Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Bitcoin hilang dari dompet dingin polisi Korea Selatan, mengungkap kerentanan pengelolaan aset pemerintah
Risiko pengelolaan aset kripto kembali muncul ke permukaan. Laporan terbaru menunjukkan bahwa Kantor Polisi Gangnam, Seoul, Korea Selatan, menemukan bahwa 22 Bitcoin yang disita dan disimpan di dompet dingin sejak 2021 telah dipindahkan, menyebabkan kehilangan aset senilai sekitar 1,5 juta dolar AS. Aset kripto yang disita ini disimpan di dompet dingin selama bertahun-tahun, namun tiba-tiba hilang dalam penyelidikan rutin, mengungkapkan celah serius dalam pengelolaan aset digital oleh lembaga pemerintah.
Kapan 22 Bitcoin Menghilang Tidak Diketahui
Menurut informasi resmi, kehilangan Bitcoin ini tidak terdeteksi selama jangka waktu yang lama, baru terungkap belakangan ini. Perlu dicatat bahwa perangkat USB yang menyimpan aset tersebut dalam kondisi baik dan utuh, yang berarti kehilangan dana bukan disebabkan oleh kerusakan perangkat keras atau pencurian sederhana, melainkan mengarah pada masalah pengelolaan yang lebih kompleks. Kantor Polisi Wilayah Gyeonggi Utara telah memulai penyelidikan khusus untuk menentukan waktu, proses, dan apakah ada keterlibatan internal dalam kehilangan dana tersebut.
Situs Phishing Menjadi Celah, Pengelolaan Aset Nasional Terus Bermasalah
Penemuan kasus ini berawal dari inspeksi khusus pengelolaan barang sita secara nasional. Inspeksi ini dipicu oleh pengungkapan kasus kehilangan besar sebelumnya oleh Kejaksaan Negeri Gwangju—di mana petugas pengelola bukti secara tidak sengaja mengakses situs phishing, menyebabkan pencurian 320 Bitcoin dari barang sita. Dari 320 Bitcoin menjadi 22 Bitcoin, berbagai lembaga pemerintah di berbagai daerah mengalami insiden keamanan serupa dalam pengelolaan aset kripto, mengungkapkan adanya celah sistemik mulai dari keamanan dompet dingin hingga kesadaran perlindungan karyawan.
Dompet Dingin Gagal, Sistem Pengelolaan Aset Perlu Ditingkatkan
Serangkaian kejadian ini secara kuat mencerminkan fenomena bahwa meskipun menggunakan metode penyimpanan dompet dingin yang dianggap paling aman oleh industri, aset kripto yang disita pemerintah tetap rentan terhadap pencurian. Akar permasalahannya terletak pada kenyataan bahwa keamanan dompet dingin pun tidak mampu menahan kekacauan pengelolaan internal dan lemahnya kesadaran perlindungan karyawan. Ke depan, otoritas terkait di Korea Selatan perlu membangun standar pengelolaan aset yang lebih ketat, termasuk pemisahan hak akses, verifikasi ganda, audit berkala, dan langkah-langkah lain untuk mencegah kejadian kehilangan aset serupa terulang kembali.