Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Mengapa Microsoft Berinvestasi Besar-Besaran Pada Rust Daripada C dan C++ Untuk Sistem Masa Depannya
Komitmen Microsoft terhadap pemrograman yang aman memori telah beralih ke tingkat yang lebih tinggi, dengan perusahaan menetapkan target ambisius: menghilangkan C dan C++ dari sistem utama mereka demi Rust pada tahun 2030. Ini bukan sekadar preferensi teknis—melainkan sebuah reimajinasi mendasar tentang bagaimana salah satu perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia mengelola kode warisan dan membangun sistem dalam skala besar.
Perpindahan Strategis: Dari Bahasa Warisan ke Alternatif Modern
Perpindahan ini mulai mendapatkan momentum pada tahun 2023 ketika divisi Azure Microsoft, yang dipimpin oleh CTO Mark Russinovich, mengeluarkan arahan kepada tim internal: hentikan proyek C dan C++ baru dan migrasikan ke Rust. Russinovich menekankan bahwa perusahaan kini sepenuhnya berkomitmen pada Rust, dan ini bukan eksplorasi bertahap tetapi ekspansi aktif di seluruh infrastruktur sistem inti. Motivasi utamanya jelas—kerentanan keamanan memori di C dan C++ secara historis bertanggung jawab atas banyak pelanggaran keamanan, dan ke depan, Microsoft ingin menghilangkan kelas masalah ini di tingkat arsitektur.
Bagaimana AI Mempercepat Proses Konversi
Lingkup dari usaha ini sangat besar. Insinyur terkemuka Microsoft, Galen Hunt, mengungkapkan bahwa perusahaan sedang mengembangkan alat canggih untuk menangani tugas monumental merestrukturisasi jutaan baris kode yang ada. Alih-alih konversi manual baris demi baris, Microsoft memanfaatkan agen AI dan model bahasa besar untuk melakukan terjemahan otomatis dalam skala besar. Infrastruktur yang mendasari usaha ini memetakan dan menganalisis kode sumber dengan presisi algoritmik, kemudian menerapkan modifikasi yang dipandu AI di seluruh basis kode yang besar secara bersamaan.
Pendekatan ini berada dalam grup Masa Depan Perangkat Lunak yang Dapat Diskalakan milik Microsoft di bawah organisasi CoreAI-nya. Misi tim ini melampaui penggunaan internal—mereka membangun alat dan teknik yang dapat digunakan kembali yang dapat membantu pelanggan dan industri secara lebih luas menghilangkan utang teknis dalam skala yang sebanding.
Membangun Ulang Fondasi: Kernel Windows dan Lainnya
Kernel Windows menjadi uji coba awal untuk strategi ini. Menindaklanjuti arahan Russinovich, tim mulai menulis ulang komponen kernel penting dalam Rust, menunjukkan kelayakan untuk salah satu bagian infrastruktur Microsoft yang paling sensitif terhadap performa. Keberhasilan upaya awal ini memvalidasi pendekatan tersebut dan membuka jalan untuk adopsi yang lebih luas di Azure dan sistem utama lainnya.
Untuk mempercepat transisi ini lebih jauh, Microsoft secara aktif merekrut talenta khusus—khususnya, seorang insinyur perangkat lunak utama dengan keahlian mendalam dalam pengembangan Rust tingkat sistem, idealnya seseorang dengan pengalaman latar belakang dalam compiler, basis data, atau desain sistem operasi.
Gambaran Lebih Besar: Utang Teknis dan Dampak Industri
Perpindahan ini lebih dari sekadar inisiatif khusus Microsoft. Dengan mengubah praktik rekayasa mereka demi bahasa yang aman memori seperti Rust, perusahaan memberi sinyal kepada industri bahwa pendekatan warisan membawa risiko yang tidak dapat diterima. Upaya modernisasi ini menangani utang teknis yang terkumpul selama dekade pengembangan C dan C++, yang pada gilirannya meningkatkan keandalan sistem, postur keamanan, dan kemudahan pemeliharaan.
Komitmen Microsoft menunjukkan bahwa migrasi kode skala besar, didukung oleh alat berbasis AI, menjadi layak secara operasional bagi perusahaan yang mengelola beberapa sistem perangkat lunak paling kompleks di dunia. Jalan menuju 2030 akan menentukan apakah transisi teknologi ini menjadi cetak biru bagi seluruh industri.