Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Sejak tahun 2027, gelombang pengangguran terbesar dalam sejarah mungkin akan terjadi.
Belakangan ini, di Silicon Valley beredar sebuah penilaian yang sangat tajam:
Manusia akan segera memasuki **mode neraka** selama 15 tahun ke depan.
Pernyataan ini berasal dari mantan eksekutif Google, Mo Gawdat.
Dia pernah memimpin Laboratorium Google X,
menjadi jutawan pada usia 29 tahun,
dan hampir sepenuhnya mengalami serta mendorong
seluruh periode ledakan dari internet hingga AI.
Fokusnya bukan pada seberapa “sukses” dia,
melainkan
ini adalah orang yang secara langsung membuka kotak Pandora.
Ketika orang seperti ini berkata kepada Anda:
“neraka akan datang”
pernyataan ini jauh lebih berbahaya daripada sekadar pesimisme biasa.
Apa yang dia maksud dengan “mode neraka”, intinya adalah:
Gelombang pengangguran kali ini berbeda dari semua revolusi teknologi sebelumnya.
Setiap revolusi di masa lalu,
meskipun menghapus pekerjaan lama,
tetapi selalu menciptakan pekerjaan baru.
• Revolusi industri: pekerja pemintalan hilang, tetapi muncul mekanik
• Revolusi internet: pengetik hilang, tetapi muncul programmer dan desainer
Namun kali ini, belum tentu.
Karena AI bukanlah sekadar “menggantikan satu jenis pekerjaan”,
melainkan sepenuhnya menggantikan partisipasi manusia dalam proses produksi itu sendiri.
Jika proses produksi tidak lagi membutuhkan manusia,
maka masalahnya bukan hanya “apa skill baru yang harus dipelajari”,
melainkan
apakah masyarakat ini masih membutuhkan begitu banyak orang?
Inilah yang benar-benar membuat kita merasa ngeri.