Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Buka escape room, dipilih di tengah-tengah tiga kawasan bisnis.
Pikir bisa menarik lalu lintas dari ketiga pihak, hasilnya rugi 60 juta.
Logika aneh ini, saya dengar saja sudah naik darah.
Bukan berbisnis, ini beramal.
Posisi apa yang dia pilih?
A, B, C ketiga kawasan bisnis sama-sama ramai.
Dia tidak memilih salah satunya, malah memilih di tengah-tengah persimpangan.
Alasannya terdengar cukup bagus.
Sewa murah, orang di sekitar juga bisa datang.
Saya langsung tanya padanya.
Apakah ada kemungkinan.
Karena lalu lintas di A, B, C tidak datang, makanya sewa di sini murah?
Dia tidak mengerti.
Akhirnya toko tutup, 60 juta hilang.
Logika pemilihan lokasi seperti ini, saya sudah sering lihat.
Mengira sewa murah itu peluang.
Mengira posisi yang agak jauh tapi bisa menjangkau sekitar.
Mengira aroma minuman keras tidak takut lorong sempit.
Semua cuma khayalan, tanpa data.
Pemilihan lokasi toko fisik hanya satu inti.
Di mana orang lalu lintas, di situ juga kamu.
Bukan kamu merasa orang lalu lintas harus di mana.
Bukan kamu menggambar lingkaran lalu lintas akan datang.
Tapi benar-benar ada orang lewat, benar-benar ada yang masuk toko.
Mengapa di tengah-tengah tiga kawasan bisnis adalah posisi mati?
Karena lalu lintas orang punya tujuan.
Yang pergi ke A untuk belanja, tidak akan berbelok ke sini.
Yang pergi ke B untuk makan, tidak akan berbelok khusus.
Yang ke C untuk hiburan, tidak akan berjalan lima ratus meter lebih jauh.
Apa yang kamu anggap sebagai jangkauan, sebenarnya adalah sudut mati.
Sewa murah ada alasannya.
Bukan karena pemilik baik hati, tapi posisi ini tidak berharga.
Posisi yang benar-benar bisa menghasilkan uang, sewa tidak akan murah.
Sewa murah sendiri adalah sinyal risiko.
Bisnis escape room ini, lebih bergantung pada lokasi.
Bukan kebutuhan pokok, tapi konsumsi impulsif.
Lihat lewat, mungkin masuk main.
Datang khusus, hampir pasti tidak berhasil.
Pilih lokasi yang sepi, sama dengan bunuh diri.
Saya sudah lihat banyak kasus seperti ini.
Buka restoran, pilih di belakang gedung perkantoran, pikir para pekerja akan berbelok ke sana.
Buka toko ritel, pilih di sudut kompleks perumahan, pikir warga akan datang khusus.
Buka hiburan, pilih di pinggiran kawasan bisnis, pikir bisa ikut arus lalu lintas.
Akhirnya semuanya tutup.
Berikan tiga saran penyelamatan bagi yang ingin membuka toko fisik.
Pertama, pantau lalu lintas orang secara langsung.
Jangan percaya agen properti, jangan percaya janji pemilik.
Duduk sendiri selama seminggu, hitung dua jam pagi, siang, dan malam.
Data tidak pernah berbohong.
Kedua, lihat tingkat keberhasilan pesaing.
Apa toko yang pernah buka di lokasi ini?
Kenapa tutup?
Kalau sudah tiga kali tutup, jangan sentuh.
Ketiga, proporsi sewa jangan lebih dari 20%.
Perkiraan omzet, sewa tidak boleh lebih dari 20%.
Kalau lebih, berarti kamu kerja buat pemilik.
Posisi terbaik sekalipun, harus dihitung.
Banyak orang bilang, posisi jelek bisa ditutupi dengan pemasaran.
Bomoh.
Pemasaran bisa menarik sesaat, tidak bisa menarik selamanya.
Setiap hari buka, itu biaya sewa, listrik, tenaga kerja.
Berapa banyak uang yang kamu punya untuk dibakar?
Akhirnya, katakan yang sebenarnya.
60 juta untuk pelajaran, mahal.
Tapi orang seperti ini, nanti tetap berani.
Karena dia tidak merasa salah, merasa keberuntungan buruk.
Pemahaman tidak cukup, berapa banyak kerugian yang dia tanggung.
Jangan berkhayal, jangan berharap keberuntungan, jangan berjudi.
Di mana orang lalu lintas, di situ juga kamu.
Sederhana saja.
Pelan-pelan, stabil, jangan terburu-buru.
Hidup itu lebih penting dari apa pun.