PhonePE dan Google Pay memegang pangsa dominan di pasar dompet digital India, di mana sebagian besar transaksi berjalan melalui jalur pembayaran real-time Unified Payments Interface (UPI). Meskipun Apple Pay akan memasuki ekosistem yang sudah padat, sinyal awal menunjukkan bahwa dompet digital raksasa teknologi ini bisa memiliki dampak yang lebih besar dari yang diperkirakan awalnya.
Ketika Apple mengumumkan rencana sekitar sebulan yang lalu untuk membawa Apple Pay ke India, peluncurannya tampak terutama ditujukan kepada pengguna iPhone yang juga pemegang kartu Visa dan Mastercard. Segmen ini akan dapat menggunakan Apple Pay untuk pembayaran ritel tanpa kontak.
Sejak saat itu, Apple dilaporkan telah mengadakan diskusi dengan tiga bank terbesar di India: ICICI Bank, HDFC Bank, dan Axis Bank. Ini akan memperluas jangkauan Apple Pay ke pelanggan dari lembaga-lembaga tersebut selain pengguna jaringan kartu yang sudah ada.
Pertanyaan utama, bagaimanapun, adalah integrasi UPI. Indikasi sebelumnya menunjukkan bahwa Apple Pay akan diluncurkan tanpa dukungan UPI—sebuah keterbatasan yang akan membatasi adopsi di pasar di mana UPI mendukung sebagian besar transaksi digital. Laporan terbaru, termasuk dari Bloomberg, menunjukkan bahwa integrasi UPI diharapkan sudah ada saat Apple Pay diluncurkan di India, kemungkinan pertengahan tahun. Jika terealisasi, ini akan secara signifikan memperluas jejak dompet digital tersebut.
Mencari Pasar Baru
Apple Pay adalah dompet digital terkemuka di AS, pasar asalnya, dengan lebih dari 90% pangsa pasar dan sekitar 65,6 juta pengguna. Dominasi pasar ini telah dicapai berkat keberadaan iPhone yang hampir merata dan keunggulan kompetitif Apple yang kuat.
Posisi domestik yang kuat ini mendorong Apple untuk mencari peluang pertumbuhan di luar negeri, termasuk fitur pembayaran lintas batas di pasar tertentu.
India, negara dengan populasi terbesar di dunia, merupakan peluang yang sangat besar. iPhone kini menyumbang sekitar 10% dari pasar smartphone India, dan Apple baru-baru ini membuka toko ritel keenam di negara tersebut—sebuah sinyal komitmen jangka panjang terhadap kawasan ini.
Menambahkan Otentikasi Biometrik
Upaya sebelumnya untuk memperkuat kehadiran Apple di India terhambat oleh hambatan regulasi, seperti persyaratan yang lebih ketat terkait otentikasi biometrik. Integrasi awal dan konsisten Apple terhadap pengenalan wajah dan sidik jari telah membantu menormalkan verifikasi biometrik secara global. Seiring biometrik menjadi lebih umum, perannya dalam pembayaran juga meningkat.
Secara historis, India memerlukan PIN atau otentikasi dua faktor untuk mengotorisasi transaksi digital. Pembaruan regulasi terbaru kini memungkinkan otentikasi biometrik untuk transaksi UPI dalam batas transaksi tertentu—sebuah perubahan yang dapat mengurangi hambatan bagi dompet digital yang mampu mendukungnya.
Namun, persaingan tetap sengit. Bahkan Amazon Pay pun kesulitan mendapatkan pangsa di pasar dompet digital India. Meskipun teknologi, ekosistem, dan kemitraan Apple merupakan keunggulan yang jelas, perusahaan menghadapi pesaing kuat dan tantangan struktural saat berusaha menempatkan Apple Pay di India.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
Apple Pay Bisa Memiliki Jejak Lebih Besar di India Dari yang Diharapkan
PhonePE dan Google Pay memegang pangsa dominan di pasar dompet digital India, di mana sebagian besar transaksi berjalan melalui jalur pembayaran real-time Unified Payments Interface (UPI). Meskipun Apple Pay akan memasuki ekosistem yang sudah padat, sinyal awal menunjukkan bahwa dompet digital raksasa teknologi ini bisa memiliki dampak yang lebih besar dari yang diperkirakan awalnya.
Ketika Apple mengumumkan rencana sekitar sebulan yang lalu untuk membawa Apple Pay ke India, peluncurannya tampak terutama ditujukan kepada pengguna iPhone yang juga pemegang kartu Visa dan Mastercard. Segmen ini akan dapat menggunakan Apple Pay untuk pembayaran ritel tanpa kontak.
Sejak saat itu, Apple dilaporkan telah mengadakan diskusi dengan tiga bank terbesar di India: ICICI Bank, HDFC Bank, dan Axis Bank. Ini akan memperluas jangkauan Apple Pay ke pelanggan dari lembaga-lembaga tersebut selain pengguna jaringan kartu yang sudah ada.
Pertanyaan utama, bagaimanapun, adalah integrasi UPI. Indikasi sebelumnya menunjukkan bahwa Apple Pay akan diluncurkan tanpa dukungan UPI—sebuah keterbatasan yang akan membatasi adopsi di pasar di mana UPI mendukung sebagian besar transaksi digital. Laporan terbaru, termasuk dari Bloomberg, menunjukkan bahwa integrasi UPI diharapkan sudah ada saat Apple Pay diluncurkan di India, kemungkinan pertengahan tahun. Jika terealisasi, ini akan secara signifikan memperluas jejak dompet digital tersebut.
Mencari Pasar Baru
Apple Pay adalah dompet digital terkemuka di AS, pasar asalnya, dengan lebih dari 90% pangsa pasar dan sekitar 65,6 juta pengguna. Dominasi pasar ini telah dicapai berkat keberadaan iPhone yang hampir merata dan keunggulan kompetitif Apple yang kuat.
Posisi domestik yang kuat ini mendorong Apple untuk mencari peluang pertumbuhan di luar negeri, termasuk fitur pembayaran lintas batas di pasar tertentu.
India, negara dengan populasi terbesar di dunia, merupakan peluang yang sangat besar. iPhone kini menyumbang sekitar 10% dari pasar smartphone India, dan Apple baru-baru ini membuka toko ritel keenam di negara tersebut—sebuah sinyal komitmen jangka panjang terhadap kawasan ini.
Menambahkan Otentikasi Biometrik
Upaya sebelumnya untuk memperkuat kehadiran Apple di India terhambat oleh hambatan regulasi, seperti persyaratan yang lebih ketat terkait otentikasi biometrik. Integrasi awal dan konsisten Apple terhadap pengenalan wajah dan sidik jari telah membantu menormalkan verifikasi biometrik secara global. Seiring biometrik menjadi lebih umum, perannya dalam pembayaran juga meningkat.
Secara historis, India memerlukan PIN atau otentikasi dua faktor untuk mengotorisasi transaksi digital. Pembaruan regulasi terbaru kini memungkinkan otentikasi biometrik untuk transaksi UPI dalam batas transaksi tertentu—sebuah perubahan yang dapat mengurangi hambatan bagi dompet digital yang mampu mendukungnya.
Namun, persaingan tetap sengit. Bahkan Amazon Pay pun kesulitan mendapatkan pangsa di pasar dompet digital India. Meskipun teknologi, ekosistem, dan kemitraan Apple merupakan keunggulan yang jelas, perusahaan menghadapi pesaing kuat dan tantangan struktural saat berusaha menempatkan Apple Pay di India.