Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Futures Kickoff
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
瑞银 baru-baru ini merilis laporan prospek 2026, kesimpulan utamanya cukup menarik——pergerakan pasar AI ini sama sekali belum mencapai puncaknya, saham konsep ini masih bisa naik tahun depan.
Direktur investasi mereka memberikan dua alasan utama: perusahaan masih terus menggelontorkan dana besar untuk infrastruktur, dan kecepatan realisasi AI jauh lebih cepat dari yang diperkirakan. Jadi ini bukan sekadar tren yang akan selesai dalam satu gelombang, melainkan siklus besar yang bisa berlangsung beberapa tahun.
Uang itu sebenarnya mengalir ke mana? Tidak lain adalah ke hal-hal yang bisa dilihat dan diraba—server AI, perangkat komputasi untuk pelatihan, pengembangan pusat data, serta berbagai aplikasi komersial yang sedang dikembangkan. Intinya, pengeluaran ini bukan malah berkurang, malah semakin meningkat.
Dari model teknologi hingga penggunaan nyata oleh perusahaan, bahkan seluruh rantai industri mulai mengalami transformasi, dan proses ini jelas semakin cepat. Pasar sebelumnya masih menunggu dan ragu apakah ini akan menjadi tren besar, sekarang terlihat bahwa uang nyata sedang masuk dan diinvestasikan.
CIO di Asia Pasifik UBS, Chen Minlan, menyoroti poin penting: Amerika Serikat dan China sama sekali tidak bermain di jalur yang sama.
Amerika fokus pada lapisan teratas—perusahaan chip raksasa seperti NVIDIA, AMD, dan penyedia layanan cloud besar, yang intinya siapa yang menguasai fondasi komputasi dasar, dia yang unggul. Bagian ini besar dan fluktuatif, cocok untuk pemain yang mampu menahan naik turunnya.
Di sisi China, pendekatannya jauh lebih pragmatis. Karena kondisi eksternal, fokusnya pada optimisasi algoritma, bagaimana AIGC bisa diterapkan ke industri nyata, solusi pengganti untuk komputasi dan chip lokal, serta bagaimana AI bisa terintegrasi secara mendalam dengan rantai industri tradisional. Singkatnya, bagaimana teknologi benar-benar digunakan untuk menghasilkan nilai.
Jadi jika ingin berinvestasi di AI, logikanya harus dipisah: untuk mengambil manfaat dari gelombang keuntungan di AS, fokus ke perusahaan infrastruktur dan ekosistem model besar; sementara jika optimis terhadap pasar China, perhatikan aplikasi industri dan optimalisasi rantai pasok. Diversifikasi jalur pengembangan AI global justru memberi investor lebih banyak pilihan untuk menyebar risiko.
Kesimpulannya: pasar bullish AI ini masih di tengah jalan, besar kemungkinan tahun 2026 tetap menjadi tahun investasi besar-besaran dan percepatan penerapan aplikasi. Amerika melihat siapa yang punya kekuatan komputasi, China fokus pada kecepatan penerapan aplikasi, keduanya masih punya banyak peluang untuk dieksplorasi.