Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 30+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Ada hal menarik terjadi di belakang layar regulasi stablecoin AS yang kayaknya belum banyak orang perhatikan. OCC baru saja mengeluarkan proposal peraturan berdasarkan Undang-Undang GENIUS, dan bagian tentang imbal hasil stablecoin ternyata sangat ambigu—bahkan kontroversial.
Jadi gini, proposal 376 halaman ini sebagian besar terlihat straightforward. Mereka bahas kontrol penitipan, persyaratan modal, dan hal-hal regulasi standar lainnya yang biasa untuk sektor stablecoin. Tapi bagian yang membahas bagaimana penerbit stablecoin dan mitra mereka bisa menawarkan pembayaran imbal hasil kepada pengguna? Itu yang jadi masalah.
Beberapa pihak yang memantau proses ini bilang proposal tersebut terlihat ambigu sekali. Ada yang mengatakan OCC sepertinya klaim wewenang untuk melarang pihak ketiga menawarkan imbal hasil dari holding stablecoin—melebihi wewenangnya. Tapi yang lain berpendapat proposal ini sesuai dengan bahasa hukum GENIUS, dan mereka tidak lihat masalah dengan larangan imbal hasil yang diberlakukan.
Proposal itu pada dasarnya menyatakan bahwa penerbit stablecoin pembayaran tidak boleh membayar pemegang stablecoin bentuk apa pun dari bunga atau imbal hasil—baik tunai, token, atau pertimbangan lain—yang terkait dengan kepemilikan atau retensi stablecoin. OCC juga mengakui bahwa penerbit mungkin coba membuat pembayaran bunga yang dilarang melalui kesepakatan dengan pihak ketiga.
Nah, di sini menjadi menarik. OCC akan menganggap pembayaran ini sebagai imbal hasil jika ada kontrak yang menyatakan demikian, dan pihak ketiga didefinisikan sebagai entitas yang membayar imbal hasil sebagai layanan. Perusahaan bisa menolak dan "membantah dugaan" jika punya bukti bahwa hubungan kontraktual mereka tidak memenuhi ketentuan ini.
Perusahaan seperti Coinbase dan Circle mungkin harus sesuaikan syarat hubungan mereka. Begitu juga PayPal dan Paxos, yang mengeluarkan PYUSD. Matthew Sigal dari VanEck bahkan bilang perusahaan seperti Coinbase harus buat perjanjian mereka terlihat lebih seperti program loyalitas daripada pembayaran bunga.
Ada satu bagian yang benar-benar membingungkan—definisi "afiliasi". Sebuah perusahaan bisa jadi penerbit atau afiliasi, di mana afiliasi mungkin tidak bisa menawarkan imbal hasil hanya karena holding. Tapi proposal tampaknya buat kategori ketiga berdasarkan saham kepemilikan. Jika penerbit punya saham 25% atau lebih dalam pihak ketiga, mereka tidak bisa menawarkan pembayaran imbal hasil. Itu buka celah untuk pihak ketiga tanpa masalah kepemilikan semacam itu.
Yang membuat semuanya lebih rumit lagi, imbal hasil stablecoin juga jadi salah satu isu yang hambat kemajuan undang-undang struktur pasar yang ditunggu-tunggu industri kripto. Ada yang bilang proposal OCC ini mungkin berarti Kongres tidak perlu bahas imbal hasil dalam undang-undang struktur pasar sama sekali. Tapi yang lain bilang tidak ada kemungkinan Kongres akan lewati bagian ini.
RUU struktur pasar sendiri masih terjebak di beberapa isu lain—ketentuan etika tentang aktivitas kripto Presiden Trump dan keluarganya, plus aturan anti-pencucian uang dan know-your-customer. Tapi kalau RUU struktur pasar benar-benar jadi undang-undang, itu bakal ubah cara stablecoin beroperasi di AS.
Akibatnya, besar kemungkinan bagian dari proposal OCC ini tidak akan diimplementasikan sebagaimana adanya. Jika RUU struktur pasar jadi undang-undang sebelum OCC selesaikan peraturannya, regulator harus keluarkan usulan sementara buat tetap patuh. Kalau tidak, akan ada proses pembuatan peraturan terpisah yang menyusul nanti.
Jadi intinya, regulasi stablecoin di AS masih dalam fase yang sangat dinamis. Ambiguitas dalam proposal OCC ini menunjukkan bahwa bahkan regulator sendiri masih cari cara terbaik untuk mengatur sektor ini tanpa menghambat inovasi. Ini definitely worth ditonton kalau kamu terlibat di dunia stablecoin atau DeFi yield farming.