Belakangan ini, topik tentang koin Shiba Inu (SHIB) sedang cukup ramai dibicarakan. Terutama yang menjadi sorotan adalah pergerakan SHIB burn, yang dikabarkan mencatat peningkatan luar biasa sebesar 500% per hari. Faktanya, banyak investor penasaran dengan mekanisme bagaimana fenomena burn ini bekerja.



Pada saat mulai pada Agustus 2020, SHIB memiliki jumlah pasokan yang sangat besar, yaitu 1.000 triliun keping. Namun, berdasarkan data Shiburn, saat ini lebih dari 41% dari pasokan awal tersebut sudah dibakar. Hanya dalam seminggu lalu saja, lebih dari 500 juta keping dibakar, jadi komunitasnya bergerak dengan serius. Omong-omong, saat ini jumlah beredar sekitar 589 triliun keping, dan total pasokan juga melebihi angka tersebut, yaitu lebih dari 589 triliun keping.

Kalau dijelaskan secara sederhana, mekanisme SHIB burn adalah proses menghapus token dari peredaran untuk selamanya. Ini dilakukan dengan mengirim token ke wallet yang tidak memiliki kunci privat, yang disebut sebagai alamat burn. Sistem ini berjalan melalui kombinasi burn manual dan mekanisme otomatis yang diintegrasikan ke jaringan Shibarium. Pada burn otomatis, sebagian dari biaya transaksi dialokasikan untuk SHIB burn, sehingga proses ini akan terus berlangsung selama masih ada aktivitas di jaringan.

Kenapa melakukan hal seperti ini? Alasannya jelas. Karena jumlah pasokannya sangat besar, yakni 1.000 triliun, dibutuhkan upaya untuk menciptakan kelangkaan. Dengan mendorong SHIB burn, pasokan berkurang dan secara teoretis akan memberi tekanan kenaikan pada nilai token yang tersisa. Pada saat yang sama, langkah ini juga punya efek untuk mencegah inflasi yang berlebihan.

Token yang telah dibakar saat ini dikelola melalui 3 alamat. Yang paling terkenal adalah alamat yang digunakan Vitalik Buterin pada Mei 2021, yaitu saat ia membakar SHIB senilai sekitar 6,7 miliar dolar. Selain itu, ada alamat yang digunakan untuk daftar di ShibaSwap dan alamat yang dikenal sebagai Black Hole. Karena semuanya dapat dilacak secara transparan di blockchain Ethereum, Anda bisa memantau secara real-time melalui alat seperti Shiburn dan Shiba Burn Tracker.

Yang penting di sini adalah memantau tingkat burn. Tingkat burn yang tinggi berarti dukungan komunitas yang kuat, dan itu juga dapat berpengaruh pada kepercayaan investor. Namun, jika tingkat burn melonjak dengan cepat, spekulasi tentang kinerja masa depan pun ikut semakin bertambah, sehingga psikologi pasar menjadi rumit.

Yang sering ditanyakan adalah, “Apakah nilai akan naik lewat SHIB burn?” Sejujurnya, hanya dengan burn saja tidak selalu berarti peningkatan nilai yang besar. Ada banyak faktor yang berperan, seperti keseimbangan antara permintaan dan penawaran, tekanan pembelian yang berkelanjutan, likuiditas dan adopsi, serta pandangan jangka panjang. Bahkan jika 10 miliar keping dibakar, jika masih ada pembelian dan transfer yang lebih besar, harga mungkin tidak akan banyak terpengaruh.

Sebagai kesimpulan, SHIB burn bisa menjadi faktor yang berkontribusi pada nilai token, tetapi bukan solusi tunggal. Untuk pertumbuhan yang berkelanjutan, strategi burn perlu menjadi bagian dari strategi pengembangan ekosistem yang lebih luas. Seiring pasar yang terus matang, menjadi hal yang menarik untuk melihat bagaimana pendekatan yang komprehensif seperti ini bekerja dan perkembangan ke depannya.
SHIB-2,64%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan