AS Mengirim Proposal Perdamaian 15 Poin ke Iran

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

(MENAFN) Amerika Serikat telah mengirimkan proposal perdamaian 15 poin kepada Iran melalui Pakistan dalam upaya untuk menghentikan perang yang kini memasuki minggu keempat, lapor The New York Times pada hari Selasa, mengutip dua pejabat yang tidak disebutkan namanya.

Pemerintahan Trump sangat ingin “menemukan jalan keluar dari konflik saat menghadapi dampak ekonominya,” menurut laporan tersebut. Proposal tersebut mencakup program rudal balistik dan nuklir Iran serta membahas navigasi maritim melalui Selat Hormuz, kata The Times.

Namun, ada ketidakpastian signifikan seputar inisiatif tersebut. Masih belum jelas seberapa luas rencana itu disebarluaskan di antara pejabat Iran, apakah Teheran akan menerimanya sebagai dasar untuk negosiasi, atau apakah Israel telah menyetujui proposal tersebut, catat laporan itu.

Saluran 12 Israel secara terpisah mengonfirmasi pada hari Selasa bahwa Washington telah mengantarkan kerangka 15 poin kepada Teheran untuk gencatan senjata selama sebulan. Mengutip sumber yang mengetahui masalah tersebut, stasiun penyiaran melaporkan bahwa penasihat Presiden Donald Trump, Steve Witkoff dan Jared Kushner, memimpin inisiatif tersebut, membayangkan jeda segera selama 30 hari dalam permusuhan di mana rencana penuh akan diselesaikan.

Di bawah ketentuan yang diuraikan oleh media Israel, Iran akan diwajibkan untuk sepenuhnya membongkar kemampuan nuklirnya, menghentikan semua pengayaan uranium, dan mengeluarkan komitmen permanen untuk tidak pernah mengejar senjata nuklir. Teheran juga akan diwajibkan untuk menghentikan pendanaan dan pengadaan kekuatan proksi sekutu di seluruh wilayah dan menjamin akses internasional tanpa hambatan melalui Selat Hormuz.

Sebagai imbalannya, Washington dilaporkan menawarkan pelonggaran sanksi yang luas, dukungan untuk proyek energi nuklir sipil di fasilitas Bushehr Iran di selatan negara tersebut, dan penghapusan mekanisme “snapback” — ketentuan yang memungkinkan penerapan kembali sanksi PBB yang sebelumnya dicabut terhadap Iran.

Meskipun ada upaya diplomatik, tidak ada indikasi bahwa permusuhan mendekati penghentian. Gedung Putih mengonfirmasi pada hari Selasa bahwa serangan militer terhadap Iran terus berlanjut bahkan saat negosiasi masih berlangsung.

MENAFN25032026000045017169ID1110904208

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan