$ORCL
EKSPANSI AI ORACLE MENDORONG DEBAT PASAR BARU
Oracle telah menjadi salah satu perusahaan yang paling diawasi ketat dalam persaingan infrastruktur AI, tetapi perhatian terbaru justru datang dari pasar kredit, bukan pasar saham. Credit Default Swap (CDS) perusahaan untuk lima tahun terakhir telah naik menjadi sekitar 200 basis poin, melewati rekor pascakrisis sebelumnya sekitar 198 basis poin yang tercatat lebih awal pada 2026. Pada level ini, mengasuransikan utang Oracle senilai $10 juta menelan biaya kira-kira $200.000 per tahun. Sebagai perbandingan, indeks CDS investasi-grade yang lebih luas diperdagangkan mendekati 53 bps, sementara NVIDIA sekitar 78 bps dan Meta sekitar 93 bps. Perbedaan ini menyoroti bagaimana investor memberi harga risiko pembiayaan Oracle secara berbeda dibanding banyak rekan industri teknologi besarnya.
INVESTASI AI SKALA BESAR SEDANG MENGUBAH NERACA
Pendorong utama perubahan ini adalah investasi agresif Oracle pada infrastruktur AI. Belanja modal telah meningkat dari $6,9 miliar pada fiskal 2024 menjadi kira-kira $55,66 miliar pada fiskal 2026, yang berarti kenaikan delapan kali lipat dalam dua tahun.
Secara operasional, perusahaan terus melaporkan pertumbuhan yang kuat. Pendapatan kuartal keempat FY2026 mencapai $19,2 miliar, naik 21% year over year. Pendapatan Cloud Infrastructure naik 93% menjadi $5,8 miliar, sementara Remaining Performance Obligations (RPO) melebar ke kira-kira $638 miliar, naik 363% dari tahun sebelumnya. Pendapatan sepanjang tahun mencapai $67,4 miliar, dengan laba bersih GAAP $17,1 miliar, menunjukkan bisnis cloud AI Oracle terus berkembang pesat.
PENDAPATAN KUAT, TAPI PENILAIAN PASAR MASIH TERTEKAN
Meski kinerja operasi impresif, harga saham Oracle kesulitan.
ORCL ditutup mendekati $129,87 pada 30 Juli 2026, sekitar 60% di bawah titik tertinggi sepanjang masa $324,63 yang dicapai pada September 2025. Saat ini, perusahaan memiliki kapitalisasi pasar mendekati $374 miliar, sementara nilai perusahaan (enterprise value) berdiri di sekitar $503 miliar, yang mencerminkan pinjaman mendekati $130 miliar dan total liabilitas sekitar $218,7 miliar.
Kontras antara pertumbuhan bisnis dan kehati-hatian investor ini menjadi salah satu tema penentu yang menyelimuti Oracle sepanjang 2026.
PERINGKAT KREDIT MASUK KE SOROTAN
Perkembangan penting lainnya terjadi pada 9 Juli 2026, ketika S&P Global Ratings menurunkan peringkat penerbit jangka panjang Oracle dari BBB menjadi BBB-.
Badan tersebut menyebut program investasi infrastruktur AI perusahaan yang terus berkembang, dan memperkirakan belanja modal fiskal 2027 bisa meningkat menjadi kira-kira $90-$95 miliar, melampaui estimasi sebelumnya yang mendekati $60 miliar. S&P juga memperkirakan defisit arus kas bebas operasi (free operating cash flow deficit) sekitar $42 miliar, sembari mengharapkan leverage yang disesuaikan tetap di atas 4x selama dua tahun ke depan.
Laporan itu juga menyoroti konsentrasi pelanggan sebagai area yang terus dipantau investor, dengan mencatat bahwa sebagian besar dari RPO Oracle yang dilaporkan senilai $638 miliar terkait dengan komitmen yang berhubungan dengan OpenAI.
BELANJA AI MEMPERCEPAT DI SELURUH INDUSTRI
Oracle bukan satu-satunya yang meningkatkan investasi.
Lima perusahaan cloud dan AI terbesar di AS diperkirakan akan membelanjakan kira-kira $660-$690 miliar untuk belanja modal selama 2026.
Panduan saat ini mencakup:
Amazon: sekitar $200 miliar
Alphabet: kira-kira $195-$205 miliar
Microsoft: sekitar $120 miliar
Meta: kira-kira $115-$135 miliar
Oracle: kira-kira $50 miliar
Meski Oracle berada di belakang para pesaing yang belanja lebih besar dari sisi nominal, investasinya merepresentasikan komitmen yang jauh lebih besar relatif terhadap ukuran neraca.
MEMBIAYAI FASE BERIKUTNYA DARI PERTUMBUHAN
Oracle melaporkan arus kas bebas non-GAAP (non-GAAP free cash flow) negatif sebesar $23,7 miliar selama fiskal 2026, sambil terus membiayai ekspansi melalui pasar modal.
Pada awal 2026, perusahaan menerbitkan kira-kira $15 miliar dalam senior unsecured notes. Rencana juga telah diumumkan untuk penawaran ekuitas at-the-market potensial sebesar $20 miliar, yang dapat menyediakan pendanaan tambahan sekaligus meningkatkan jumlah saham beredar.
Keputusan pembiayaan ini tetap menjadi topik sentral bagi investor ekuitas dan kredit.
POSITIONING INVESTOR TERUS BERKEMBANG
Pelaku pasar tengah menilai prospek jangka panjang Oracle secara aktif.
Investor Michael Burry mempertahankan posisi bearish pada Oracle sepanjang 2026 melalui opsi put, meski laporan mengindikasikan ia mengurangi sebagian eksposurnya setelah posisi tersebut menjadi menguntungkan, sambil tetap memegang kontrak yang tersisa.
Sementara itu, aktivitas trading institusional berkembang secara signifikan. JPMorgan memperkenalkan CDS basket yang mencakup Alphabet, Amazon, Meta, Microsoft, dan Oracle, memungkinkan investor mengelola eksposur kredit teknologi secara lebih efisien.
Menurut data DTCC, trading CDS terkait teknologi mencapai kira-kira $650 juta pada kuartal kedua, meningkat 20% secara kuartal ke kuartal dan hampir 600% year over year. Oracle telah menjadi salah satu kontrak CDS investasi-grade single-name yang paling aktif diperdagangkan, dengan volume trading mingguan mencapai kira-kira $830 juta.
MENGAPA BEBERAPA INVESTOR TETAP OPTIMIS
Meski ada kekhawatiran kredit, Oracle terus melaporkan sejumlah tren bisnis yang menggembirakan.
RPO senilai $638 miliar memberikan visibilitas pendapatan jangka panjang yang besar, sementara sekitar $75 miliar dari backlog tersebut terkait dengan GPU yang disuplai pelanggan, sehingga mengurangi sebagian beban infrastruktur Oracle sendiri.
Pendapatan database multi-cloud tumbuh 531% year over year, dengan layanan Oracle kini tersedia di 33 wilayah Microsoft Azure, 14 wilayah Google Cloud, dan 22 wilayah AWS.
Pendapatan Cloud Infrastructure terus tumbuh dengan cepat, mengisyaratkan investasi AI perusahaan sudah menghasilkan permintaan komersial yang berarti.
Analis pasar saat ini mempertahankan rata-rata target harga mendekati $248, dengan metrik valuasi ke depan termasuk P/E 15,8 dan rasio PEG 0,72. Proyeksi fiskal 2027 memperkirakan pendapatan sekitar $128,6 miliar, setara pertumbuhan tahunan sekitar 43%, sementara laba per saham bisa mendekati $11,01.
Kisah Oracle saat ini bukan lagi sekadar tentang komputasi awan atau kecerdasan buatan. Ini telah berubah menjadi pembahasan yang lebih luas tentang menyeimbangkan ekspansi cepat dengan disiplin finansial.
Kinerja operasional tetap kuat, permintaan cloud terus melaju, dan pipa pendapatan jangka panjang sangat besar. Pada saat yang sama, level utang yang tinggi, belanja modal yang lebih besar, ekspektasi leverage, serta meningkatnya perhatian dari pasar kredit menjadi faktor penting yang terus dipantau investor.
Kenaikan CDS Oracle menuju 200 basis poin seharusnya tidak dilihat sebagai prediksi gagal bayar. Sebaliknya, itu mencerminkan bagaimana pasar kredit secara berkelanjutan menilai ulang risiko dan peluang yang terkait dengan salah satu strategi infrastruktur AI paling ambisius di sektor teknologi.
#Oracle
@Gate_Square
@Gate Launch
EKSPANSI AI ORACLE MENDORONG DEBAT PASAR BARU
Oracle telah menjadi salah satu perusahaan yang paling diawasi ketat dalam persaingan infrastruktur AI, tetapi perhatian terbaru justru datang dari pasar kredit, bukan pasar saham. Credit Default Swap (CDS) perusahaan untuk lima tahun terakhir telah naik menjadi sekitar 200 basis poin, melewati rekor pascakrisis sebelumnya sekitar 198 basis poin yang tercatat lebih awal pada 2026. Pada level ini, mengasuransikan utang Oracle senilai $10 juta menelan biaya kira-kira $200.000 per tahun. Sebagai perbandingan, indeks CDS investasi-grade yang lebih luas diperdagangkan mendekati 53 bps, sementara NVIDIA sekitar 78 bps dan Meta sekitar 93 bps. Perbedaan ini menyoroti bagaimana investor memberi harga risiko pembiayaan Oracle secara berbeda dibanding banyak rekan industri teknologi besarnya.
INVESTASI AI SKALA BESAR SEDANG MENGUBAH NERACA
Pendorong utama perubahan ini adalah investasi agresif Oracle pada infrastruktur AI. Belanja modal telah meningkat dari $6,9 miliar pada fiskal 2024 menjadi kira-kira $55,66 miliar pada fiskal 2026, yang berarti kenaikan delapan kali lipat dalam dua tahun.
Secara operasional, perusahaan terus melaporkan pertumbuhan yang kuat. Pendapatan kuartal keempat FY2026 mencapai $19,2 miliar, naik 21% year over year. Pendapatan Cloud Infrastructure naik 93% menjadi $5,8 miliar, sementara Remaining Performance Obligations (RPO) melebar ke kira-kira $638 miliar, naik 363% dari tahun sebelumnya. Pendapatan sepanjang tahun mencapai $67,4 miliar, dengan laba bersih GAAP $17,1 miliar, menunjukkan bisnis cloud AI Oracle terus berkembang pesat.
PENDAPATAN KUAT, TAPI PENILAIAN PASAR MASIH TERTEKAN
Meski kinerja operasi impresif, harga saham Oracle kesulitan.
ORCL ditutup mendekati $129,87 pada 30 Juli 2026, sekitar 60% di bawah titik tertinggi sepanjang masa $324,63 yang dicapai pada September 2025. Saat ini, perusahaan memiliki kapitalisasi pasar mendekati $374 miliar, sementara nilai perusahaan (enterprise value) berdiri di sekitar $503 miliar, yang mencerminkan pinjaman mendekati $130 miliar dan total liabilitas sekitar $218,7 miliar.
Kontras antara pertumbuhan bisnis dan kehati-hatian investor ini menjadi salah satu tema penentu yang menyelimuti Oracle sepanjang 2026.
PERINGKAT KREDIT MASUK KE SOROTAN
Perkembangan penting lainnya terjadi pada 9 Juli 2026, ketika S&P Global Ratings menurunkan peringkat penerbit jangka panjang Oracle dari BBB menjadi BBB-.
Badan tersebut menyebut program investasi infrastruktur AI perusahaan yang terus berkembang, dan memperkirakan belanja modal fiskal 2027 bisa meningkat menjadi kira-kira $90-$95 miliar, melampaui estimasi sebelumnya yang mendekati $60 miliar. S&P juga memperkirakan defisit arus kas bebas operasi (free operating cash flow deficit) sekitar $42 miliar, sembari mengharapkan leverage yang disesuaikan tetap di atas 4x selama dua tahun ke depan.
Laporan itu juga menyoroti konsentrasi pelanggan sebagai area yang terus dipantau investor, dengan mencatat bahwa sebagian besar dari RPO Oracle yang dilaporkan senilai $638 miliar terkait dengan komitmen yang berhubungan dengan OpenAI.
BELANJA AI MEMPERCEPAT DI SELURUH INDUSTRI
Oracle bukan satu-satunya yang meningkatkan investasi.
Lima perusahaan cloud dan AI terbesar di AS diperkirakan akan membelanjakan kira-kira $660-$690 miliar untuk belanja modal selama 2026.
Panduan saat ini mencakup:
Amazon: sekitar $200 miliar
Alphabet: kira-kira $195-$205 miliar
Microsoft: sekitar $120 miliar
Meta: kira-kira $115-$135 miliar
Oracle: kira-kira $50 miliar
Meski Oracle berada di belakang para pesaing yang belanja lebih besar dari sisi nominal, investasinya merepresentasikan komitmen yang jauh lebih besar relatif terhadap ukuran neraca.
MEMBIAYAI FASE BERIKUTNYA DARI PERTUMBUHAN
Oracle melaporkan arus kas bebas non-GAAP (non-GAAP free cash flow) negatif sebesar $23,7 miliar selama fiskal 2026, sambil terus membiayai ekspansi melalui pasar modal.
Pada awal 2026, perusahaan menerbitkan kira-kira $15 miliar dalam senior unsecured notes. Rencana juga telah diumumkan untuk penawaran ekuitas at-the-market potensial sebesar $20 miliar, yang dapat menyediakan pendanaan tambahan sekaligus meningkatkan jumlah saham beredar.
Keputusan pembiayaan ini tetap menjadi topik sentral bagi investor ekuitas dan kredit.
POSITIONING INVESTOR TERUS BERKEMBANG
Pelaku pasar tengah menilai prospek jangka panjang Oracle secara aktif.
Investor Michael Burry mempertahankan posisi bearish pada Oracle sepanjang 2026 melalui opsi put, meski laporan mengindikasikan ia mengurangi sebagian eksposurnya setelah posisi tersebut menjadi menguntungkan, sambil tetap memegang kontrak yang tersisa.
Sementara itu, aktivitas trading institusional berkembang secara signifikan. JPMorgan memperkenalkan CDS basket yang mencakup Alphabet, Amazon, Meta, Microsoft, dan Oracle, memungkinkan investor mengelola eksposur kredit teknologi secara lebih efisien.
Menurut data DTCC, trading CDS terkait teknologi mencapai kira-kira $650 juta pada kuartal kedua, meningkat 20% secara kuartal ke kuartal dan hampir 600% year over year. Oracle telah menjadi salah satu kontrak CDS investasi-grade single-name yang paling aktif diperdagangkan, dengan volume trading mingguan mencapai kira-kira $830 juta.
MENGAPA BEBERAPA INVESTOR TETAP OPTIMIS
Meski ada kekhawatiran kredit, Oracle terus melaporkan sejumlah tren bisnis yang menggembirakan.
RPO senilai $638 miliar memberikan visibilitas pendapatan jangka panjang yang besar, sementara sekitar $75 miliar dari backlog tersebut terkait dengan GPU yang disuplai pelanggan, sehingga mengurangi sebagian beban infrastruktur Oracle sendiri.
Pendapatan database multi-cloud tumbuh 531% year over year, dengan layanan Oracle kini tersedia di 33 wilayah Microsoft Azure, 14 wilayah Google Cloud, dan 22 wilayah AWS.
Pendapatan Cloud Infrastructure terus tumbuh dengan cepat, mengisyaratkan investasi AI perusahaan sudah menghasilkan permintaan komersial yang berarti.
Analis pasar saat ini mempertahankan rata-rata target harga mendekati $248, dengan metrik valuasi ke depan termasuk P/E 15,8 dan rasio PEG 0,72. Proyeksi fiskal 2027 memperkirakan pendapatan sekitar $128,6 miliar, setara pertumbuhan tahunan sekitar 43%, sementara laba per saham bisa mendekati $11,01.
Kisah Oracle saat ini bukan lagi sekadar tentang komputasi awan atau kecerdasan buatan. Ini telah berubah menjadi pembahasan yang lebih luas tentang menyeimbangkan ekspansi cepat dengan disiplin finansial.
Kinerja operasional tetap kuat, permintaan cloud terus melaju, dan pipa pendapatan jangka panjang sangat besar. Pada saat yang sama, level utang yang tinggi, belanja modal yang lebih besar, ekspektasi leverage, serta meningkatnya perhatian dari pasar kredit menjadi faktor penting yang terus dipantau investor.
Kenaikan CDS Oracle menuju 200 basis poin seharusnya tidak dilihat sebagai prediksi gagal bayar. Sebaliknya, itu mencerminkan bagaimana pasar kredit secara berkelanjutan menilai ulang risiko dan peluang yang terkait dengan salah satu strategi infrastruktur AI paling ambisius di sektor teknologi.
#Oracle
@Gate_Square
@Gate Launch

























