Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Sinyal keruntuhan Bitcoin 50.000 dolar, apakah alarm peringatan resesi semakin keras?
Strategi makroekonomi dari Bloomberg Intelligence, Mike McGlone, baru-baru ini mengeluarkan peringatan serius bahwa penurunan tajam di pasar cryptocurrency mungkin bukan sekadar koreksi biasa. Ia menyebutkan bahwa Bitcoin saat ini bisa jatuh di bawah harga 50.000 dolar dari level saat ini sebesar 67.340 dolar, bahkan secara ekstrem bisa turun hingga kisaran 10.000 dolar. Ia mengkhawatirkan bahwa hal ini bisa menjadi sinyal peningkatan stres keuangan yang mengindikasikan risiko resesi di Amerika Serikat.
Peringatan McGlone: Peningkatan Stres Keuangan dan Krisis Bitcoin
Menurut McGlone, pasar saat ini sedang menghadapi akhir dari psikologi “beli saat diskon” yang telah berlangsung selama lebih dari 15 tahun sejak krisis keuangan global 2008. Ia menganalisis bahwa fenomena ini tidak hanya berlaku untuk cryptocurrency, tetapi juga menandai perubahan struktural yang luas di pasar keuangan.
Secara khusus, McGlone menyebutkan bahwa jika Bitcoin turun di bawah garis 50.000 dolar, hal ini kemungkinan besar mencerminkan kelemahan beta yang lebih luas di pasar saham. Dalam model analisisnya, jika indeks S&P 500 terkoreksi ke level sekitar 5.600, maka Bitcoin diperkirakan akan tetap berada di sekitar 50.000 dolar secara proporsional. Dalam skenario penurunan yang lebih ekstrem, ia menyebutkan bahwa Bitcoin bisa kembali ke kisaran 10.000 dolar.
McGlone juga menyatakan bahwa “gelembung cryptocurrency sedang runtuh” dan “euforia Trump mencapai puncaknya dan menyebar ke seluruh pasar.” Menurutnya, kondisi psikologis ekstrem ini dapat menyebabkan koreksi pasar yang besar dan sekaligus melemahkan strategi pembelian aset risiko yang sebelumnya dilakukan.
Isyarat dari Indikator Makroekonomi
McGlone mengacu pada beberapa indikator makroekonomi sebagai sinyal bahaya. Ia menyebutkan bahwa kapitalisasi pasar saham AS telah mencapai level tertinggi dalam sekitar 100 tahun dibandingkan PDB, menandai adanya gelembung pasar yang sangat tidak biasa.
Selain itu, volatilitas 180 hari dari indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 telah turun ke level terendah dalam sekitar 8 tahun terakhir. McGlone menekankan betapa tidak normalnya lingkungan dengan volatilitas rendah ini dan memperingatkan bahwa suatu saat kondisi ini pasti akan mengalami koreksi.
Menariknya, emas dan perak saat ini menunjukkan keuntungan dengan kecepatan yang jarang terlihat selama sekitar 50 tahun terakhir, dan meningkatnya volatilitas ini berpotensi menyebar ke pasar saham. Hal ini menunjukkan kemungkinan adanya penyesuaian posisi antara aset safe haven dan aset risiko yang mendekati.
Penilaian Berbeda dari Para Pakar Pasar
Co-founder AdLunam, Jason Fernandez, menawarkan pandangan berbeda terhadap skenario McGlone. Ia menegaskan bahwa agar Bitcoin turun di bawah 50.000 dolar, bukan hanya koreksi pasar biasa, melainkan diperlukan “guncangan sistemik yang serius.”
Menurut Fernandez, penurunan Bitcoin dari harga saat ini ke sekitar 10.000 dolar akan membutuhkan pengurangan likuiditas secara drastis, pelebaran spread kredit, pengurangan leverage secara paksa di seluruh dana, serta penurunan saham yang kacau dan tidak teratur. Ia menegaskan bahwa ini bukan sekadar perlambatan ekonomi, melainkan mengindikasikan “resesi dan stres keuangan.”
Fernandez juga menilai bahwa penurunan di bawah 50.000 dolar, bahkan hingga 10.000 dolar, termasuk dalam kategori “risiko ekor (tail risk)” yang rendah kemungkinannya. Alasannya, untuk terjadinya keruntuhan ekstrem tersebut, diperlukan skenario seperti kekurangan likuiditas global akibat guncangan kredit atau kesalahan kebijakan yang ekstrem.
Ia menambahkan bahwa pasar juga mungkin secara bertahap menyesuaikan kelebihan melalui waktu, rotasi sektor, atau pengurangan inflasi, sehingga pasar bisa stabil kembali dengan koreksi di kisaran 40.000 hingga 50.000 dolar.
Apakah 50.000 Dolar Akan Menjadi Titik Kritis Bitcoin?
Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di sekitar 67.340 dolar, setelah mengalami volatilitas dari 65.395 dolar pada pertengahan Februari hingga mencapai 70.841 dolar. Garis 50.000 dolar berarti penurunan lebih dari 25% dari harga saat ini, yang bisa menjadi titik kritis di mana terjadi perubahan struktural pasar.
Perbedaan pendapat antara McGlone dan Fernandez pada dasarnya terletak pada “jalur” koreksi pasar. McGlone melihat kondisi overheat saat ini berpotensi menyebabkan keruntuhan yang cepat, sementara Fernandez lebih cenderung menilai kemungkinan koreksi secara bertahap.
Keduanya sepakat bahwa jika Bitcoin turun di bawah 50.000 dolar, hal ini sangat terkait dengan resesi dan stres keuangan. Bagi investor, level ini bukan sekadar angka harga, melainkan indikator penting untuk menilai kesehatan makroekonomi secara keseluruhan.