Pasar India Menguat Tetapi Volatilitas Tinggi di Tengah Ketidakpastian Hormuz

(MENAFN- AsiaNet News)

Pasar saham domestik dibuka dengan catatan positif pada hari Selasa, mengambil napas sejenak dari tekanan penjualan terbaru, dengan kedua indeks patokan mencatatkan kenaikan yang kuat dalam perdagangan awal. Namun, volatilitas pasar tetap tinggi di tengah ketidakpastian yang terus berlanjut terkait Selat Hormuz. Nifty 50 dibuka pada 22,878.45, meningkat 365.80 poin atau 1.62 persen, sementara BSE Sensex melesat naik 1,516.08 poin atau 2.09 persen untuk dibuka pada 74,212.47.

Pandangan Ahli Pasar

Ahli pasar mencatat bahwa meskipun ada pemulihan, ketidakpastian terus membebani sentimen investor. Ajay Bagga, ahli perbankan dan pasar, mengatakan kepada ANI, “Seseorang yang memanfaatkan keadaan saat dunia masih belum aman, maaf, hapus itu, ubah menjadi, Dunia Masih Belum Aman dari Selat Hormuz. Volatilitas besar berdasarkan postingan media sosial yang segera dibantah oleh lawan dan kemudian bantahan yang keras dibuat, sementara itu seseorang memperoleh keuntungan besar dengan mengambil posisi sebelum postingan dan pengumuman media sosial yang mempengaruhi pasar.”

Dia menambahkan bahwa sinyal global tetap campur aduk. “Pagi ini pasar Asia telah kehilangan beberapa keuntungan pembukaan mereka, harga minyak sedikit naik, dolar AS lebih kuat, emas dan perak turun seperti yang telah terjadi selama 25 hari terakhir, dan futures saham AS negatif 0.4 persen. Sangat menyenangkan melihat Gift Nifty naik 800 poin lebih malam tadi tetapi sekarang naik sekitar 350 poin dibandingkan penutupan pasar siang kemarin di India,” katanya.

Ketegangan Geopolitik dan Harga Minyak

Dalam langkah yang mengejutkan pada hari Senin, Presiden Trump menunda serangan militer yang direncanakan terhadap jaringan energi Iran selama lima hari, mengklaim kemajuan dalam negosiasi rahasia. Iran secara publik menolak pembicaraan ini sebagai “berita palsu,” dengan tetap menyatakan bahwa tidak ada dialog langsung yang terjadi. Meskipun penundaan, ketegangan global tetap tinggi karena Selat Hormuz tetap menjadi titik panas utama. Harga minyak mentah terus berada pada level tinggi, dengan minyak mentah Brent diperdagangkan pada USD 104 per barel, setelah sempat turun di bawah USD 99 per barel pada hari Senin.

Pembaruan Pasar Komoditas

Dalam segmen komoditas, harga emas terus menurun, dengan emas 24 karat dihargai Rp 137370 per 10 gram. Harga perak juga turun tajam lebih dari 3 persen menjadi Rp 217823 per kg.

Kinerja Sektoral

Indeks sektoral di NSE menunjukkan pembelian yang luas, dengan semua sektor dibuka di zona hijau. Nifty Auto melonjak lebih dari 2 persen, Nifty PSU Bank naik 2.40 persen, Nifty IT meningkat 1.46 persen, Nifty FMCG naik 1.44 persen, Nifty Metal melonjak 2.31 persen, Nifty Pharma maju 1.15 persen, dan Nifty Private Bank naik 1.62 persen.

Kinerja Pasar Global

Di pasar Asia lainnya, tren positif terlihat. Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0.75 persen menjadi 51920, Straits Times Singapura naik 0.13 persen menjadi 4849, indeks Hang Seng Hong Kong meningkat 1.75 persen menjadi 24797, indeks Weighted Taiwan tetap datar di 32697, dan indeks KOSPI Korea Selatan melonjak lebih dari 2 persen menjadi 5522.

Pasar AS juga ditutup lebih tinggi pada hari Senin. Dow Jones melonjak 1.38 persen untuk ditutup pada 46208, S & P 500 naik 1.15 persen menjadi 6581, dan Nasdaq meningkat 1.38 persen menjadi 21946. (ANI)

(Kecuali untuk judul, cerita ini belum diedit oleh staf Asianet Newsable English dan diterbitkan dari umpan sindikasi.)

MENAFN24032026007385015968ID1110897750

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan