Baru saja saya kembali menyadari betapa dominannya Bernard Arnault dalam industri barang mewah global. Dengan kekayaan sekitar 180 miliar dolar, pria ini tidak hanya mengendalikan sebuah perusahaan – dia secara harfiah menentukan tren dunia.



Grup LVMH di bawah kepemimpinannya seperti sebuah kerajaan besar. Kamu mungkin tahu Louis Vuitton, kan? Tapi itu hanyalah puncak gunung es. Marc Jacobs, Kenzo, Christian Dior, Loewe – semua nama ini sebenarnya bagian dari portofolionya. Dan itu belum termasuk semua yang dia miliki.

Yang membuat saya terpesona adalah strategi di baliknya. Arnault memahami bahwa kemewahan sejati tidak terletak pada produksi massal. Dia secara sadar menciptakan kelangkaan. Barang-barang paling mahal dan paling diinginkan dirilis dalam koleksi terbatas dan tertutup. Semakin langka sesuatu, semakin orang ingin memilikinya. Itu adalah psikologi murni dan sekaligus bisnis yang brilian.

Merek-merek ini bukan sekadar produk – mereka adalah simbol status, yang hanya bisa diakses oleh orang terkaya. Dan itulah rahasia Arnault. Dia telah membentuk dunia kemewahan sedemikian rupa sehingga eksklusivitas menjadi nilai inti. Itu bukan hanya keberhasilan bisnis, tetapi juga dominasi budaya.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan