Tiga Kepercayaan Besar yang Mendukung Pasar Saham AS: Perang Tidak Akan Bertahan Lama, Kredit Swasta Tidak Akan Meledak Menjadi Krisis, dan Trump Akan Selalu Menyelamatkan Pasar

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Sejak pecahnya perang Iran, pasar saham global mengalami tekanan, tetapi tekanan jualnya jauh lebih kecil dibandingkan dengan guncangan serupa dalam sejarah. Keyakinan yang mendasari investor untuk tetap diam adalah tiga kepercayaan yang kokoh: perang tidak akan berlangsung lama, kredit swasta tidak akan memicu krisis sistemik, dan pembuat kebijakan akhirnya akan turun tangan untuk mendukung pasar.

Indeks S&P 500 AS sejak dimulainya konflik telah turun lebih dari 3%, indeks STOXX 600 Eropa sedikit lebih dalam, tetapi sudah mulai stabil. Perlu dicatat bahwa kurang dari 20% saham di pasar maju berada dalam kondisi oversold secara teknis, dan pengambilan keuntungan masih terbatas, bahkan minggu lalu muncul pembelian kecil saat harga turun.

Tim analis strategi Bank of America, Michael Hartnett, menyebut fenomena ini sebagai pasar yang masih cenderung bullish—berdasarkan konsensus bahwa perang tidak akan berlangsung terlalu lama, kredit swasta tidak menimbulkan risiko sistemik, dan pembuat kebijakan biasanya akan membantu Wall Street.

Namun, analis strategi Barclays memperingatkan bahwa ketegangan pasar semakin meningkat. “Investor masih percaya bahwa opsi put Trump ada, dan ini menjadi alasan mengapa penurunan pasar saham global tidak sebesar guncangan minyak sebelumnya,” kata mereka, “tapi semakin lama Selat Hormuz diblokir, semakin jelas karakter stagflasi pasar.” Minggu ini, Federal Reserve, Bank Sentral Eropa, Bank of Japan, dan Bank of England akan mengadakan pertemuan kebijakan, saat harga minyak berfluktuasi di sekitar 100 dolar AS per barel, dan pernyataan kebijakan dari masing-masing bank sentral akan menjadi perhatian utama pasar.

Mengapa Penjualan Belum Juga Terjadi

Dari segi struktur pasar, pelepasan risiko kali ini menunjukkan pola yang cukup selektif. Tim Bank of America menunjukkan bahwa, arus keluar dana terutama terkonsentrasi pada obligasi berimbal tinggi, utang pasar berkembang, dan saham keuangan, sementara posisi di pasar utama belum mencapai level yang memicu sinyal pembelian balik berupa ‘panik pasar bearish’.

Bank of America berpendapat bahwa akhir dari koreksi biasanya membutuhkan tiga kondisi: aset oversold mencapai dasar, aset overbought dijual, dan aset safe haven tidak lagi diminati. “Serangkaian proses ini sedang berlangsung, yang berarti begitu pembuat kebijakan merespons, tekanan jual akan segera berkurang,” kata mereka.

Sementara itu, lonjakan kebutuhan lindung nilai di pasar juga mencerminkan kekhawatiran mendalam dari investor. Anthony Benichou, pakar penjualan lintas aset Liquidnet Alpha, menunjukkan bahwa, VIX skewness mendekati level tertinggi dalam sejarah dibandingkan volatilitas implied normal, yang menunjukkan pasar sedang membayar premi tinggi untuk risiko ekstrem, ini adalah ‘tanda klasik dari suasana pesimis ekstrem’. Namun, dia juga memperingatkan bahwa leverage paksa dan aliran dana sistemik masih dapat menyebabkan fluktuasi besar ke dua arah.

Respons Kebijakan Menjadi Variabel Kunci

Arah situasi saat ini menunjukkan dualisme yang jelas: jika harga minyak melonjak tajam lalu cepat kembali turun, tekanan inflasi akan dianggap sementara, dan dampaknya terhadap pertumbuhan akan tetap moderat—Menurut analis Barclays, dalam skenario ini, bank sentral mungkin memilih untuk menangguhkan kenaikan harga sementara, yang akhirnya akan menguntungkan aset risiko. Sebaliknya, jika inflasi dan pertumbuhan sama-sama tertekan dan risiko resesi muncul, pasar saham akan menghadapi kerentanan penurunan yang lebih besar.

Tekanan politik juga tidak boleh diabaikan. Dampak perang terhadap inflasi dan biaya hidup mungkin memaksa pemerintah AS untuk mencari penyelesaian cepat sebelum pemilihan paruh waktu. Sementara itu, ruang kebijakan bank sentral juga semakin menyempit—pasar swap telah sepenuhnya memperhitungkan kenaikan suku bunga di Eropa, ekspektasi penurunan suku bunga di Inggris telah dicabut, dan ekspektasi penurunan suku bunga di AS mulai berkurang.

“Kami saat ini berada dalam tahap di mana investor menunggu respons kebijakan yang mungkin,” kata Benoit Peloille, Chief Investment Officer Wealth Management Natixis, “Jika konflik berlangsung lebih lama, bank sentral juga akan merespons dalam bentuk apapun, meskipun saat ini belum sampai ke sana.”

Peringatan Risiko dan Ketentuan Pengesampingan

Pasar memiliki risiko, investasi harus dilakukan dengan hati-hati. Artikel ini tidak merupakan saran investasi pribadi, dan tidak mempertimbangkan tujuan investasi, kondisi keuangan, atau kebutuhan khusus pengguna. Pengguna harus menilai apakah pendapat, pandangan, atau kesimpulan dalam artikel ini sesuai dengan kondisi mereka. Investasi berdasarkan hal tersebut menjadi tanggung jawab sendiri.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan