Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Selalu tertarik dengan sosok Peter Schiff ini. Kekayaannya dikabarkan berfluktuasi antara 80 juta hingga 110 juta dolar, tapi yang paling menarik bagi saya bukan angka itu sendiri, melainkan bagaimana dia mendapatkan uang sebanyak itu—dan obsesinya terhadap pasar.
Kalau ngomongin Peter Schiff, banyak orang pertama kali akan bilang "Dia pernah meramalkan krisis keuangan 2008". Memang, orang ini sudah memperingatkan sebelum gelembung properti dan risiko lembaga keuangan meledak, sehingga dia mengumpulkan reputasi cukup baik di Wall Street. Tapi itu bukan bagian yang paling menarik.
Yang benar-benar patut diperhatikan adalah logika investasinya. Kebanyakan orang kaya main saham, tapi Schiff justru tergila-gila sama emas. Dia mendirikan Euro Pacific Capital yang mengelola aset lebih dari 2 miliar dolar, tapi lihat komposisinya—emas menyumbang hingga 28%. Bahkan dia juga punya platform perdagangan logam mulia bernama Schiff Gold. Ini bukan hal baru, tapi di era yang penuh dengan FOMO saham teknologi dan cryptocurrency, dia tetap teguh dengan logika "aset keras" ini, yang sudah menunjukkan sesuatu.
Saya perhatikan pandangannya tentang depresiasi dolar dan inflasi sangat pesimis. Dia percaya sejak 2021, daya beli dolar sudah turun cukup banyak, yang mendukung keyakinannya terhadap logam mulia. Bahkan dia meramalkan Bitcoin akan jatuh ke 20.000 dolar, pandangan ini memicu kontroversi di komunitas crypto. Tapi apapun salah atau benar, kekayaan bersihnya tidak ambruk karena prediksi ekstrem itu—malah dia terus menghasilkan uang lewat Euro Pacific Capital dan berbagai media yang dia tampilkan.
Yang menarik, Schiff sendiri juga mengakui beberapa penyesalan. Dia bilang kalau dulu dia investasi di saham Apple dan Amazon, mungkin kekayaannya akan lebih banyak. Sikap jujur ini jarang ditemui dari orang yang mengaku "master".
Dari performa dana Euro Pacific Capital, misalnya, International Value Fund tahun ini naik lebih dari 35%, menunjukkan strateginya masih efektif di kondisi pasar tertentu. Portofolio pribadinya juga cukup jelas—selain emas, dia punya lebih dari 230.000 saham Anterix Inc., bernilai lebih dari 9 juta dolar. Ini contoh portofolio yang terdiversifikasi, bukan all-in di satu aset saja.
Tentu, Schiff juga pernah menghadapi kontroversi. Bank Internasional Euro Pacific di Puerto Rico sempat dihentikan karena masalah regulasi, dan dia juga dituduh terlibat penggelapan pajak dan pencucian uang. Dia membantah tuduhan itu, tapi hal ini tentu saja menodai reputasinya. Selain itu, ada investor yang melaporkan akun mereka turun 60-70% dalam dua tahun terakhir, yang tentu bukan angka yang bagus.
Tapi pengaruhnya tidak bisa diremehkan. Twitter-nya punya 500 ribu pengikut, Facebook 300 ribu, dan podcast-nya setiap bulan membahas risiko depresiasi dolar dan inflasi. Anda mungkin tidak setuju dengan pandangannya, tapi harus diakui, proses pertumbuhan kekayaan bersih Peter Schiff sendiri adalah studi kasus—tentang bagaimana bertahan dengan prinsip di pasar, dan apa hasil dari ketekunan itu.
Akhirnya, meskipun logikanya penuh kontroversi, keberadaan Schiff mengingatkan kita: jalan menuju kekayaan tidak cuma satu. Tidak semua orang harus mengikuti tren, ada yang justru mengandalkan obsesinya terhadap "aset keras" dan pengamatan makro ekonomi, sampai kekayaannya mencapai angka delapan digit. Ini sendiri sudah layak dipikirkan.