Baru saja meninjau beberapa pola grafik klasik, dan saya rasa pola segitiga naik layak mendapatkan perhatian lebih dari kebanyakan trader. Inilah mengapa pola ini menarik perhatian saya lagi.



Jadi, pola segitiga naik terbentuk ketika Anda memiliki garis resistance datar di bagian atas (puncak swing) dan garis tren naik di bagian bawah (lembah swing). Kedua garis ini bertemu, membentuk bentuk segitiga. Hal utama? Harga biasanya menembus keluar ke arah tren yang sudah ada, itulah sebabnya disebut pola kelanjutan. Tapi yang perlu diingat—breakout bisa ke arah mana saja, dan keduanya penting.

Yang saya temukan menarik dari trading pola ini adalah betapa bersihnya setup-nya. Anda mendapatkan titik masuk yang jelas. Penempatan stop loss yang jelas. Dan Anda bisa menghitung target keuntungan hanya dengan mengukur bagian tertebal dari segitiga dan memproyeksikan jarak tersebut dari titik breakout Anda. Itulah jenis struktur yang diinginkan setiap trader.

Sekarang, jika Anda melihat pola segitiga naik dan harga menembus di atas garis resistance, itu sinyal beli Anda. Volume sangat penting di sini—saya selalu memperhatikan konfirmasi volume saat breakout. Breakout dengan volume rendah? Curiga. Biasanya itu adalah breakout palsu yang akan berbalik kembali ke dalam pola. Volume tinggi, itu saatnya Anda tahu bahwa gerakan tersebut memiliki keyakinan di baliknya.

Untuk posisi short, kebalikannya. Harga menembus di bawah garis tren bawah, Anda masuk posisi short. Stop loss Anda ditempatkan di sisi berlawanan dari pola, di luar rentang. Perhitungan target keuntungan tetap sama—ukur tinggi pola, terapkan ke titik breakout Anda.

Satu hal yang saya perhatikan: semakin rapat pola segitiga naik, risikonya berkurang tetapi jarak stop loss juga berkurang. Pola yang lebih besar memiliki potensi gerakan yang lebih besar tetapi risiko lebih tinggi. Pola yang lebih sempit? Risiko lebih rendah tetapi imbalan juga lebih kecil. Ini adalah tradeoff yang perlu Anda pahami sebelum masuk.

Pola ini biasanya membutuhkan setidaknya dua puncak swing dan dua lembah swing agar valid, tetapi semakin banyak sentuhan garis tren, semakin andal pola tersebut. Volume biasanya menyusut selama fase konsolidasi, yang normal. Kemudian saat breakout terjadi dengan volume, itu sinyal bahwa sesuatu akan bergerak.

Saya telah melihat pola segitiga naik bekerja baik dalam tren naik maupun tren turun. Arah tidak sepenting arah breakout itu sendiri. Harga mengikuti breakout, bukan tren sebelumnya—meskipun kelanjutan adalah keunggulan statistiknya.

Intinya: jika Anda belum memantau pola segitiga naik dalam analisis Anda, Anda melewatkan setup yang solid dengan struktur risiko/imbalan yang baik dan level teknikal yang jelas. Layak ditambahkan ke buku strategi Anda.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan