Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Saya sering melihat diskusi yang menyatakan bahwa AI akan mengambil alih pekerjaan, tetapi jika kita melihat laporan terbaru dari Morgan Stanley, sebenarnya skenario kebalikannya telah berulang secara historis.
Hasil pelacakan perusahaan selama 150 tahun evolusi teknologi menunjukkan bahwa dari elektrifikasi hingga munculnya internet, setiap inovasi teknologi tidak pernah benar-benar menghilangkan pekerjaan manusia, melainkan justru menciptakan pekerjaan dan industri baru. Dalam kasus AI pun, pola yang sama diperkirakan akan terjadi, dengan munculnya pekerjaan baru seperti Chief AI Officer dan profesional tata kelola, serta peningkatan pekerjaan hybrid di berbagai industri.
Tentu saja, ada juga pendapat berbeda. Beberapa ekonom menunjukkan bahwa otomatisasi tugas kognitif oleh AI dapat menurunkan nilai keahlian manusia itu sendiri. Kekhawatiran ini berkaitan dengan ketidaksesuaian antara pertumbuhan keuntungan perusahaan dan pertumbuhan lapangan kerja.
Namun, bagaimana kenyataannya? Sekitar 30% perusahaan yang sudah mengadopsi AI melaporkan adanya peningkatan keuangan dan produktivitas yang dapat diukur. Angka ini meningkat pesat dari 16% setahun yang lalu. Artinya, banyak perusahaan masih dalam tahap menilai dampak AI terhadap lapangan kerja. Bagaimana AI akan mengubah pasar tenaga kerja sangat bergantung pada bagaimana perusahaan dan masyarakat beradaptasi, bukan semata-mata pada teknologi itu sendiri.