Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Belakangan ini, topik tentang koin Shiba Inu (SHIB) sedang cukup ramai dibicarakan. Terutama yang menjadi sorotan adalah pergerakan SHIB burn, yang dikabarkan mencatat peningkatan luar biasa sebesar 500% per hari. Faktanya, banyak investor penasaran dengan mekanisme bagaimana fenomena burn ini bekerja.
Pada saat mulai pada Agustus 2020, SHIB memiliki jumlah pasokan yang sangat besar, yaitu 1.000 triliun keping. Namun, berdasarkan data Shiburn, saat ini lebih dari 41% dari pasokan awal tersebut sudah dibakar. Hanya dalam seminggu lalu saja, lebih dari 500 juta keping dibakar, jadi komunitasnya bergerak dengan serius. Omong-omong, saat ini jumlah beredar sekitar 589 triliun keping, dan total pasokan juga melebihi angka tersebut, yaitu lebih dari 589 triliun keping.
Kalau dijelaskan secara sederhana, mekanisme SHIB burn adalah proses menghapus token dari peredaran untuk selamanya. Ini dilakukan dengan mengirim token ke wallet yang tidak memiliki kunci privat, yang disebut sebagai alamat burn. Sistem ini berjalan melalui kombinasi burn manual dan mekanisme otomatis yang diintegrasikan ke jaringan Shibarium. Pada burn otomatis, sebagian dari biaya transaksi dialokasikan untuk SHIB burn, sehingga proses ini akan terus berlangsung selama masih ada aktivitas di jaringan.
Kenapa melakukan hal seperti ini? Alasannya jelas. Karena jumlah pasokannya sangat besar, yakni 1.000 triliun, dibutuhkan upaya untuk menciptakan kelangkaan. Dengan mendorong SHIB burn, pasokan berkurang dan secara teoretis akan memberi tekanan kenaikan pada nilai token yang tersisa. Pada saat yang sama, langkah ini juga punya efek untuk mencegah inflasi yang berlebihan.
Token yang telah dibakar saat ini dikelola melalui 3 alamat. Yang paling terkenal adalah alamat yang digunakan Vitalik Buterin pada Mei 2021, yaitu saat ia membakar SHIB senilai sekitar 6,7 miliar dolar. Selain itu, ada alamat yang digunakan untuk daftar di ShibaSwap dan alamat yang dikenal sebagai Black Hole. Karena semuanya dapat dilacak secara transparan di blockchain Ethereum, Anda bisa memantau secara real-time melalui alat seperti Shiburn dan Shiba Burn Tracker.
Yang penting di sini adalah memantau tingkat burn. Tingkat burn yang tinggi berarti dukungan komunitas yang kuat, dan itu juga dapat berpengaruh pada kepercayaan investor. Namun, jika tingkat burn melonjak dengan cepat, spekulasi tentang kinerja masa depan pun ikut semakin bertambah, sehingga psikologi pasar menjadi rumit.
Yang sering ditanyakan adalah, “Apakah nilai akan naik lewat SHIB burn?” Sejujurnya, hanya dengan burn saja tidak selalu berarti peningkatan nilai yang besar. Ada banyak faktor yang berperan, seperti keseimbangan antara permintaan dan penawaran, tekanan pembelian yang berkelanjutan, likuiditas dan adopsi, serta pandangan jangka panjang. Bahkan jika 10 miliar keping dibakar, jika masih ada pembelian dan transfer yang lebih besar, harga mungkin tidak akan banyak terpengaruh.
Sebagai kesimpulan, SHIB burn bisa menjadi faktor yang berkontribusi pada nilai token, tetapi bukan solusi tunggal. Untuk pertumbuhan yang berkelanjutan, strategi burn perlu menjadi bagian dari strategi pengembangan ekosistem yang lebih luas. Seiring pasar yang terus matang, menjadi hal yang menarik untuk melihat bagaimana pendekatan yang komprehensif seperti ini bekerja dan perkembangan ke depannya.