Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Siapa yang Benar-Benar Memiliki Utang Amerika Serikat sebesar $36,2 Triliun? 20 Negara yang Memiliki Kewajiban AS Terbanyak
Pertanyaan tentang siapa yang berutang kepada AS semakin menjadi perhatian bagi investor dan pembuat kebijakan. Meskipun banyak yang menganggap pemerintah asing mengendalikan sebagian besar utang Amerika, gambaran sebenarnya jauh lebih kompleks—dan mungkin kurang mengkhawatirkan daripada yang disampaikan headline.
Lanskap Kreditur Internasional
Per April 2025, data Treasury mengungkapkan bahwa negara-negara asing secara kolektif memiliki sekitar 24% dari kewajiban AS yang belum jatuh tempo. Tetapi angka agregat ini menyembunyikan cerita sebenarnya: negara mana yang sebenarnya menjadi kreditur terbesar Amerika, dan apa arti keterlibatan mereka bagi ekonomi yang lebih luas?
20 pemegang internasional terbesar menggambarkan gambaran yang menarik. Jepang memimpin secara signifikan dengan kepemilikan sebesar $1,13 triliun, diikuti oleh Inggris dengan $807,7 miliar dan China dengan $757,2 miliar. Ini menandai pergeseran yang cukup berarti—China secara bertahap mengurangi posisinya selama beberapa tahun terakhir, menyerahkan posisi kedua kepada Inggris. Kepemilikan lainnya tersebar di negara-negara seperti Kepulauan Cayman ($448,3 miliar), Belgia ($411,0 miliar), Luksemburg ($410,9 miliar), Kanada ($368,4 miliar), dan Prancis ($360,6 miliar).
Kreditur besar lainnya termasuk Irlandia ($339,9 miliar), Swiss ($310,9 miliar), Taiwan ($298,8 miliar), Singapura ($247,7 miliar), Hong Kong ($247,1 miliar), India ($232,5 miliar), Brasil ($212,0 miliar), Norwegia ($195,9 miliar), Arab Saudi ($133,8 miliar), Korea Selatan ($121,7 miliar), Uni Emirat Arab ($112,9 miliar), dan Jerman ($110,4 miliar).
Memahami Komposisi Sebenarnya dari Utang AS
Untuk benar-benar memahami siapa yang berutang kepada AS, kita harus melihat lebih dari sekadar kepemilikan asing. Warga Amerika sendiri memegang 55% dari utang nasional, sementara institusi domestik—termasuk Federal Reserve dan Administrasi Jaminan Sosial—mengendalikan sekitar 20% lainnya. Ini berarti sebagian besar kewajiban Amerika tetap di tangan domestik, sebuah detail penting yang sering diabaikan dalam diskusi publik.
Utang AS saat ini sekitar $36,2 triliun—angka yang sangat besar sehingga menentang intuisi. Pengeluaran $1 juta setiap hari akan membutuhkan waktu lebih dari 99.000 tahun untuk habis. Namun, jika dikontekstualisasikan terhadap total kekayaan bersih rumah tangga Amerika yang melebihi $160 triliun, utang tersebut tampak jauh lebih terkendali, sekitar seperlima dari kekayaan nasional.
Apa Artinya Status Kreditur Asing Sebenarnya
Meskipun ada kekhawatiran tentang pengaruh internasional, sifat tersebar dari kepemilikan asing secara signifikan membatasi pengaruh satu negara saja. China secara bertahap keluar dari posisinya sebagai pemegang terbesar kedua tanpa menyebabkan ketidakstabilan pasar—sebuah bukti dari likuiditas mendalam instrumen Treasury AS. Tidak ada negara tunggal yang memegang cukup banyak untuk mengendalikan kebijakan ekonomi atau memberikan tekanan yang tidak semestinya.
Kepemilikan utang asing memang mempengaruhi tingkat bunga. Permintaan yang berkurang dari pembeli internasional dapat meningkatkan hasil Treasury, mendorong suku bunga lebih tinggi di seluruh ekonomi Amerika. Sebaliknya, periode peningkatan minat asing biasanya menekan hasil dan meningkatkan valuasi obligasi. Mekanisme pasar ini, meskipun nyata, terjadi dalam konteks bahwa AS mempertahankan pasar sekuritas pemerintah yang paling kuat dan likuid di dunia.
Kesimpulan tentang Kreditur Utang
Memahami siapa yang berutang kepada AS memerlukan pengakuan bahwa jawabannya terutama melibatkan warga Amerika, dengan partisipasi internasional sebagai pelengkap. Negara-negara asing, meskipun memiliki kepemilikan agregat yang besar, tidak memiliki pengaruh dominan—mereka hanyalah peserta dalam basis kreditur yang terdiversifikasi, bukan pengendali kebijakan fiskal Amerika. Meskipun ukuran utang AS secara absolut memerlukan perhatian serius dari kebijakan, kekhawatiran spesifik tentang kendali asing tetap bersifat teoretis dan bukan hal yang langsung praktis.