Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Ketua SEC Menyoroti Pasar Prediksi sebagai Fokus Regulasi Utama
Garis kesalahan regulasi baru mulai muncul di pasar aset digital. Dalam kesaksiannya di hadapan Komite Perbankan Senat pada 12 Februari 2026, Ketua SEC Paul Atkins menyebut pasar prediksi sebagai “masalah besar,” yang menandakan pengawasan federal terhadap platform seperti Kalshi dan Polymarket mungkin memasuki fase baru.
Sampai sekarang, pasar-pasar ini sebagian besar dipandang berada di bawah Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas (CFTC). Pernyataan Atkins menunjukkan bahwa anggapan tersebut mungkin tidak lagi berlaku tanpa kualifikasi.
Yurisdiksi Tumpang Tindih Menjadi Sorotan Utama
Atkins menyatakan bahwa pasar prediksi melibatkan “potensi yurisdiksi yang tumpang tindih” antara SEC dan CFTC. Poin utamanya bersifat struktural, bukan politis: jika suatu kontrak memenuhi definisi hukum sebagai sekuritas, memberi label secara berbeda tidak menghapusnya dari pengawasan SEC.
“Suatu sekuritas adalah sekuritas apa pun cara ia direpresentasikan,” katanya, yang mengisyaratkan bahwa kontrak berbasis peristiwa tertentu dapat masuk ke dalam hukum sekuritas bergantung pada bagaimana kontrak tersebut disusun.
**Ia juga mengonfirmasi koordinasi berkelanjutan **dengan Ketua CFTC Michael Selig dalam sebuah inisiatif bersama yang dikenal sebagai “Project Crypto.” Upaya ini bertujuan memodernisasi regulasi aset digital dan menangani area abu-abu yang telah memungkinkan beberapa platform beroperasi di sela kerangka kerja yang ada.
Sementara itu, CFTC telah menjauh dari sikap yang sebelumnya ketat. Proposal 2024 untuk melarang kontrak acara politik dan olahraga ditarik kembali, dan kini badan tersebut lebih memilih perumusan aturan formal alih-alih pelarangan total.
Tekanan di Tingkat Negara Bagian Menguat
Pengawasan federal berlangsung bersamaan dengan meningkatnya tantangan hukum di tingkat negara bagian.
Pada Januari 2026, seorang hakim Massachusetts memutuskan bahwa kontrak Kalshi yang terkait olahraga termasuk dalam undang-undang perjudian negara bagian, sehingga untuk sementara memblokir platform tersebut menawarkan pasar-pasar itu secara lokal. Polymarket menghadapi gugatan serupa di Nevada dan Massachusetts, dengan berargumen bahwa hukum federal harus mengesampingkan pembatasan perjudian negara bagian.
Sebagai lapisan tambahan kompleksitas, Jaksa Amerika Serikat untuk Distrik Selatan New York Jay Clayton mengonfirmasi bahwa kantornya secara aktif meninjau pasar prediksi untuk potensi penipuan. Komentarnya memperjelas bahwa memberi label suatu produk sebagai “pasar prediksi” tidak melindunginya dari undang-undang anti-penipuan federal.
Pertumbuhan Industri Mendorong Kejelasan Regulasi
Pasar prediksi telah berkembang dengan cepat, didorong oleh siklus pemilihan 2024 dan meningkatnya aktivitas seputar peristiwa besar seperti Super Bowl 2026. Platform yang lebih besar termasuk Coinbase dan Gemini juga telah meluncurkan produk bergaya pasar prediksi, sehingga meningkatkan eksposur institusional terhadap sektor tersebut.
Seiring partisipasi meluas dan modal semakin dalam, para regulator tampaknya semakin enggan membiarkan pertanyaan yurisdiksi tetap belum terselesaikan.
Perdebatan yang muncul kini bukan lagi tentang apakah pasar prediksi akan diregulasi, melainkan agensi mana yang akan menetapkan aturan.