Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Kemarin muncul berita besar, Maduro dari Venezuela ditangkap, dari serangan udara hingga seorang presiden diusir dari negaranya sendiri, seluruh proses hanya berlangsung beberapa jam.
Kita tidak perlu membahas urusan politik dan dendamnya untuk saat ini, tetapi bagi dunia kripto, kejadian ini menyingkap seorang tokoh lama—Venezuela, dan kisah rumit mereka dengan Bitcoin yang sulit diputuskan dan dipahami. Mari lihat data: secara resmi, Venezuela memiliki 240 Bitcoin di akun mereka, berdasarkan harga saat ini, sekitar 21,6 juta dolar AS.
Pertanyaannya, uang ini akhirnya berada di tangan siapa? Tidak ada yang bisa memastikan. Tapi yang pasti, jika uang itu mengalir ke AS, berarti menambah sedikit pemasukan ke kas negara mereka. Sedangkan bagi rakyat biasa Venezuela, hari-hari di mana mata uang mereka terus merosot dan daya beli menurun drastis, itulah kenyataan yang benar-benar menyakitkan.
Venezuela pernah mengalami jatuh bangun di jalur aset digital. Pada 2018, mereka pernah meluncurkan proyek mata uang minyak, yang saat itu cukup heboh, mengklaim akan mengaitkan nilai dengan minyak. Tapi apa yang terjadi? Harga koin langsung jatuh ke nol, dan proyek pun gagal.
Lebih gila lagi, bahkan militer mereka ikut terlibat langsung dalam penambangan. Sebuah negara yang kekuatan militernya harus bergantung pada penambangan Bitcoin untuk menjaga arus kas, menunjukkan tingkat kesulitan ekonomi yang sangat parah.
Ini mengingatkan kita pada karya klasik "Vena yang Terpotong di Amerika Latin", di mana ada kalimat yang sangat mendalam: permintaan Amerika terhadap sumber daya mineral di Amerika Latin ibarat paru-paru terhadap udara. Amerika Serikat menggunakan sanksi sebagai senjata, dan melalui berbagai cara keuangan yang rumit, mereka menekan harga minyak, bermain dengan kolonialisme keuangan modern yang terbuka. Cadangan minyak Venezuela, yang seharusnya menjadi kekayaan terbesar negara, justru menjadi kutukan terbesar.