Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Beberapa waktu lalu saya melihat banyak orang membahas konsep depeg, sebenarnya ini adalah kondisi di mana harga stablecoin menyimpang dari nilai patoknya. Contoh paling langsung adalah kejadian yang mengguncang seluruh pasar—krisis USDC dan DAI.
Mengenangnya cukup berkesan. USDC awalnya mengklaim didukung 1:1 oleh dolar AS, tapi kemudian diketahui ada sejumlah besar cadangan yang disimpan di bank yang bangkrut, dan begitu terungkap, seluruh pasar langsung meledak. Saat itu, berbagai bursa mulai menangguhkan pertukaran terkait, dan sentimen panik menyebar dengan cepat. DAI juga tidak jauh berbeda, karena hampir setengah dari cadangannya didukung oleh USDC, sehingga juga mengalami depeg, dan harganya sempat turun hingga 7%.
Peristiwa ini sebenarnya mencerminkan masalah yang sangat nyata. Banyak orang mengira stablecoin sama dengan keamanan mutlak, tetapi kenyataannya, begitu cadangan bermasalah, depeg akan langsung terjadi. Saat itu, kepercayaan pasar runtuh dengan sangat cepat, dan semua orang mulai mempertanyakan: apakah token yang mengklaim didukung aset nyata benar-benar dapat diandalkan?
Saya rasa pelajaran ini cukup mendalam. Bahkan stablecoin yang cukup terkenal seperti USDC dan DAI pun bisa menghadapi masalah kekurangan cadangan. Jadi, saat melihat stablecoin mana pun, hal pertama yang harus diperhatikan adalah komposisi cadangannya dan mekanisme pendukungnya, bukan sekadar percaya mereknya saja. Pasar terus berkembang, tetapi risiko juga berubah. Memantau berita-berita ini, melakukan riset sendiri, itulah sikap yang benar dalam menghadapi ketidakpastian pasar kripto.