Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Belakangan ini saya sedang mempelajari ekosistem blockchain Jepang dan menemukan beberapa fenomena yang cukup menarik.
Kalau dibahas, langkah Jepang dalam bidang kripto selama beberapa tahun terakhir memang patut diperhatikan. Sejak secara resmi mengakui Bitcoin sebagai metode pembayaran yang sah pada 2017, negara ini telah mengambil jalur pengembangan yang relatif seimbang—tidak terlalu keras, juga tidak membiarkan begitu saja. Pemerintah bahkan meluncurkan rencana dukungan startup selama lima tahun, dengan fokus khusus pada game Web3, DeFi, dan pengembangan blockchain. Dukungan kebijakan semacam ini sebenarnya tidak banyak ditemukan di tingkat global.
Karena lingkungan seperti ini, bursa kripto dan perusahaan terkait di Jepang bisa berkembang pesat. BitFlyer adalah contoh yang khas—didirikan sejak 2014, kini menjadi salah satu bursa kripto terbesar di Jepang dengan jumlah pengguna mencapai 2,5 juta. Mereka tidak hanya beroperasi di Jepang, tetapi juga telah memperluas bisnis ke Amerika Serikat dan Eropa, serta mengembangkan teknologi blockchain mereka sendiri, Miyabi, dan meluncurkan inovasi seperti pembayaran ritel dan voting on-chain.
Yang menarik, inovasi di Jepang tidak terbatas pada aspek perdagangan saja. Saya melihat beberapa perusahaan yang melakukan pembangunan infrastruktur yang lebih mendalam. Misalnya, Soramitsu, yang sejak 2016 telah bekerja sama dengan bank sentral dan lembaga keuangan berbagai negara, mengembangkan sistem pembayaran digital Bakong di Kamboja. Saat ini mereka juga sedang membangun platform pembayaran lintas negara menggunakan stablecoin dan CBDC untuk meningkatkan pengalaman remitansi internasional. Pendekatan ini benar-benar berada di depan banyak bursa kripto Jepang lainnya.
Ada juga perusahaan yang fokus pada inovasi DeFi. Contohnya Nuts Finance (juga dikenal sebagai Thetanuts Finance), sebuah platform perdagangan opsi terdesentralisasi. Pengguna dapat menghasilkan premi dari menjual opsi, atau mendapatkan bunga melalui pasar pinjaman. Token tata kelola mereka, NUTS, memungkinkan pemegangnya berpartisipasi dalam pengambilan keputusan, dan model DAO ini cukup mewakili ekosistem blockchain Jepang.
Di bidang game, performanya bahkan lebih mencolok. Double jump.tokyo mengembangkan game bernama 《My Crypto Hero》 yang pernah menjadi salah satu game blockchain terbesar di dunia. Pada Agustus 2024, mereka juga mendapatkan pendanaan Seri D sebesar 10 juta dolar AS dari SBI Investment. Ini menunjukkan bahwa Jepang sudah diakui secara internasional dalam pengembangan game Web3.
Dari segi infrastruktur, juga tidak kalah. Curvegrid mengembangkan MultiBaas, middleware lintas-chain yang menyederhanakan proses pengembangan di berbagai platform blockchain. Mereka juga meluncurkan NFTeapot, sebuah aplikasi Shopify yang dirancang khusus untuk penjualan NFT. Semua ini bertujuan membangun alat yang lebih lengkap untuk ekosistem blockchain Jepang.
Inovasi pembayaran juga menarik perhatian. PassPay meluncurkan JPYW, stablecoin yang dipatok terhadap Yen, yang ditujukan untuk mengatasi masalah keuangan warga Jepang yang tinggal di luar negeri. Dompet digital mereka mendukung aset multi-chain dan interaksi NFT, serta sudah menjalin kerja sama dengan jaringan EOS. Solusi lokal ini menunjukkan bahwa pengusaha Jepang sangat memahami kebutuhan pasar.
Secara makro, kedewasaan bursa kripto dan ekosistem di Jepang memang semakin meningkat. Diperkirakan hingga akhir 2024, jumlah trader harian bisa mencapai 500k orang, menandakan tingkat penetrasi pasar yang terus meningkat. Selain itu, preferensi investor juga berubah—tidak lagi hanya fokus pada Bitcoin dan Ethereum, tetapi mulai mengeksplorasi produk Web3, NFT, dan inovasi lainnya.
Pada akhirnya, keberhasilan Jepang di bidang kripto berkat sikap tegas pemerintah dan inovasi berkelanjutan dari perusahaan. Lingkungan regulasi yang seimbang ini memberi para pengusaha harapan yang stabil dan menciptakan lebih banyak pilihan bagi investor. Baru-baru ini, pemerintah juga mengumumkan rencana memperkenalkan kerangka regulasi yang memungkinkan startup mengumpulkan dana melalui aset kripto, yang semakin menegaskan pandangan positif Jepang terhadap industri ini. Perkembangan ekosistem ini patut terus kita pantau.