Saya sering melihat diskusi yang menyatakan bahwa AI akan mengambil alih pekerjaan, tetapi jika kita melihat laporan terbaru dari Morgan Stanley, sebenarnya skenario kebalikannya telah berulang secara historis.



Hasil pelacakan perusahaan selama 150 tahun evolusi teknologi menunjukkan bahwa dari elektrifikasi hingga munculnya internet, setiap inovasi teknologi tidak pernah benar-benar menghilangkan pekerjaan manusia, melainkan justru menciptakan pekerjaan dan industri baru. Dalam kasus AI pun, pola yang sama diperkirakan akan terjadi, dengan munculnya pekerjaan baru seperti Chief AI Officer dan profesional tata kelola, serta peningkatan pekerjaan hybrid di berbagai industri.

Tentu saja, ada juga pendapat berbeda. Beberapa ekonom menunjukkan bahwa otomatisasi tugas kognitif oleh AI dapat menurunkan nilai keahlian manusia itu sendiri. Kekhawatiran ini berkaitan dengan ketidaksesuaian antara pertumbuhan keuntungan perusahaan dan pertumbuhan lapangan kerja.

Namun, bagaimana kenyataannya? Sekitar 30% perusahaan yang sudah mengadopsi AI melaporkan adanya peningkatan keuangan dan produktivitas yang dapat diukur. Angka ini meningkat pesat dari 16% setahun yang lalu. Artinya, banyak perusahaan masih dalam tahap menilai dampak AI terhadap lapangan kerja. Bagaimana AI akan mengubah pasar tenaga kerja sangat bergantung pada bagaimana perusahaan dan masyarakat beradaptasi, bukan semata-mata pada teknologi itu sendiri.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan