Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Kamar Dagang dan Industri Filipina: Serangan AS dan Israel terhadap Iran dapat memberikan dampak besar bagi ekonomi Filipina
Asosiasi Perdagangan Filipina baru-baru ini mengeluarkan pernyataan bahwa serangan AS dan Israel terhadap Iran telah menyebabkan peningkatan signifikan dalam situasi geopolitik di Timur Tengah, yang berpotensi memberikan dampak negatif besar terhadap tenaga kerja luar negeri dan perekonomian Filipina. Dalam pernyataannya, Asosiasi Perdagangan Filipina menyebutkan bahwa saat ini ada lebih dari 2 juta tenaga kerja luar negeri Filipina yang bekerja dan tinggal di kawasan Timur Tengah, dan mendesak pihak terkait untuk segera mengaktifkan rencana darurat, menjaga komunikasi yang erat dengan tenaga kerja luar negeri, serta mempercepat pelaksanaan rencana evakuasi jika diperlukan. Lembaga ini menuntut agar pemerintah Filipina memastikan bahwa tenaga kerja luar negeri yang kembali ke tanah air mendapatkan dukungan untuk penghidupan dan bantuan untuk mendapatkan pekerjaan kembali. Filipina juga menyatakan bahwa minyak mentah utama yang diimpor berasal dari Timur Tengah, dan kekhawatiran pasar terhadap ketidakstabilan situasi telah menyebabkan lonjakan harga minyak internasional. Pemerintah Filipina harus aktif mencari sumber energi alternatif. Lembaga ini memperingatkan bahwa kenaikan biaya bahan bakar, terganggunya rantai pasokan, serta potensi penurunan remitansi dapat kembali mendorong inflasi dan melemahkan daya beli masyarakat Filipina. (Xinhua)