Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
SpaceX go public dalam waktu dekat: kuota ritel mencapai rekor tertinggi, valuasi melonjak bersamaan dengan risiko
Rencana IPO SpaceX yang akan datang memicu perhatian tinggi dari pasar modal global. Perusahaan antariksa yang dipimpin oleh Musk ini tidak hanya membentuk aliansi bank investasi top di Wall Street, tetapi juga mendorong tingkat partisipasi ritel ke tingkat sejarah melalui desain sistem inovatif. Berdasarkan jadwal pengumuman penawaran umum yang diungkapkan, perusahaan akan secara resmi menyerahkan prospektus pada akhir Mei, memulai roadshow global pada bulan Juni, dan menyelesaikan penetapan harga serta pencatatan di pertengahan bulan, seluruh proses berlangsung cepat dan terorganisir.
Susunan penjamin emisi kali ini bisa dikatakan mewah, dengan lima bank investasi besar seperti Morgan Stanley dan Goldman Sachs bertindak sebagai penjamin utama bersama, serta 16 lembaga lain yang bertanggung jawab atas penerbitan regional dan penjatahan kepada institusi. Yang patut diperhatikan adalah bahwa beberapa bank investasi memperoleh kelayakan penjaminan melalui pembelian sistem Grok dari perusahaan kecerdasan buatan xAI milik Musk, sebuah model kemitraan bisnis yang memicu kontroversi di Wall Street. Jaringan distribusi internasional mencakup enam benua, dengan Citibank mengoordinasikan seluruh proses global, sementara UBS dan Deutsche Bank bertanggung jawab atas pasar Eropa dan Asia-Pasifik.
Mekanisme pembelian oleh investor ritel menjadi inovasi terbesar. Berbeda dari kuota ritel tradisional sebesar 5%-10% dalam IPO, SpaceX akan membuka hingga 30% saham untuk dibeli oleh investor individu. CFO perusahaan, Brett Johnson, menegaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk mengapresiasi pendukung jangka panjang, tetapi analis pasar memperingatkan bahwa desain ini dapat memperburuk volatilitas harga saham. Data menunjukkan bahwa ketika proporsi saham yang dimiliki oleh ritel melebihi 20%, volatilitas hari pertama pencatatan saham baru rata-rata meningkat 40%, yang menimbulkan risiko untuk perdagangan selanjutnya.
Perdebatan tentang valuasi terus memanas sepanjang proses IPO. Nilai pasar target perusahaan telah meningkat dari 1,25 triliun dolar AS di awal tahun menjadi sekitar 2 triliun dolar AS, hanya dalam waktu setengah tahun mencapai lonjakan tiga kali lipat. Logika utama yang mendukung valuasi tinggi ini adalah ekspansi bisnis—dari peluncuran roket dan jaringan Starlink hingga bidang kecerdasan buatan. Namun, posisi lintas bidang ini juga menimbulkan tantangan penetapan harga, karena tidak dapat dibandingkan secara langsung dengan perusahaan antariksa tradisional maupun perusahaan AI murni, sehingga pasar belum membentuk kerangka valuasi yang seragam.
Pasar sekunder sudah merespons lebih awal. Dalam tiga bulan terakhir, saham konsep ekonomi luar angkasa rata-rata naik 18%, termasuk peningkatan 27% pada harga saham Planet Labs, penyedia layanan satelit. Efek korelasi ini tidak umum di antara saham teknologi, mencerminkan upaya investor membangun acuan valuasi melalui aset terkait. Namun, analis memperingatkan bahwa revaluasi kolektif ini berpotensi menimbulkan gelembung, dan jika kinerja SpaceX saat listing tidak sesuai harapan, koreksi valuasi dapat memicu reaksi berantai.
Dalam strategi jangka panjang, konsep pusat data luar angkasa menjadi yang paling menarik perhatian. Musk berencana menempatkan pusat data yang didukung tenaga surya di orbit dekat bumi, menembus batasan energi di permukaan. Ide ini memang menyentuh kebutuhan energi dalam pengembangan kekuatan komputasi AI, tetapi tantangan teknisnya cukup besar: perakitan struktur ruang angkasa, operasional di lingkungan ekstrem, serta robot presisi tinggi yang belum sepenuhnya dikembangkan. Saat ini, rencana ini masih dalam tahap konsep, tetapi sudah menjadi narasi penting untuk mendukung valuasi tinggi.
Pasar modal sedang memantau ketat ujian tekanan ini. Pasar IPO saat ini menumpuk lebih dari 200 perusahaan teknologi yang membutuhkan listing, dan kinerja SpaceX akan menjadi indikator utama. Jika nilai pasar saat hari pertama listing melewati 2,5 triliun dolar AS, ini bisa mengaktifkan seluruh jalur pendanaan di sektor teknologi; sebaliknya, bisa memperpanjang periode penutupan jendela IPO. Pertarungan yang melibatkan triliunan modal ini akhirnya akan menguji kemampuan pasar dalam menilai cerita inovatif serta batas toleransi risiko.