Transaksi kripto di Indonesia meningkat lebih dari 350% dalam satu tahun

robot
Pembuatan abstrak sedang berlangsung

Indonesia, salah satu negara yang paling adaptif terhadap kripto di dunia, telah mencapai tonggak sejarah baru dengan transaksi lebih dari 475 triliun rupiah Indonesia, atau $30 miliar.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti), regulator kripto negara ini, pasar kripto di Indonesia telah berkembang pesat, dengan transaksi hingga $30 miliar hingga Oktober 2024. Dalam perbandingan, transaksi pada periode yang sama tahun lalu hanya sebesar $6,5 miliar, atau peningkatan sebesar 352%.

Menurut laporan oleh Investor ID pada 28 November, jumlah transaksi ini melebihi dua tahun terakhir pada 2022 dan 2023, yang masing-masing mengakumulasi sekitar $19.4 miliar dan $6.5 miliar.

Namun, jumlah transaksi tahun ini masih di bawah target $54 miliar, atau sama dengan transaksi pada tahun 2021 ketika pasar cryptocurrency sedang dalam mode bullish.

Jumlah pedagang kripto juga meningkat menjadi 21 juta orang, dan sekitar 716.000 pedagang menggunakan pertukaran yang terdaftar secara lokal. Menjadikannya salah satu negara terbesar dengan pedagang kripto sejauh ini.

“Ini membuktikan bahwa perdagangan aset kripto adalah salah satu pilihan perdagangan yang diminati oleh masyarakat,” kata Kasan, kepala regulator kripto Bappebti.

Indonesia: pengadopsi kripto tercepat lainnya di Asia

Chainalysis Global Kripto Adoption Index menempatkan Indonesia sebagai salah satu pengadopsi kripto tercepat di dunia, bersama dengan India dan Nigeria di peringkat tertinggi. Prestasi ini juga membuat negara tetap berada di 20 besar negara dengan adopsi kripto tercepat setidaknya selama 3 tahun berturut-turut.

Otoritas Layanan Keuangan (OJK) juga meningkatkan upaya untuk mengatur sektor ini dengan aturan yang sama seperti instrumen keuangan lainnya, yang akan diawasi pada tanggal 12 Januari tahun depan.

Pengatur juga menyebutkan bahwa kripto favorit Indonesia didominasi oleh altcoin, yang meliputi Solana (SOL) dan Ethereum (ETH), serta stablecoin Tether (USDT), dan Bitcoin (BTC).

Generasi muda di Indonesia juga mendominasi industri kripto; 60% dari populasi muda adalah investor kripto berusia antara 18 dan 30 tahun.

OVER-15,54%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan