Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Kementerian Keuangan Akan Memperkuat Pengawasan Mata Uang Global di Tengah Perubahan Kebijakan
Departemen Keuangan AS memberi sinyal sikap yang lebih tegas terhadap pemantauan valuta asing minggu ini, mengungkapkan rencana untuk meningkatkan pengawasannya terhadap praktik mata uang secara global. Fokus utama lembaga ini tetap pada pencegahan devaluasi kompetitif—praktik di mana negara secara sengaja melemahkan mata uang mereka untuk mendapatkan keuntungan perdagangan. Menurut analisis Jin10 terhadap laporan semi-tahunan terbaru Departemen Keuangan, tidak ada negara perdagangan utama yang secara resmi didakwa melakukan manipulasi mata uang selama periode penilaian yang mencakup paruh kedua tahun 2024 hingga paruh pertama tahun 2025. Ini mencerminkan pendekatan yang lebih berhati-hati, meskipun tekad departemen untuk memperkuat pengawasan pasar forex global tetap terlihat.
Kerangka Evaluasi yang Lebih Ketat Mulai Terbentuk
Temuan terbaru Departemen Keuangan mengungkapkan bahwa tidak ada mitra dagang utama yang memenuhi ketiga kriteria inti yang digunakan untuk mengidentifikasi praktik perdagangan mata uang yang memerlukan pengawasan lebih ketat. Pendekatan yang bernuansa ini menunjukkan bahwa departemen sedang menyempurnakan metodologinya daripada meninggalkan pengawasan. Penilaian tiga aspek ini meliputi evaluasi posisi akun berjalan negara-negara, neraca perdagangan bilateral dengan Amerika Serikat, dan frekuensi serta konsistensi intervensi valuta asing. Setiap faktor memainkan peran penting dalam menentukan apakah sebuah negara layak mendapatkan pemeriksaan lebih dekat, memungkinkan Departemen Keuangan membedakan antara kekhawatiran kebijakan yang nyata dan fluktuasi pasar rutin.
Thailand Muncul sebagai Fokus Baru
Dalam penambahan yang signifikan ke daftar pengawasnya, Thailand ditempatkan di bawah pengawasan yang meningkat setelah periode penilaian. Surplus akun berjalan global negara ini yang berkembang dan surplus perdagangan yang meningkat khususnya dengan Amerika Serikat mendorong masuknya Thailand ke dalam daftar pengawasan. Kini Thailand bergabung dengan daftar yang terdiri dari sepuluh ekonomi, termasuk negara-negara yang sudah mapan seperti Jepang, Korea Selatan, Vietnam, Irlandia, dan Swiss. Perluasan daftar ini menegaskan kesiapan Departemen Keuangan untuk menyesuaikan mekanisme pelacakan seiring berkembangnya kondisi ekonomi, dengan ekonomi pasar berkembang semakin menarik perhatian regulasi.
Implikasi Lebih Luas untuk Perdagangan Global
Pendekatan yang lebih intensif terhadap pemantauan mata uang membawa dampak besar bagi perdagangan internasional. Dengan memperluas daftar pengawas dan menyempurnakan standar evaluasi, Departemen Keuangan memberi sinyal bahwa AS memandang stabilitas mata uang dengan serius dan akan terus mengawasi praktik yang dapat mengganggu pasar global. Pemantauan sistematis ini berfungsi sebagai pencegah manipulasi mata uang sekaligus kerangka kerja untuk dialog dengan mitra dagang, yang berpotensi mempengaruhi kebijakan di berbagai ekonomi. Seiring tekanan ekonomi global meningkat, komitmen Departemen Keuangan untuk memperkuat pengawasan menunjukkan bahwa praktik mata uang akan tetap menjadi fokus diskusi perdagangan internasional di tahun-tahun mendatang.