Dunia Berusaha Menyeimbangkan Bitcoin dan Yen di Tengah Kenaikan Suku Bunga Dunia

Jepang melambatkan inflasi dan Bank Sentral mempertahankan suku bunga kebijakan, lingkungan suku bunga dunia membentuk titik keseimbangan kritis antara Bitcoin dan Yen Jepang. Perlambatan inflasi yang terjadi pada bulan Desember, sikap tegas bank sentral, dan meningkatnya biaya pinjaman di seluruh dunia, membentuk kembali hubungan antara kedua aset ini.

Perlambatan Inflasi di Jepang dan Tekanan Suku Bunga Dunia

Data yang dirilis oleh Kementerian Dalam Negeri dan Komunikasi Jepang menunjukkan bahwa indeks harga konsumen (IHK) turun menjadi 2,1% secara tahunan pada bulan Desember. Meskipun ini merupakan penurunan tajam dari tingkat 2,9% di bulan November, ini menunjukkan bahwa tekanan harga inti masih berlanjut.

Inti-inflasi yang mengecualikan harga makanan segar dan energi hanya menunjukkan penurunan ringan dari 3% di bulan November menjadi 2,9% di bulan Desember. Analis ING menyatakan bahwa, terlepas dari fluktuasi subsidi energi, tekanan harga dasar yang menempel tetap ada, mendukung kelanjutan normalisasi kebijakan, tetapi juga dapat menyebabkan pendekatan tunggu dan lihat di masa mendatang.

Lingkungan suku bunga global memainkan peran penting di balik upaya penyeimbangan Jepang ini. Peningkatan biaya pinjaman global, yang mendorong risiko bagi pasar saham dan aset berisiko lainnya di pasar berkembang dan kripto, juga memaksa imbal hasil obligasi Jepang naik.

Sikap Tegas BOJ dan Ketidaksesuaian Suku Bunga

Bank Sentral Jepang (BOJ), dalam pernyataan setelah perlambatan inflasi, memutuskan untuk mempertahankan suku bunga kebijakan di 0,75%. Keputusan ini disetujui hampir secara bulat, dan manajemen bank sentral merevisi ke atas perkiraan pertumbuhan dan inflasi untuk tahun fiskal 2025 dan 2026, sebagai alasan dukungan terhadap kebijakan fiskal ekspansif.

Namun, kenaikan suku bunga global mulai menekan karakter sikap BOJ. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang 10 tahun (JGB), mempertimbangkan kekhawatiran fiskal yang permanen dan proyeksi inflasi/pertumbuhan yang lebih berat dari bank sentral, naik tiga basis poin menjadi 1,12%. Kenaikan imbal hasil obligasi ini, yang mencapai level tertinggi selama bertahun-tahun minggu ini, dipicu oleh kekhawatiran bahwa janji pemotongan pajak oleh partai politik sebelum pemilihan Februari dapat memperburuk kondisi keuangan.

Kenaikan suku bunga global ini terus menekan pasar saham dan pasar kripto, seperti halnya risiko terhadap aset berisiko lainnya.

Korelasi Bitcoin-Yen: Pengaruh Pasar Dunia

Bitcoin menunjukkan korelasi yang sangat kuat dengan Yen Jepang dalam beberapa waktu terakhir. Saat penulisan ini, koefisien korelasi 90 hari tetap di 0,84, menandakan adanya sinkronisasi yang hampir sempurna antara kedua aset ini.

Data terbaru menunjukkan bahwa Bitcoin mengkonsolidasikan di sekitar $87.92K dan mengalami penurunan 1,57% dalam 24 jam. Yen Jepang turun ke level 158,70 terhadap dolar AS, kehilangan lebih dari 0,20%. Beberapa analis berpendapat bahwa yen kemungkinan akan tetap lemah dalam waktu dekat, dan ini dapat memberikan prediksi negatif untuk Bitcoin mengingat korelasi positif yang kuat antara keduanya.

Kenaikan suku bunga global memperdalam dinamika ini. Peningkatan biaya pinjaman global mengurangi daya tarik Bitcoin sebagai alat pencarian uang baru, sementara Yen Jepang memperkuat perannya sebagai safe haven. Ketidaksesuaian ini menjadi faktor utama yang memaksa kedua aset ini untuk mencari titik keseimbangan yang baru.

Analisis Teknikal dan Indikator On-Chain

Pergerakan harga tetap terbatas dalam waktu dekat. Ketika Bitcoin turun lebih dari 4,5% pada hari Selasa, harga turun ke sekitar $88.000, tetapi kemudian pulih sebagian. Data on-chain menunjukkan konsentrasi pasokan yang tinggi di kisaran $85.000 hingga $90.000, sementara di bawah $80.000 menunjukkan dukungan yang lemah.

Sekitar 63% kekayaan Bitcoin yang dipegang memiliki biaya masuk di atas $88.000. Ini menunjukkan adanya tekanan jual yang mungkin muncul di level ini, sekaligus menandai pentingnya level psikologis di sekitar $90.000.

Kesimpulan: Keseimbangan Baru yang Dipengaruhi Dinamika Global

Perlambatan inflasi Jepang dan sikap kebijakan BOJ yang tetap positif memberi sinyal baik dari sisi domestik, tetapi kenaikan suku bunga global membuat skenario ini menjadi lebih kompleks. Korelasi yang kuat antara Bitcoin dan Yen Jepang menunjukkan bahwa keduanya tidak lagi bisa dipisahkan dari perubahan lingkungan pinjaman global. Ke depan, pergerakan suku bunga dunia akan tetap menjadi faktor utama yang menentukan arah Bitcoin dan Yen Jepang.

BTC-0,36%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
0/400
Tidak ada komentar
  • Sematkan