Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Pasar EV Mengalami Kendala pada 2026: Perubahan Kebijakan China Memicu Perlambatan Global
Sektor kendaraan listrik mengalami hambatan besar pada Januari 2026, dengan penjualan global yang menyusut tajam karena perubahan kebijakan yang menyebar ke pasar utama. Penurunan ini menandai titik balik dalam momentum industri EV, menunjukkan betapa sensitifnya sektor ini terhadap perubahan regulasi dan struktur insentif. Alat analisis data dan pasar menggambarkan gambaran yang kompleks: sementara beberapa wilayah mempercepat, yang lain terhenti saat awal tahun.
Perubahan Kebijakan China Menjadi Hambatan Utama
Pasar EV China mengalami perlambatan paling dramatis, dengan penjualan turun 20% tahun-ke-tahun dan 55% bulan-ke-bulan dari Desember 2025, menurut Benchmark Mineral Intelligence. Penyebab utama hambatan ini jelas: pengenalan pajak pembelian 5% untuk kendaraan listrik, menandai berakhirnya pembebasan pajak yang berlaku sejak 2014. Bersamaan dengan program insentif trade-in yang kurang menguntungkan, penyesuaian kebijakan ini secara fundamental mengubah lanskap pembelian bagi konsumen China.
Transformasi ini mengarahkan pasar EV China ke lingkungan yang lebih kompetitif dan berbasis pasar. Perubahan kebijakan ini datang di saat yang menantang bagi produsen EV global, terutama Tesla, yang mencatat penurunan penjualan tahunan pertamanya di China selama 2025. Bagi produsen mobil yang sudah terbiasa dengan pertumbuhan pesat di pasar EV terbesar di dunia, perlambatan ini merupakan penyesuaian besar terhadap strategi bisnis.
Amerika Serikat Menghadapi Tantangan Terberat Sejak 2022
Amerika Utara menghadapi kondisi pasar yang sangat keras, dengan penjualan EV di AS turun 33% tahun-ke-tahun pada Januari 2026—pencapaian terendah sejak awal 2022. Penurunan ini mengikuti berakhirnya kredit pajak EV federal pada September 2025, yang merupakan mekanisme dukungan penting yang meningkatkan permintaan di seluruh sektor.
Produsen utama seperti Ford, General Motors, dan Stellantis merespons dengan menyesuaikan strategi EV mereka dan menanggung kerugian keuangan yang signifikan. Hilangnya insentif pembelian federal secara fundamental mengubah ekonomi bagi konsumen, menghilangkan salah satu faktor utama yang membuat kepemilikan EV lebih menarik dibandingkan kendaraan tradisional.
Eropa Menunjukkan Ketahanan Meski Lemah di Desember
Eropa menunjukkan gambaran yang berbeda, dengan penjualan lebih dari 320.000 EV pada Januari—naik 24% tahun-ke-tahun, meskipun mengalami penurunan 33% dari Desember 2025. Kekuatan relatif wilayah ini mencerminkan dukungan kebijakan yang agresif untuk mencapai target pengurangan emisi EU. Subsidi secara strategis diperkenalkan kembali di pasar utama seperti Jerman, Prancis, dan Inggris, memberikan insentif pembelian yang diperbarui kepada konsumen.
Yang menarik, tahun 2025 menandai momen penting bagi Eropa: kendaraan listrik melampaui kendaraan berbahan bakar bensin dalam pangsa pasar gabungan untuk pertama kalinya. Tonggak ini menegaskan komitmen wilayah tersebut untuk mempercepat transisi EV, meskipun pasar utama lainnya menghadapi hambatan.
Ikhtisar Global: Sinyal Campuran di Berbagai Pasar
Secara global, penjualan kendaraan listrik mencapai 1,2 juta unit pada Januari 2026, menurun 3% dari tahun sebelumnya dan 44% dari puncak musiman Desember. Performa yang campur aduk ini menyembunyikan variasi regional yang signifikan. Di luar pasar maju utama, ekonomi berkembang menunjukkan momentum yang mengejutkan, dengan Korea Selatan, Brasil, dan Thailand hampir menggandakan penjualan EV mereka. Pockets pertumbuhan ini menunjukkan bahwa meskipun hambatan nyata di pasar mapan, transisi EV global tetap tidak merata dan berkecepatan berbeda.
Data Januari 2026 menegaskan sebuah kenyataan penting: masa depan sektor EV lebih bergantung pada keberlanjutan kebijakan pendukung dan daya beli konsumen daripada sekadar ekspansi pasokan. Saat negara-negara meninjau kembali kerangka insentif mereka, produsen dan investor harus menavigasi lanskap global yang semakin berbeda, di mana pilihan kebijakan regional secara fundamental mengubah dinamika pasar.