Tahun ini banyak mengerjakan berbagai order, membayar banyak biaya pendidikan, tetapi juga merumuskan sebuah kerangka trading yang relatif stabil.
**Kerangka trading sebenarnya tidak rumit, inti utamanya adalah kolaborasi multi-timeframe**—menggunakan grafik harian untuk melihat arah besar apakah naik atau turun, grafik 4 jam untuk menentukan kapan peluang masuk terbaik, dan baru di grafik 1 jam mencari titik masuk yang paling akurat. Sebagai contoh, setelah grafik harian menembus resistance kunci, jika grafik 4 jam menunjukkan koreksi ke level support, maka titik masuk di grafik 1 jam akan sangat berharga.
Dalam hal indikator, RSI paling mudah digunakan dan juga paling rentan terhadap jebakan. Jika di atas 80, jangan kejar tinggi lagi, meskipun terlihat sangat bullish, sebenarnya sudah overbought. Sebaliknya, di bawah 20 memang ada peluang, tetapi harus berhati-hati, jangan gegabah.
**Dua tempat paling rawan mengalami kerugian**. Pertama adalah jebakan likuiditas, koin dengan kapitalisasi kecil sangat mudah dimanipulasi, terutama saat spread beli-jual lebih dari 1%, jangan coba-coba masuk dengan dana besar. Kedua adalah godaan leverage—menggunakan leverage 5x memang bisa mempercepat penggandaan, tetapi harus menyisihkan buffer dana 3x, artinya akun harus tetap memiliki lebih dari 60% dana yang tersedia, kalau tidak, satu gelombang volatilitas bisa langsung likuidasi.
Pada akhirnya, manajemen risiko adalah syarat dasar untuk bertahan hidup. Hanya beraksi saat kondisi "peluang tinggi + risiko rendah", misalnya saat mata uang utama menunjukkan performa yang mengalahkan altcoin. Selain itu, alokasikan aset dengan korelasi rendah, seperti stablecoin atau token anti-inflasi, untuk melindungi dari kejadian black swan. Dalam trading, pada akhirnya kita bertaruh pada probabilitas, bukan sekadar mengikuti tren.
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
8 Suka
Hadiah
8
5
Posting ulang
Bagikan
Komentar
0/400
GweiTooHigh
· 01-08 09:03
Ugh... kerangka kerja ini terdengar bagus, tetapi dalam praktiknya, sistem RSI benar-benar mudah menipu, saya sudah terjebak beberapa kali
Lihat AsliBalas0
OvertimeSquid
· 01-08 08:52
Mencoba selama ini akhirnya menemukan sedikit petunjuk, kolaborasi kerangka waktu ini memang luar biasa, melihat arah pada grafik harian, menunggu peluang di grafik 4 jam, masuk secara tepat di grafik 1 jam, terdengar sederhana tetapi saat dilakukan sangat merugikan.
Lihat AsliBalas0
liquidation_watcher
· 01-08 08:50
Saya setuju dengan konsep kerangka waktu yang berbeda, tetapi dalam praktiknya, mudah sekali terikat oleh emosi, terutama saat muncul false breakout di timeframe 4 jam...
Lihat AsliBalas0
ForkMonger
· 01-08 08:40
ngl, copium multi-timeframe hanyalah vektor serangan tata kelola yang dibungkus sebagai "kebijaksanaan trading"... kamu pada dasarnya melakukan arbitrase terhadap kegagalan manajemen risiko kamu sendiri lol
Lihat AsliBalas0
SnapshotBot
· 01-08 08:38
Kerangka waktu yang berbeda ini memang sangat berguna, hanya saja pelaksanaannya sangat sulit... RSI telah diajarkan berulang kali sampai akhirnya menyadari bahwa di atas 80 benar-benar adalah ritme makan mie
Tahun ini banyak mengerjakan berbagai order, membayar banyak biaya pendidikan, tetapi juga merumuskan sebuah kerangka trading yang relatif stabil.
**Kerangka trading sebenarnya tidak rumit, inti utamanya adalah kolaborasi multi-timeframe**—menggunakan grafik harian untuk melihat arah besar apakah naik atau turun, grafik 4 jam untuk menentukan kapan peluang masuk terbaik, dan baru di grafik 1 jam mencari titik masuk yang paling akurat. Sebagai contoh, setelah grafik harian menembus resistance kunci, jika grafik 4 jam menunjukkan koreksi ke level support, maka titik masuk di grafik 1 jam akan sangat berharga.
Dalam hal indikator, RSI paling mudah digunakan dan juga paling rentan terhadap jebakan. Jika di atas 80, jangan kejar tinggi lagi, meskipun terlihat sangat bullish, sebenarnya sudah overbought. Sebaliknya, di bawah 20 memang ada peluang, tetapi harus berhati-hati, jangan gegabah.
**Dua tempat paling rawan mengalami kerugian**. Pertama adalah jebakan likuiditas, koin dengan kapitalisasi kecil sangat mudah dimanipulasi, terutama saat spread beli-jual lebih dari 1%, jangan coba-coba masuk dengan dana besar. Kedua adalah godaan leverage—menggunakan leverage 5x memang bisa mempercepat penggandaan, tetapi harus menyisihkan buffer dana 3x, artinya akun harus tetap memiliki lebih dari 60% dana yang tersedia, kalau tidak, satu gelombang volatilitas bisa langsung likuidasi.
Pada akhirnya, manajemen risiko adalah syarat dasar untuk bertahan hidup. Hanya beraksi saat kondisi "peluang tinggi + risiko rendah", misalnya saat mata uang utama menunjukkan performa yang mengalahkan altcoin. Selain itu, alokasikan aset dengan korelasi rendah, seperti stablecoin atau token anti-inflasi, untuk melindungi dari kejadian black swan. Dalam trading, pada akhirnya kita bertaruh pada probabilitas, bukan sekadar mengikuti tren.