Investing.com - Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Federal Reserve pada hari Selasa, usaha kecil di Amerika Serikat menghadapi tantangan besar akibat kenaikan biaya terkait tarif dan inflasi pada tahun 2025.
Survei kredit usaha kecil yang dilakukan oleh 12 bank Federal Reserve regional menemukan bahwa peningkatan biaya barang, jasa, dan upah adalah tantangan paling umum yang dihadapi usaha kecil tahun lalu.
Lebih dari 40% perusahaan yang disurvei menyatakan bahwa kenaikan biaya terkait tarif menjadi tantangan keuangan, dengan tekanan terbesar dirasakan oleh perusahaan ritel dan manufaktur. Di antara perusahaan yang menghadapi kenaikan biaya terkait tarif, 76% mengalihkan sebagian biaya yang lebih tinggi kepada pelanggan, sementara 60% menanggung sebagian biaya tersebut sendiri.
Hampir setengah dari perusahaan melaporkan bahwa sebagian bahan baku berasal dari luar negeri. Laporan menunjukkan bahwa sebagian besar dari perusahaan ini mengalami kenaikan harga bahan impor dari luar negeri antara tahun 2024 dan 2025.
Pantau data ekonomi penting secara real-time di InvestingPro — nikmati diskon 50%.
Survei menemukan bahwa perusahaan tidak mengatasi kenaikan biaya dengan mengganti pemasok atau memindahkan bisnis ke dalam negeri.
Sistem tarif yang diterapkan oleh Presiden Trump pada tahun 2025 memperburuk inflasi, dan pejabat Federal Reserve sebagian besar menyalahkan kenaikan inflasi di atas target 2% pada peningkatan pajak. Sebagian besar pejabat Fed memperkirakan pengaruh tarif akan berkurang tahun ini.
Pemerintah Trump terus menyatakan bahwa tarif dibayar oleh entitas asing, bertujuan untuk mengembalikan industri ke dalam negeri dan menciptakan pendapatan bagi pemerintah. Tarif juga digunakan sebagai alat kebijakan luar negeri.
Laporan terbaru dari Federal Reserve New York dan Congressional Budget Office menemukan bahwa, bertentangan dengan posisi pemerintah, hampir seluruh biaya tarif ditanggung oleh entitas di dalam negeri. Mahkamah Agung memutuskan bahwa tarif Trump melebihi kewenangannya, tetapi presiden kemudian memberlakukan tarif tambahan pada barang impor.
Survei Federal Reserve juga meneliti adopsi kecerdasan buatan oleh usaha kecil pada tahun 2025. Kurang dari separuh usaha kecil menggunakan kecerdasan buatan, dan 15% berencana mengadopsi teknologi ini dalam satu tahun ke depan. Penggunaan utama kecerdasan buatan meliputi penulisan dan pemasaran, diikuti oleh peningkatan produktivitas pribadi.
Laporan menyebutkan bahwa kecerdasan buatan tidak mengubah biaya tenaga kerja, tetapi meningkatkan produktivitas banyak perusahaan.
Artikel ini diterjemahkan dengan bantuan kecerdasan buatan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat ketentuan penggunaan kami.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Survei Federal Reserve menunjukkan bahwa usaha kecil menghadapi tekanan biaya akibat tarif dan inflasi
Investing.com - Berdasarkan laporan yang dirilis oleh Federal Reserve pada hari Selasa, usaha kecil di Amerika Serikat menghadapi tantangan besar akibat kenaikan biaya terkait tarif dan inflasi pada tahun 2025.
Survei kredit usaha kecil yang dilakukan oleh 12 bank Federal Reserve regional menemukan bahwa peningkatan biaya barang, jasa, dan upah adalah tantangan paling umum yang dihadapi usaha kecil tahun lalu.
Lebih dari 40% perusahaan yang disurvei menyatakan bahwa kenaikan biaya terkait tarif menjadi tantangan keuangan, dengan tekanan terbesar dirasakan oleh perusahaan ritel dan manufaktur. Di antara perusahaan yang menghadapi kenaikan biaya terkait tarif, 76% mengalihkan sebagian biaya yang lebih tinggi kepada pelanggan, sementara 60% menanggung sebagian biaya tersebut sendiri.
Hampir setengah dari perusahaan melaporkan bahwa sebagian bahan baku berasal dari luar negeri. Laporan menunjukkan bahwa sebagian besar dari perusahaan ini mengalami kenaikan harga bahan impor dari luar negeri antara tahun 2024 dan 2025.
Pantau data ekonomi penting secara real-time di InvestingPro — nikmati diskon 50%.
Survei menemukan bahwa perusahaan tidak mengatasi kenaikan biaya dengan mengganti pemasok atau memindahkan bisnis ke dalam negeri.
Sistem tarif yang diterapkan oleh Presiden Trump pada tahun 2025 memperburuk inflasi, dan pejabat Federal Reserve sebagian besar menyalahkan kenaikan inflasi di atas target 2% pada peningkatan pajak. Sebagian besar pejabat Fed memperkirakan pengaruh tarif akan berkurang tahun ini.
Pemerintah Trump terus menyatakan bahwa tarif dibayar oleh entitas asing, bertujuan untuk mengembalikan industri ke dalam negeri dan menciptakan pendapatan bagi pemerintah. Tarif juga digunakan sebagai alat kebijakan luar negeri.
Laporan terbaru dari Federal Reserve New York dan Congressional Budget Office menemukan bahwa, bertentangan dengan posisi pemerintah, hampir seluruh biaya tarif ditanggung oleh entitas di dalam negeri. Mahkamah Agung memutuskan bahwa tarif Trump melebihi kewenangannya, tetapi presiden kemudian memberlakukan tarif tambahan pada barang impor.
Survei Federal Reserve juga meneliti adopsi kecerdasan buatan oleh usaha kecil pada tahun 2025. Kurang dari separuh usaha kecil menggunakan kecerdasan buatan, dan 15% berencana mengadopsi teknologi ini dalam satu tahun ke depan. Penggunaan utama kecerdasan buatan meliputi penulisan dan pemasaran, diikuti oleh peningkatan produktivitas pribadi.
Laporan menyebutkan bahwa kecerdasan buatan tidak mengubah biaya tenaga kerja, tetapi meningkatkan produktivitas banyak perusahaan.
Artikel ini diterjemahkan dengan bantuan kecerdasan buatan. Untuk informasi lebih lanjut, silakan lihat ketentuan penggunaan kami.