Serangan Iran: UAE Tidak Terlibat Dalam Perang, Serukan Dialog Posisi Dijelaskan Dalam 9 Poin

(MENAFN- Khaleej Times)

UEA telah menyerukan pengekangan dan dialog diplomatik yang serius untuk meredakan ketegangan regional, sambil menegaskan hak sahnya untuk merespons sesuai hukum internasional

** DIPUBLIKASIKAN:** Rabu 4 Mar 2026, 13:27

Oleh:
Sahim Salim
Tambahkan sebagai sumber favorit di Google

Bagikan:

UEA telah menjelaskan posisinya setelah serangan Iran yang menargetkan negara tersebut, menegaskan bahwa mereka bukan pihak yang terlibat dalam perang sambil menegaskan haknya untuk membela diri dan menyerukan solusi diplomatik.

Serangan, yang melibatkan misil balistik dan drone, menargetkan “warga sipil dan objek sipil” sejak 28 Februari, mengakibatkan tiga warga meninggal dunia.

Rekomendasi Untuk Anda Saudi umumkan hari libur Idul Fitri untuk sektor swasta dan pemerintah

Namun, UEA belum mengambil keputusan untuk “mengubah posisi pertahanan mereka sebagai tanggapan terhadap serangan Iran yang berulang”.

Berikut poin-poin utama yang disampaikan otoritas:

** 1. UEA bukan pihak dalam perang**

Dalam pernyataan, Kementerian Luar Negeri (MoFA) mengatakan bahwa UEA tidak mengizinkan penggunaan wilayah, perairan teritorial, atau ruang udara mereka untuk serangan terhadap Iran.

Reem Al Hashimy, Menteri Negara untuk Kerjasama Internasional, mengulangi posisi “yang telah lama dan secara jelas dinyatakan bahwa wilayahnya tidak akan digunakan untuk tindakan militer terhadap Iran” selama briefing media Pemerintah UEA pada hari Rabu.

** 2. Menghadapi lebih dari 1.000 serangan**

MoFA menyatakan bahwa negara tersebut telah mengalami lebih dari 1.000 serangan Iran, angka yang digambarkan melebihi total serangan yang dihadapi semua negara target lainnya secara gabungan.

Serangan ini termasuk misil balistik, misil jelajah, dan drone.

** 3. Hak untuk merespons**

UEA mempertahankan “hak penuh dan sah” untuk merespons serangan Iran sesuai hukum internasional demi melindungi kedaulatan, keamanan, dan integritas wilayahnya.

Dalam pernyataan yang disampaikan oleh Shahad Matar, Wakil Tetap UEA untuk PBB dan Organisasi Internasional lainnya di Jenewa, dia mengatakan bahwa “agresi terang-terangan merupakan pelanggaran nyata terhadap kedaulatan negara dan mengabaikan prinsip-prinsip hukum internasional serta Piagam PBB”.

Dalam pernyataan terpisah, MoFA menyatakan bahwa UEA mempertahankan “hak sah untuk membela diri”.

** 4. UEA menolak penggunaan wilayah untuk memperluas konflik**

Shahad Matar menegaskan “penolakan tegas” UEA terhadap penggunaan wilayahnya sebagai platform untuk “menyelesaikan skor atau memperluas cakupan konflik”.

Dia juga mengutuk serangan yang menargetkan negara-negara Dewan Kerjasama Teluk dan negara Arab di kawasan, menegaskan “solidaritas penuh” dengan negara-negara saudara.

** 5. Penghentian segera serangan**

Al Hashimy menyerukan penghentian segera semua serangan terhadap UEA dan negara tetangga.

Dia memperingatkan bahwa serangan berkelanjutan akan “berdampak negatif pada hubungan bilateral dan mempengaruhi jalur politik, ekonomi, dan perdagangan”.

** 6. Dialog dan solusi diplomatik**

Al Hashimy menegaskan komitmen UEA terhadap de-eskalasi dan dialog diplomatik yang serius.

Shahad Matar juga menyerukan pengekangan, menyatakan bahwa solusi diplomatik tetap menjadi cara terbaik untuk menjaga keamanan regional.

** 7. Mencegah eskalasi**

Meskipun peristiwa ini serius, Al Hashimy mengatakan posisi UEA tetap terukur dan strategis, fokus pada pencegahan eskalasi sambil membela kedaulatan mereka.

Dia menegaskan bahwa eskalasi militer tidak akan membawa stabilitas yang langgeng.

** 8. Langkah diplomatik terhadap Iran**

Al Hashimy mengonfirmasi bahwa UEA telah mengambil langkah diplomatik sebagai tanggapan terhadap serangan, termasuk:

  • Menutup kedutaan UEA di Teheran
  • Menarik misi diplomatiknya
  • Memanggil duta besar Iran untuk menyampaikan nota protes resmi

** 9. Keamanan GCC tidak terpisahkan**

Al Hashimy menegaskan bahwa keamanan negara-negara anggota Dewan Kerjasama Teluk tidak terpisahkan, memperingatkan bahwa pelanggaran terhadap kedaulatan salah satu negara Teluk mengancam keamanan kawasan.

Dia juga menyerukan Dewan Keamanan PBB dan komunitas internasional untuk mengutuk serangan dan mencegah terulangnya kejadian tersebut.

Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan