Gara-gara kegagalan eksperimen Web3 mereka, Aether Games resmi tutup permanen bulan lalu. Studio ini adalah brand besar pembuat game yang mencoba menggabungkan blockchain dengan kartu trading, tapi akhirnya tidak bisa mempertahankan visi mereka.



Yang menarik, mereka sebenarnya punya modal yang lumayan. Aether Games berhasil mengumpulkan lebih dari $10 juta pendanaan dan bahkan dapat lisensi eksklusif untuk IP The Wheel of Time. Dengan sumber daya segitu, harusnya bisa jalan lancar. Tapi realitasnya, ada masalah internal yang cukup serius—mulai dari kesalahan manajemen finansial, struktur organisasi yang bermasalah, dan kesulitan dalam menggabungkan mekanik blockchain dengan pengembangan game tradisional yang mereka kejar.

Cards of Eternity, permainan kartu berbasis blockchain yang mereka kembangkan, tidak berhasil mencapai traction yang diharapkan. Pada akhirnya, 15 Desember lalu mereka mengumumkan penutupan dan merilis post-mortem report yang cukup transparan tentang kegagalan mereka.

Kasus Aether Games ini jadi reminder penting buat industri game Web3. Ternyata punya uang banyak dan IP bagus saja tidak cukup kalau eksekusinya amburadul. Banyak studio game besar lainnya yang juga tertarik masuk Web3, tapi mereka perlu lihat pelajaran dari kegagalan ini. Kombinasi blockchain dengan game tradisional ternyata lebih kompleks dari yang dikira, dan butuh lebih dari sekadar enthusiasm untuk membuat model bisnis itu work.
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan