Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
#USImposesNew10%GlobalTariffThe
ekonomi global telah memasuki titik balik kritis lainnya. Pada tahun 2026, keputusan Amerika Serikat untuk menerapkan tarif global sebesar 10% dipandang tidak hanya sebagai perubahan kebijakan perdagangan, tetapi juga sebagai sinyal jelas bahwa keseimbangan kekuatan geopolitik sedang dibentuk ulang.
Langkah Tarif Global: Latar Belakang
Pada Februari 2026, pemerintahan AS memperkenalkan tarif tambahan sementara sebesar 10% pada hampir semua barang impor. Keputusan ini mengikuti pembatalan langkah tarif darurat sebelumnya oleh pengadilan, yang mendorong pembuat kebijakan untuk mengaktifkan Bagian 122 dari Undang-Undang Perdagangan tahun 1974.
Fitur paling penting dari sistem baru ini adalah:
Ini berlaku sama untuk semua negara
Dibatasi hingga 150 hari
Memiliki struktur fleksibel yang memungkinkan peningkatan hingga 15% jika diperlukan
Ini menandai pergeseran dari pendekatan “negara target” tradisional menuju strategi tekanan ekonomi yang lebih luas.
Mengapa Sekarang
Tiga motivasi utama yang menonjol di balik keputusan ini:
Defisit Perdagangan dan Tekanan Ekonomi
Pemerintah AS memandang defisit perdagangan yang meningkat sebagai risiko ekonomi nasional dan menggunakan tarif sebagai alat penyeimbang.
Mengisi Celah Hukum
Setelah Mahkamah Agung membatalkan langkah tarif sebelumnya, pemerintahan dipaksa merancang model baru dengan dasar hukum yang lebih kuat.
Persaingan Kekuatan Global
Ketegangan yang meningkat antara AS dan China, dikombinasikan dengan konflik teknologi dan rantai pasokan, telah mengubah tarif menjadi instrumen strategis daripada sekadar ekonomi.
Dampak Pasar dan Global
Dampak dari langkah ini terasa dengan cepat:
Ketidakpastian dalam perdagangan global meningkat
Perusahaan menghadapi tekanan biaya yang meningkat
Reaksi diplomatik semakin intens di seluruh Eropa dan Asia
Rantai pasokan mulai melakukan restrukturisasi
Beberapa perkiraan menunjukkan bahwa tarif semacam ini bisa membuat rumah tangga AS kehilangan rata-rata 700 dolar setiap tahun.
Gambaran Besar: Sementara atau Permanen
Meskipun tarif 10% secara teknis bersifat sementara, pertanyaan yang lebih penting adalah apakah ini merupakan langkah awal menuju kebijakan perdagangan yang lebih luas dan permanen.
Pada saat yang sama, AS:
Meluncurkan penyelidikan perdagangan baru
Mempersiapkan dasar untuk tarif yang lebih tinggi
Berusaha membentuk ulang sistem perdagangan global
Kesimpulan: Era Perdagangan Baru
Apa yang kita saksikan bukanlah sekadar kenaikan pajak.
Ini adalah awal dari perubahan mendasar dalam cara ekonomi global menjawab pertanyaan penting:
Apakah masa depan tentang perdagangan bebas atau kekuatan ekonomi yang terkendali?
Langkah ini oleh Amerika Serikat berpotensi mempengaruhi tidak hanya biaya impor, tetapi juga pasar kripto, harga komoditas, dan aliran modal global.
Dalam periode mendatang, perluasan kebijakan semacam ini dapat mendorong dunia menuju tatanan ekonomi yang lebih terfragmentasi, kompetitif, dan proteksionis.
Itulah mengapa perkembangan ini bukan sekadar headline lain
Ini adalah awal dari era ekonomi baru.