Sekelompok wisatawan dari Telangana dan Andhra Pradesh, termasuk Salmon Raj yang tinggal di Hyderabad, meminta bantuan mendesak dari pemerintah pusat dan pemerintah negara bagian setelah mereka terdampar di Bahrain di tengah meningkatnya ketegangan di Asia Barat. Kelompok ini telah melakukan perjalanan ke Bahrain dengan visa wisata pada 24 Februari dan dijadwalkan kembali ke Hyderabad setelah empat hari. Namun, rencana keberangkatan mereka terganggu akibat permusuhan mendadak yang menyebabkan penutupan bandara dan pembatalan penerbangan.
‘Bom Jatuh’: Permohonan Evakuasi Wisatawan
Dalam pesan video, Salmon Raj memohon kepada pemerintah pusat dan pemerintah negara bagian untuk evakuasi segera. “Kami meminta bantuan dari Pemerintah India dan Pemerintah Andhra Pradesh serta Telangana. Kami datang ke sini dengan visa wisata, dan saat kami pergi ke bandara untuk kembali, bom sedang jatuh, dan rudal ditembakkan. Meja check-in ditutup, dan tidak ada respons yang memadai,” kata Raj.
Menggambarkan situasi sebagai “sangat berbahaya,” dia menambahkan bahwa beberapa orang lanjut usia termasuk dalam kelompok dan sedang berjuang tanpa akses ke obat-obatan penting. “Beberapa dari kami menderita diabetes dan tekanan darah tinggi. Tanpa resep, obat-obatan tidak diberikan di sini. Kami tinggal di apartemen yang penuh sesak, dan kondisi kami sangat buruk. Orang-orang Telugu di sini entah bagaimana memberi kami satu makanan sehari,” ujarnya.
Raj mendesak Perdana Menteri Narendra Modi, Menteri Utama Andhra Pradesh N Chandrababu Naidu, dan Menteri Utama Telangana A Revanth Reddy untuk turun tangan. “Kami memohon agar Anda mengatur transportasi aman untuk kami kembali ke tanah air secepatnya,” katanya.
Anggota Lansia Menghadapi Kesulitan
Seorang wanita lanjut usia dalam kelompok mengulangi permohonan tersebut, mengatakan dana mereka telah habis. “Uang kami sudah habis. Bahkan untuk makan saja sulit. Keluarga kami di India khawatir. Tolong bantu kami pulang ke rumah,” katanya.
Seorang wanita berusia 73 tahun lainnya mengatakan obat tekanan darah dan diabetesnya telah habis. “Mereka tidak memberikan obat tanpa resep. Tolong tunjukkan belas kasih dan bantu kami pulang dengan cepat,” pintanya. (ANI)
(Kecuali judul, cerita ini belum diedit oleh staf Asianet Newsable English dan dipublikasikan dari feed sindikasi.)
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Turis Telangana, Andhra Terjebak di Bahrain Minta Evakuasi Segera
(MENAFN- AsiaNet News)
Sekelompok wisatawan dari Telangana dan Andhra Pradesh, termasuk Salmon Raj yang tinggal di Hyderabad, meminta bantuan mendesak dari pemerintah pusat dan pemerintah negara bagian setelah mereka terdampar di Bahrain di tengah meningkatnya ketegangan di Asia Barat. Kelompok ini telah melakukan perjalanan ke Bahrain dengan visa wisata pada 24 Februari dan dijadwalkan kembali ke Hyderabad setelah empat hari. Namun, rencana keberangkatan mereka terganggu akibat permusuhan mendadak yang menyebabkan penutupan bandara dan pembatalan penerbangan.
‘Bom Jatuh’: Permohonan Evakuasi Wisatawan
Dalam pesan video, Salmon Raj memohon kepada pemerintah pusat dan pemerintah negara bagian untuk evakuasi segera. “Kami meminta bantuan dari Pemerintah India dan Pemerintah Andhra Pradesh serta Telangana. Kami datang ke sini dengan visa wisata, dan saat kami pergi ke bandara untuk kembali, bom sedang jatuh, dan rudal ditembakkan. Meja check-in ditutup, dan tidak ada respons yang memadai,” kata Raj.
Menggambarkan situasi sebagai “sangat berbahaya,” dia menambahkan bahwa beberapa orang lanjut usia termasuk dalam kelompok dan sedang berjuang tanpa akses ke obat-obatan penting. “Beberapa dari kami menderita diabetes dan tekanan darah tinggi. Tanpa resep, obat-obatan tidak diberikan di sini. Kami tinggal di apartemen yang penuh sesak, dan kondisi kami sangat buruk. Orang-orang Telugu di sini entah bagaimana memberi kami satu makanan sehari,” ujarnya.
Raj mendesak Perdana Menteri Narendra Modi, Menteri Utama Andhra Pradesh N Chandrababu Naidu, dan Menteri Utama Telangana A Revanth Reddy untuk turun tangan. “Kami memohon agar Anda mengatur transportasi aman untuk kami kembali ke tanah air secepatnya,” katanya.
Anggota Lansia Menghadapi Kesulitan
Seorang wanita lanjut usia dalam kelompok mengulangi permohonan tersebut, mengatakan dana mereka telah habis. “Uang kami sudah habis. Bahkan untuk makan saja sulit. Keluarga kami di India khawatir. Tolong bantu kami pulang ke rumah,” katanya.
Seorang wanita berusia 73 tahun lainnya mengatakan obat tekanan darah dan diabetesnya telah habis. “Mereka tidak memberikan obat tanpa resep. Tolong tunjukkan belas kasih dan bantu kami pulang dengan cepat,” pintanya. (ANI)
(Kecuali judul, cerita ini belum diedit oleh staf Asianet Newsable English dan dipublikasikan dari feed sindikasi.)