Baru-baru ini saya melihat statistik PDB per kapita dan terkejut dengan besarnya kesenjangan dalam ekonomi dunia. Tabel negara paling miskin di dunia menunjukkan gambaran yang sangat menyedihkan — di Sudan Selatan, ini hanya $251 per orang per tahun, di Yaman $417. Ini bukan sekadar angka, tetapi kenyataan bagi jutaan orang.



Jika melihat peringkat lengkap negara paling miskin di dunia, terlihat bahwa sebagian besar berada di Afrika sub-Sahara. Burundi ($490), Republik Afrika Tengah ($532), Malawi ($580), Madagaskar ($595) — semuanya berada dalam kisaran $250 hingga $600. Bahkan negara-negara dengan populasi cukup besar seperti DR Kongo ($743) dan Nigeria ($807) tetap masuk dalam daftar negara termiskin. Menariknya, Myanmar ($1,177) dan beberapa negara di Asia Tengah seperti Tajikistan ($1,432) juga termasuk di dalamnya.

Selanjutnya adalah ekonomi yang lebih maju, tetapi tetap dengan indikator pendapatan per kapita yang rendah — Nepal ($1,458), Timor Leste ($1,491), Benin ($1,532). Ketika melihat tabel negara paling miskin di dunia ini, mulai memahami mengapa migrasi dan ketidakstabilan ekonomi menjadi masalah yang sangat akut di wilayah-wilayah ini. Bahkan India, meskipun memiliki ekonomi besar, berada di bagian akhir daftar dengan $2,878 — ini menunjukkan bagaimana populasi dapat mengaburkan indikator umum.

Yang menarik, bahkan dalam daftar negara paling miskin di dunia, terlihat adanya geografi kemiskinan — sebagian besar di benua Afrika, sebagian di Asia dan Oseania. Negara-negara maju di Eropa dan Amerika Utara tentu tidak muncul di sini. Ini secara jelas menunjukkan ketidaksetaraan global yang telah terkumpul selama puluhan tahun.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan