Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
2026 Bitcoin menghadapi "kutukan setengah"?Charles Schwab mengungkapkan 10 faktor utama yang mempengaruhi
Global top broker Charles Schwab terbaru mengeluarkan peringatan bahwa tren Bitcoin tahun ini akan dibayangi oleh sebuah “kutukan” tak kasat mata—yaitu efek siklus halving yang terkenal dalam sejarah. Meskipun kondisi likuiditas secara signifikan membaik dan aset risiko meningkat, tekanan dari ekspektasi psikologis masih sulit dihilangkan, yang berpotensi membatasi ruang kenaikan harga koin tahun ini.
Pusat Riset Aset Kripto dan Strategi di Charles Schwab mengungkapkan bahwa performa Bitcoin tahun ini dipengaruhi oleh interaksi antara “3 kekuatan jangka panjang” dan “7 faktor jangka pendek”, di mana pertarungan antara kedua kekuatan ini akan menentukan arah tren akhir sepanjang tahun.
Kekuatan Ganda: Kontra antara Fundamental Jangka Panjang dan Fluktuasi Jangka Pendek
Dari perspektif jangka panjang, tiga pilar utama yang mendukung harga koin tidak boleh diabaikan. Pertama adalah tren pertumbuhan “Jumlah Uang M2 global”, kedua adalah sifat pasokan deflasi dari Bitcoin itu sendiri, dan terakhir adalah peningkatan terus-menerus dalam tingkat adopsi pasar—ketiga kekuatan ini membentuk fondasi kokoh dari nilai Bitcoin.
Namun, situasi jangka pendek jauh lebih kompleks. Jim Ferraioli menegaskan bahwa risiko pasar, tren suku bunga, kekuatan dolar AS, faktor musiman, kecukupan likuiditas bank sentral, pergerakan whale, serta potensi risiko penularan keuangan, masing-masing dari 7 variabel ini dapat mempengaruhi arah harga dalam waktu dekat. Saat ini, BTC diperdagangkan di $89.89K, turun 15.32% dari awal tahun, menunjukkan volatilitas jangka pendek yang sangat tinggi.
Kutukan Psikologis Siklus Halving: Apakah Sejarah Akan Terulang?
Yang paling perlu diwaspadai adalah bayang-bayang “kutukan halving”. Jim Ferraioli mengungkapkan berdasarkan data sejarah sebuah pola kejam: setiap kali Bitcoin mengalami halving, performa tahun ketiga biasanya buruk, dan ini bukan masalah teknis, melainkan sebuah jebakan psikologis kolektif.
Meskipun fundamental membaik, banyak investor percaya pada narasi siklus halving ini, dan ekspektasi psikologis sendiri menjadi kekuatan tak kasat mata yang menekan harga—inilah inti dari “kutukan” tersebut. Data sejak 2017 menunjukkan bahwa rata-rata kenaikan tahunan Bitcoin dari titik terendah sekitar 70%, tetapi Ferraioli memperkirakan bahwa kenaikan tahun ini mungkin jauh di bawah rata-rata historis tersebut.
Perubahan Positif: Likuiditas Melimpah dan Terobosan Kebijakan
Namun, tidak semuanya buruk. Dengan berakhirnya kebijakan Quantitative Tightening (QT), dan kembali diperluasnya neraca bank sentral, likuiditas yang melimpah akan menjadi faktor pendukung harga koin. Spread kredit tetap terkendali, kondisi pasar relatif bersih, dan jika pasar saham mempertahankan preferensi risiko, maka kripto sebagai “aset risiko ekstrem” seharusnya akan mendapatkan manfaat.
Variabel kunci lainnya adalah regulasi. Jika Kongres AS berhasil menyetujui “Undang-Undang Kejelasan Pasar Aset Digital (Clarity Act)”, langkah masuknya investor institusional akan meningkat secara signifikan, yang bisa menjadi pengobat utama dari kutukan halving ini.
Hubungan Baru BTC dan Pasar Saham: Saatnya Dekoupling
Perlu dicatat bahwa korelasi antara Bitcoin dan aset tradisional sedang mengalami perubahan. Ferraioli menunjukkan bahwa saat ini BTC masih sangat berkorelasi dengan saham teknologi AI besar, tetapi korelasi dengan indeks pasar saham secara umum mulai menurun—perubahan struktural ini menandakan bahwa Bitcoin semakin mendapatkan logika penetapan harga yang lebih independen, tidak lagi sepenuhnya terikat oleh fluktuasi pasar saham.
Secara keseluruhan, nasib Bitcoin tahun 2026 akan bergantung pada keseimbangan antara “kutukan” dan “peluang”. Likuiditas yang melimpah, terobosan kebijakan, dan adopsi institusional menjadi alasan kenaikan, tetapi ekspektasi psikologis dari siklus halving dan kompleksitas fluktuasi jangka pendek menjadi risiko yang tidak bisa diabaikan. Investor perlu cermat dalam menangkap irama dari sepuluh faktor utama ini di tahun yang penuh variabel ini.