Belakangan ini di dunia trading lagi ramai membahas kalimat Buffett, "Ketakutan orang lain adalah keserakahan saya, keserakahan orang lain adalah ketakutan saya." Kedengarannya sederhana, tapi sangat sedikit orang yang benar-benar mampu melakukannya.



Saya sendiri juga pernah mengalami dilema ini. Memegang posisi yang menguntungkan, begitu harga berfluktuasi sedikit saja mulai panik, takut uang yang susah payah didapatkan akan kembali hilang, lalu segera ambil keuntungan dan keluar. Tapi apa yang terjadi? Pasar terus bergerak jauh, melihat grafiknya membuat hati menyesal sampai ke ubun-ubun. Berikutnya, saya berpikir kali ini harus biarkan keuntungan berjalan, tidak mau keluar, tapi pasar berbalik arah, keuntungan perlahan-lahan menguap, dan akhirnya malah rugi. Lalu mulai menyalahkan diri sendiri, merasa terlalu serakah.

Ini adalah gambaran nyata dari kebanyakan trader. Di pasar saham, futures, forex, kamu akan menemukan fenomena umum: banyak orang mengulangi kesalahan yang sama. Saat harga naik ke level tinggi, pasar mulai koreksi, mereka bingung—harus keluar atau tetap bertahan? Kalau keluar dan harga terus naik, mereka menyesal kenapa dulu begitu takut; kalau tidak keluar dan harga turun, mereka mulai menyalahkan diri sendiri karena terlalu serakah.

Sebenarnya masalahnya bukan pada apakah kamu serakah atau tidak, tapi pada tidak adanya aturan. Saya mengamati banyak trader gagal, biasanya mereka memiliki beberapa ciri umum: profit sedikit langsung keluar, kalau rugi buru-buru tutup posisi; atau sebaliknya, tahan rugi dan tidak mau mengaku kalah, malah menambah posisi melawan arus, berharap pasar akan berbalik; ada juga yang sama sekali tidak punya rencana, melihat harga naik langsung ikut beli, melihat turun langsung jual, kurang disiplin dan sembarangan operasikan posisi besar. Cara-cara ini kadang bisa menghasilkan uang, tapi itu kebanyakan keberuntungan. Akhirnya, hasilnya sering kali adalah kerugian besar yang menghapus semua keuntungan sebelumnya.

Lalu, apa bedanya trader jago dengan mereka? Perbedaannya terletak pada mereka memiliki sistem trading yang lengkap. Masuk pasar dengan aturan, keluar pasar dengan aturan, manajemen dana yang jelas, dan yang terpenting, mereka disiplin menjalankan aturan tersebut. Apa manfaatnya? Kamu tidak perlu lagi menebak kapan orang lain takut atau serakah, karena sistemmu sudah membantu membuat keputusan. Kamu cukup memotong kerugian, biarkan keuntungan berjalan, dan eksekusi sesuai logika yang sudah ditetapkan.

Pada akhirnya, ini bukan masalah teknik, tapi masalah psikologi. Naluri manusia selama ribuan tahun tidak banyak berubah—serakah dan takut tetap menjadi naluri dasar. Tapi individu bisa berkembang. Trader sukses adalah mereka yang terus belajar dari pengalaman dan refleksi, perlahan mengalahkan setan dalam diri mereka sendiri, dan akhirnya menjadi pemenang di pasar. Sebaliknya, kebanyakan orang terjebak dalam siklus ini selamanya.

Jadi, saran saya, daripada bingung kapan harus serakah dan kapan harus takut, lebih baik luangkan waktu untuk membangun sistem trading sendiri. Dalam batas yang bisa dikendalikan, gantikan emosi dengan aturan, gantikan intuisi dengan rencana. Dengan begitu, kamu benar-benar bisa memahami inti dari kalimat Buffett, bukan sekadar mendengarkan saja.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan