
Margin loan adalah pinjaman dengan leverage di mana aset dalam akun Anda dijadikan jaminan untuk meminjam dana dari broker atau platform trading, sehingga Anda dapat memperbesar posisi. Fasilitas ini bisa digunakan untuk menambah eksposur long (membeli lebih banyak) maupun membuka posisi short (menjual aset pinjaman). Dana yang dipinjam akan dikenakan bunga dan tunduk pada ketentuan rasio margin, margin call, dan likuidasi paksa.
Di pasar sekuritas tradisional, investor menggunakan saham atau tunai sebagai jaminan untuk meminjam dana dan membeli lebih banyak saham. Dalam pasar kripto, pengguna dapat menggunakan crypto assets sebagai jaminan untuk meminjam USDT atau stablecoin lain guna menambah eksposur, atau meminjam aset target untuk melakukan short pada pasar.
Inti margin loan adalah kolateralisasi dan manajemen risiko dinamis. Platform menetapkan batas pinjaman berdasarkan nilai jaminan Anda. Jika nilai jaminan turun akibat volatilitas pasar, platform dapat memicu margin call atau likuidasi paksa.
Rasio Loan-to-Value (LTV) menunjukkan jumlah pinjaman dibandingkan nilai jaminan. Semakin tinggi LTV, semakin besar risiko dan semakin dekat pada likuidasi. Platform biasanya menetapkan "initial margin" (batas pinjaman awal) dan "maintenance margin" (level margin minimum yang aman untuk posisi terbuka).
Contoh: Jika Anda menggunakan BTC senilai 10.000 USDT sebagai jaminan dan LTV maksimum 60%, Anda dapat meminjam hingga 6.000 USDT. Jika harga BTC turun sehingga nilai jaminan menjadi 8.000 USDT, LTV Anda naik. Jika mendekati ambang maintenance margin, platform akan mengeluarkan margin call untuk menambah jaminan atau melunasi sebagian pinjaman; jika diabaikan, akan terjadi likuidasi paksa.
Margin lending melibatkan sejumlah istilah penting—pemahaman mendalam atas istilah-istilah ini sangat penting untuk manajemen risiko dan trading yang efektif:
Penggunaan margin loan melibatkan beberapa langkah utama:
Margin loan di pasar kripto umumnya digunakan untuk trading leverage spot dan strategi short selling. Dengan BTC, ETH, stablecoin, atau aset lain sebagai jaminan, pengguna bisa meminjam dana untuk menambah posisi pada aset utama, atau meminjam aset target untuk dijual short jika memperkirakan harga akan turun.
Contoh: Gadaikan ETH sebagai jaminan untuk meminjam USDT dan membeli BTC. Jika BTC naik, tutup posisi, lunasi pokok dan bunga, serta simpan keuntungan. Sebaliknya, pinjam BTC untuk dijual, lalu beli kembali setelah harga turun agar memperoleh selisih. Pemantauan harga jaminan dan aset target secara berkelanjutan sangat penting untuk menghindari risiko mendekati level maintenance margin saat pasar bergejolak.
Platform seperti Gate menyediakan data batas pinjaman, suku bunga harian, dan peringatan risiko. Pemanfaatan notifikasi, peringatan harga, dan alat manajemen risiko sangat penting agar posisi tetap aman.
Risiko utama margin loan berasal dari volatilitas pasar dan biaya pendanaan:
Komponen utama biaya margin loan adalah bunga, biasanya dihitung harian; biaya lain bisa meliputi biaya pinjaman dan komisi trading.
Contoh perhitungan bunga: Pinjam 10.000 USDT dengan bunga harian 0,03% selama 7 hari—bunga ≈ 10.000 × 0,0003 × 7 = 21 USDT. Jika posisi sering diubah dalam periode tersebut, tambahkan biaya trading dan biaya pinjaman yang berlaku. Suku bunga dan biaya aktual mengikuti pengumuman platform.
Jika bunga yang terakumulasi tidak segera dibayar dan ditambahkan ke kewajiban, total utang akan bertambah. Saat mengevaluasi strategi, perhitungkan bunga, biaya, dan potensi slippage sebagai bagian dari total biaya Anda.
Margin loan di Gate umumnya digunakan untuk leverage spot dan lending, dengan langkah-langkah berikut:
Peringatan risiko: Semua trading leverage berisiko kehilangan modal—selalu sisakan buffer keamanan dan pahami aturan platform sebelum memulai.
Perbedaan utama margin loan dan credit loan terletak pada jaminan dan kontrol risiko. Margin loan membutuhkan jaminan dengan batas dinamis yang bergerak mengikuti harga pasar; credit loan berbasis skor kredit pribadi/bisnis atau pendapatan untuk batas yang lebih stabil, namun umumnya tidak dapat digunakan langsung untuk trading leverage.
Margin loan dirancang untuk kebutuhan trading/investasi—mendukung strategi long dan short—sementara credit loan untuk konsumsi atau bisnis. Dari sisi biaya, bunga margin loan bisa berfluktuasi sesuai aturan pasar/platform (termasuk likuidasi paksa), sedangkan credit loan umumnya punya bunga tahunan tetap atau variabel dengan mekanisme penagihan/hukum tradisional jika terjadi gagal bayar.
Sebelum menggunakan margin loan, pastikan tujuan, jangka waktu, dan batas kerugian maksimal Anda jelas. Jaga buffer margin yang memadai—hindari menekan batas LTV; bangun posisi secara bertahap dan lakukan pelunasan berkala untuk mengurangi risiko konsentrasi; perhitungkan bunga dan biaya dalam model pengambilan keputusan agar strategi tetap menguntungkan setelah biaya.
Saat memilih platform, utamakan transparansi aturan, parameter kontrol risiko, publikasi suku bunga, dan alat peringatan. Di pasar kripto, pahami perbedaan mode isolated/cross dan mekanisme likuidasi—tingkatkan kesadaran risiko dan disiplin menjalankan rencana manajemen risiko serta exit plan. Seluruh konten di atas hanya untuk tujuan informasi—bukan nasihat investasi.
Margin loan mewajibkan Anda menjaminkan aset kripto sebelum meminjam dana; credit loan mengandalkan skor kredit tanpa memerlukan jaminan. Batas pinjaman margin loan bergantung pada nilai aset yang dijaminkan sehingga risiko lebih terukur, sedangkan credit loan menuntut kelayakan kredit lebih tinggi dari peminjam. Di Gate, jaminan Anda tetap terkunci hingga pinjaman lunas seluruhnya.
Jika nilai aset yang dijaminkan turun tajam, hal ini bisa memicu likuidasi paksa—platform akan otomatis menjual sebagian atau seluruh jaminan untuk melunasi utang (dikenal sebagai likuidasi). Untuk menghindarinya, pertahankan rasio jaminan yang memadai (biasanya di atas 150–200%), pantau tren pasar secara cermat, dan segera tambah jaminan atau lakukan pelunasan jika diperlukan.
Bunga margin loan biasanya dihitung harian atau per jam, dengan tingkat bunga yang berfluktuasi sesuai permintaan dan penawaran pasar. Pinjaman lebih lama atau periode dengan bunga tinggi akan meningkatkan total biaya. Di Gate, Anda dapat memantau suku bunga terkini kapan saja; disarankan meminjam saat bunga rendah dan menyesuaikan durasi pinjaman agar biaya tetap terkendali.
Margin loan umum digunakan pada leverage trading, strategi arbitrase, atau hedging. Misalnya, jika Anda optimis pada satu aset namun dana terbatas, Anda dapat menggunakan aset lain sebagai margin untuk meminjam kripto guna trading. Namun, leverage tinggi membawa risiko besar—alat ini sebaiknya digunakan trader berpengalaman dengan toleransi risiko tinggi; pemula sebaiknya memprioritaskan pemahaman manajemen risiko sebelum menggunakannya.
Tetapkan rasio pinjaman yang wajar—hindari leverage berlebihan; pantau rasio jaminan dan kondisi pasar secara rutin; rencanakan titik keluar dan strategi stop-loss lebih awal; pilih aset yang relatif stabil sebagai jaminan, bukan aset berisiko tinggi. Di Gate, manfaatkan fitur notifikasi risiko—atur ambang notifikasi yang sesuai agar punya waktu cukup untuk merespons jika diperlukan.


