemerintahan, mayoritas pemimpin G7, dan ratusan eksekutif top, berkumpul dari 19–23 Januari untuk berbagi wawasan, bernegosiasi tentang kerjasama, dan mencari konsensus tentang isu global yang mendesak.
Forum tahun ini ditandai dengan diskusi intens tentang ketegangan geopolitik, gangguan perdagangan, dan perubahan yang didorong teknologi. Salah satu fokus utama adalah dampak dari ketegangan perdagangan yang meningkat antara AS–Eropa terkait Greenland—sebuah isu yang sempat mendorong pasar global menuju perilaku risiko-tinggi sebelum kepemimpinan AS membatalkan ancaman tarif. Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde, Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva, dan Direktur Jenderal WTO Ngozi Okonjo-Iweala mencatat bahwa meskipun ada gesekan ini, ekonomi global menunjukkan ketahanan yang tidak terduga, meskipun tingkat utang, ketidaksetaraan, dan kebijakan perdagangan yang terfragmentasi terus menjadi tantangan serius jangka panjang.
Tema utama di Forum tahun ini adalah dampak dari kemajuan teknologi yang pesat, terutama kecerdasan buatan. Pemimpin IMF menggambarkan gangguan AI sebagai seperti “tsunami” yang akan membentuk ulang pasar tenaga kerja, dengan pekerja muda dan pekerjaan kelas menengah sebagai yang paling rentan jika pemerintah dan bisnis gagal mengelola transisi secara efektif. Panelis memperingatkan bahwa meskipun AI meningkatkan produktivitas dan menciptakan peluang, AI juga berisiko memperdalam ketidaksetaraan dan membutuhkan respons kebijakan yang cepat dan terkoordinasi. Pemimpin dari industri dan keuangan mendukung inovasi bersama kerangka etika dan regulasi untuk memastikan manfaat yang adil dari teknologi yang muncul, mendesak investasi dalam sumber daya manusia dan keterampilan untuk mempersiapkan tenaga kerja di seluruh dunia.
Forum ini juga menampilkan inisiatif kolaborasi dan keterlibatan regional, dengan pengumuman seperti Pertemuan Kolaborasi dan Pertumbuhan Global Forum Ekonomi Dunia yang dijadwalkan pada 22–23 April 2026 di Jeddah, Arab Saudi, yang bertujuan membangun momentum dari Davos dan mendorong kerjasama berkelanjutan atas tantangan bersama. Di sekitar sesi utama, delegasi mengeksplorasi topik mulai dari strategi investasi energi bersih dan tata kelola AI hingga kekhawatiran keamanan siber global dan rantai pasok yang tangguh, mencerminkan penekanan WEF pada solusi multi-stakeholder yang menyeimbangkan guncangan jangka pendek dengan tujuan global jangka panjang.
Selain debat makroekonomi dan teknologi, Forum ini menyediakan platform bagi suara nasional untuk meningkatkan visi strategis mereka. Pemimpin seperti Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyampaikan pidato utama, sementara ekonomi berkembang seperti India dan Nigeria menggunakan panggung untuk menegaskan strategi pertumbuhan, keamanan pertanian, dan reformasi struktural yang bertujuan mengintegrasikan lebih dalam dengan ekonomi global. Kemitraan subnasional dan lokal juga muncul, dengan Assam mengumumkan rencana untuk Pusat Keunggulan bekerja sama dengan WEF, yang menargetkan inovasi dan pengembangan untuk menghubungkan wilayah tersebut lebih dekat dengan praktik terbaik global.
Kritikus acara Davos dari kelompok masyarakat sipil hingga analis independen mencatat bahwa meskipun diskusi yang kaya terjadi di puncak acara, menerjemahkan dialog tingkat tinggi menjadi tindakan nyata yang memberikan hasil yang adil bagi populasi yang rentan tetap menjadi ujian utama relevansi Forum. Meski demikian, pertemuan 2026 menegaskan kembali peran WEF sebagai salah satu platform global paling berpengaruh untuk kerjasama publik-swasta dalam prioritas ekonomi, sosial, dan lingkungan yang dibagikan.
Secara ringkas, #TheWorldEconomicForum 2026 telah berlangsung sebagai persimpangan dinamis kekuasaan, kebijakan, dan kemungkinan di mana pemimpin dunia menghadapi volatilitas ekonomi, transformasi teknologi, dan fragmentasi geopolitik, semuanya sambil mencari jalur kolaboratif ke depan yang dapat membentuk kemakmuran dan ketahanan global di tahun-tahun mendatang.
Lihat Asli
post-image
post-image
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • 2
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
CryptoChampionvip
· 2jam yang lalu
HODL Kuat 💪
Lihat AsliBalas0
CryptoChampionvip
· 2jam yang lalu
HODL Kuat 💪
Lihat AsliBalas0
  • Sematkan

Perdagangkan Kripto Di Mana Saja Kapan Saja
qrCode
Pindai untuk mengunduh aplikasi Gate
Komunitas
Bahasa Indonesia
  • 简体中文
  • English
  • Tiếng Việt
  • 繁體中文
  • Español
  • Русский
  • Français (Afrique)
  • Português (Portugal)
  • Bahasa Indonesia
  • 日本語
  • بالعربية
  • Українська
  • Português (Brasil)