Anda terus-menerus mengalami masalah di beberapa proyek, mulai meragukan apakah ada yang salah dengan diri sendiri? Sebenarnya masalah ini tidak sesederhana itu—jawabannya bisa jadi ya, bisa juga tidak, tergantung apa yang Anda pertimbangkan sebelum bertindak.
Refleksikan poin-poin berikut: Apakah Anda mengikuti tren hanya karena seorang KOL memposting? Atau terjebak dalam emosi pasar, didorong oleh FOMO? Atau karena beberapa kali sebelumnya mengalami kerugian, lalu karena marah sesaat ingin bertaruh untuk mengembalikan kerugian? Banyak kali, masalahnya tidak terletak pada proyek itu sendiri, melainkan pada logika pengambilan keputusan. Sebelum memilih, tanyakan pada diri sendiri hal-hal ini, mungkin itu lebih bijaksana daripada terus-menerus terjebak dalam masalah tanpa henti.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
11 Suka
Hadiah
11
4
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
FancyResearchLab
· 8jam yang lalu
Luban sedang konstruksi lagi, kali ini bukan masalah kontrak, tapi masalah otak. Sudah coba caranya KOL yang ikut-ikutan, sekarang aku sudah menyerah.
---
FOMO memang benda yang bagus, setiap kali bisa mengosongkan dompetku, kali ini sudah pintar.
---
Terdengar bagus, logika keputusan, sebenarnya hanya psikologi penjudi. Balik modal? Hah, semakin berjudi semakin miskin.
---
Secara teori seharusnya riset dulu, sebenarnya hanya lihat naik langsung menyerang, kebiasaan jelek ini tidak bisa diubah.
---
Sudah mengunci diri sendiri lagi, harus rugi sampai maksimal baru mau berhenti.
---
Emosi pasar datang otak tidak berfungsi, lubang ini sudah banyak kulewati.
---
Tanya diri sendiri dulu? Aku langsung tanya pasar, jawaban pasar biasanya adalah satu tamparan.
Lihat AsliBalas0
NFTArtisanHQ
· 01-08 10:51
ngl perubahan paradigma nyata di sini bukan tentang mengenali proyek buruk... tapi menyadari bahwa arsitektur pengambilan keputusan Anda sendiri pada dasarnya rusak, bukan? seperti, FOMO sebagai primitif pasar yang mengungkapkan lebih banyak tentang kolektor daripada koleksi itu sendiri...
Lihat AsliBalas0
PhantomHunter
· 01-08 10:44
Sejujurnya, yang paling saya takutkan adalah dibawa arus oleh KOL, benar sekali, satu dua kali masih oke, terlalu sering harus refleksi diri
Mengikuti tren itu sangat berbahaya, saya dulu juga begitu, sekarang setelah berubah baru sadar bisa bertahan hidup
Logika pengambilan keputusan yang buruk jangan salahkan proyek, saat FOMO itu otak langsung mati listrik
Bertaruh untuk balik modal adalah kesalahan besar, semakin buru-buru semakin rugi, tenang dulu baru bisa melihat dengan jelas
Daripada terus-menerus tersandung, lebih baik cari tahu dulu apakah kita benar-benar sedang berpikir
Lihat AsliBalas0
BakedCatFanboy
· 01-08 10:24
Jujur saja, setelah dikorbankan berkali-kali oleh KOL, mereka yang ikut-ikutan seharusnya merenung dan introspeksi diri.
Anda terus-menerus mengalami masalah di beberapa proyek, mulai meragukan apakah ada yang salah dengan diri sendiri? Sebenarnya masalah ini tidak sesederhana itu—jawabannya bisa jadi ya, bisa juga tidak, tergantung apa yang Anda pertimbangkan sebelum bertindak.
Refleksikan poin-poin berikut: Apakah Anda mengikuti tren hanya karena seorang KOL memposting? Atau terjebak dalam emosi pasar, didorong oleh FOMO? Atau karena beberapa kali sebelumnya mengalami kerugian, lalu karena marah sesaat ingin bertaruh untuk mengembalikan kerugian? Banyak kali, masalahnya tidak terletak pada proyek itu sendiri, melainkan pada logika pengambilan keputusan. Sebelum memilih, tanyakan pada diri sendiri hal-hal ini, mungkin itu lebih bijaksana daripada terus-menerus terjebak dalam masalah tanpa henti.