Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Uni Eropa Menyatakan Memberdayakan Wanita Afghanistan Kunci Ketahanan Ekonomi Negara
(MENAFN- Khaama Press) ** Perwakilan Uni Eropa di Afghanistan mengatakan bahwa perempuan Afghanistan memainkan peran yang menentukan dan tak tergantikan dalam membentuk masa depan negara tersebut.**
Veronika Boskovic Pohar mengatakan pada hari Minggu, bertepatan dengan Hari Perempuan Internasional, bahwa memberdayakan perempuan secara ekonomi bukan hanya soal hak, tetapi juga penting untuk ketahanan ekonomi Afghanistan.
Dia menekankan dalam pesan di X bahwa memperkuat partisipasi perempuan dalam ekonomi sangat penting untuk stabilitas jangka panjang dan pembangunan berkelanjutan di negara tersebut.
Pernyataannya muncul saat perempuan Afghanistan terus menghadapi pembatasan besar dalam pendidikan, pekerjaan, dan partisipasi dalam kehidupan publik.
Sejak Taliban kembali berkuasa pada tahun 2021, gadis dan perempuan dilarang menghadiri sekolah menengah dan universitas serta menghadapi pembatasan luas dalam bekerja di banyak sektor.
Kebijakan ini memaksa banyak keluarga kehilangan sumber penghasilan penting dan secara tajam mengurangi partisipasi perempuan dalam kehidupan sosial dan ekonomi Afghanistan.
Organisasi internasional, termasuk Uni Eropa, berulang kali memperingatkan bahwa mengeluarkan perempuan dari pendidikan dan aktivitas ekonomi dapat memperburuk ketidaksetaraan dan menghambat pembangunan jangka panjang Afghanistan.