Baru sadar kalau kita sebenarnya belum benar-benar paham stablecoin. Semua orang cuma ngomong tentang supply yang udah tembus 300 miliar, tapi siapa yang sebenarnya pegang? Seberapa cepat uangnya bergerak? Buat apa sih sebenarnya?



Dune baru-baru ini rilis dataset stablecoin yang lumayan detail, dan hasilnya cukup eye-opening. Jadi ternyata supply landscape itu jauh lebih kompleks dari angka besar yang kita lihat di headline.

USDT masih dominan banget dengan 189 miliar lebih, tapi USDC sekarang udah ngejar dengan 77 miliar. Kalau lihat dari blockchain, Ethereum masih holding mayoritas pasokan, tapi Tron dan Solana juga punya peran signifikan. Yang menarik adalah bagaimana challenger stablecoin tumbuh drastis tahun lalu—USDS naik 376%, PYUSD naik 753%, bahkan RLUSD dari Ripple loncat 1800% dari level yang super rendah.

Tapi di sini terjadi sesuatu yang menarik: meskipun total supply terus bertambah, distribusinya malah semakin terkonsentrasi di beberapa pemain besar. USDT dan USDC punya holder base yang sangat luas dengan 136 juta dan 36 juta alamat unik, tapi stablecoin lain seperti USDS malah 90% terpusat di 10 dompet terbesar. Itu menunjukkan bahwa tidak semua stablecoin diciptakan sama.

Yang paling menarik adalah volume transaksi. Bulan lalu volume stablecoin mencapai 10 triliun dolar—dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Base chain sendirian handle 5.9 triliun meskipun supply-nya cuma 4.4 miliar. Ini bukan random—USDC bergerak paling cepat di layer 2, sementara USDT lebih dominan di Tron dan BNB untuk payment flows.

Kecepatan peredaran token itu indikator yang underrated banget. USDC di Base punya daily turnover 14 kali—artinya hampir seluruh supply beredar setiap dua jam. Sedangkan USDe dan USDS bergerak lebih lambat karena dirancang untuk yield farming, bukan circulation. Itu bukan bug, itu fitur.

Yang paling menarik untuk pasar emerging adalah infrastruktur local fiat stablecoin yang sedang dibangun. Mereka udah track 200 stablecoin dalam 20+ mata uang fiat—euro, real Brasil, yen, dan sekarang juga untuk pasar Africa dengan naira Nigeria, shilling Kenya, rand Afrika Selatan. Total supply non-dollar stablecoin masih cuma 1.2 miliar, tapi 59 token sudah live di enam benua. Ini menunjukkan kalau adoption stablecoin untuk pembayaran cross-border dan remittance mulai serius, terutama untuk pasar yang kurang terlayani oleh sistem finansial tradisional.

Data seperti ini jadi penting banget ketika institusi mulai masuk. Meta announce integrasi stablecoin di platform mereka, Payoneer enable stablecoin untuk 2 juta bisnis, dan bank mulai lirik teknologi ini. Mereka butuh lebih dari sekadar angka supply—mereka butuh understand flow, concentration risk, dan actual usage patterns.

Jadi next time ada yang bilang stablecoin supply 300 miliar, tanya balik—untuk apa sih uang itu bergerak? Di chain mana? Siapa yang pegang? Jawaban untuk pertanyaan itu jauh lebih menarik daripada angka supply itu sendiri.
USDC0,03%
ETH-2,99%
TRX0,72%
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan