Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Launchpad
Jadi yang pertama untuk proyek token besar berikutnya
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Presiden Indonesia Peringatkan Kripto dalam Risiko Pencucian Uang
Hongji Feng
Terakhir diperbarui:
24 April 2024, 05:18 WIB | Bacaan 1 menit
Menurut laporan terbaru oleh Antara, Presiden Widodo menyoroti volume yang mengkhawatirkan dari aliran keuangan gelap selama pidatonya pada Peringatan 22 Tahun Gerakan Nasional untuk Pencegahan Pendanaan Anti Pencucian Uang dan Terorisme.
Indonesia Bergabung dengan Upaya Global di AML Melalui FATF
Indonesia mencapai posisi permanen di Financial Action Task Force (FATF), sebuah badan internasional yang memerangi pencucian uang dan pendanaan teror, menyusul persetujuan dari negara-negara anggota pada pertemuan di Paris pada 25 Oktober tahun lalu.
Tonggak sejarah ini menandai puncak dari upaya Indonesia sejak 29 Juni 2018, ketika pertama kali bergabung dengan FATF sebagai pengamat, terus bekerja untuk menjadi anggota ke-40 organisasi tersebut.
Widodo menyatakan harapannya bahwa keanggotaan penuh Indonesia dalam FATF akan memotivasi para pemangku kepentingan untuk mengintensifkan upaya mereka melawan pencucian uang.
Dia memandang keanggotaan sebagai hal yang penting untuk meningkatkan kredibilitas ekonomi Indonesia dan meningkatkan persepsi global tentang keuangannya, yang dia yakini selanjutnya akan menarik lebih banyak investasi.
Widodo mencatat bahwa keanggotaan FATF Indonesia akan memberikan dukungan dari 39 negara, yang dapat menawarkan kesaksian dan bukti ahli dalam upaya memerangi pencucian uang, termasuk kejahatan yang melibatkan kripto.
Pentingnya kewaspadaan di antara para pemangku kepentingan juga ditekankan, terutama karena pencucian uang semakin mengeksploitasi pasar crypto untuk mengaburkan aktivitas mereka.
Meningkatkan Kerangka Hukum untuk Memerangi Pencucian Uang
Sigid Suseno, pengamat hukum pidana dari Universitas Padjadjaran, menekankan pentingnya negara memanfaatkan keanggotaan FATF secara efektif untuk mengekang pencucian uang dan meminta pertanggungjawaban pelaku.
Suseno menyerukan peningkatan kolaborasi di antara lembaga penegak hukum untuk menanggapi metode pencucian uang yang berubah dengan cepat, menunjukkan bahwa kegiatan semacam itu sering mendahului kejahatan lain seperti penyalahgunaan narkoba dan terorisme.
Selain itu, Suseno menekankan urgensi penerapan RUU Perampasan Aset menjadi undang-undang yang dapat ditegakkan, sehingga penegak hukum dapat lebih efektif melacak dan menyita aset yang berasal dari kegiatan kriminal.
Ikuti kami di Google Berita