Baru saja perhatikan sesuatu yang menarik dari analisis teknikal Bitcoin. Pola lantai lengkung yang muncul sekarang mirip banget dengan formasi yang terbentuk di 2023, tepat sebelum rally 130% terjadi di tahun lalu. Tapi yang bikin beda, kondisi pasar saat ini jauh lebih kompleks dibanding dulu.



Jadi ini yang sedang terjadi: Bitcoin udah nyasar di zona risiko tinggi ekstrem selama 25 hari berturut-turut—rekor terpanjang sejak pencatatan dimulai. Secara historis, pola lantai lengkung seperti ini biasanya mendahului kapitulasi pasar sebelum fase bullish yang kuat dimulai. Teori ini didukung oleh data on-chain yang menunjukkan interaksi harga BTC dengan supply yang dipegang berbagai kelompok investor.

Namun di sini masalahnya: posisi trader sekarang tidak sejajar dengan potensi kenaikan yang cepat. Permintaan 30 hari terakhir berfluktuasi antara positif dan negatif. Tekanan jual mereda, tapi belum ada pembelian konsisten yang menggantikannya. Jadi pola lantai lengkung yang muncul ini mungkin hanya konsolidasi panjang, bukan sinyal bottom yang sesungguhnya.

Dinamika ETF juga menambah kekhawatiran. ETF emas justru melampaui aliran masuk ETF Bitcoin spot dalam 90 hari terakhir. Dana Bitcoin malah catat aliran negatif. Artinya, investor masih risk-averse dan lebih memilih aset tradisional dibanding kripto.

Tambah lagi faktor makro. PCE keseluruhan masih sekitar 2.9% year-over-year, dengan inti di 3.0%. Ini berarti likuiditas masih terbatas, dan ekspansi yang didorong oleh pelonggaran moneter tidak akan terjadi secepatnya. Jadi pola lantai lengkung yang biasanya diikuti rally kuat mungkin kali ini berbeda.

Proyeksi jangka pendek menunjukkan Bitcoin bisa mencoba dorong ke zona 70,000-80,000 dollar. Harga current di 77,890 dollar sudah dalam range itu. Tapi beberapa analis berpengalaman memperingatkan bahwa pergerakan semacam itu bisa menghadapi tekanan jual kembali dalam lingkungan likuiditas yang masih bearish.

Yang perlu diperhatikan: pola lantai lengkung memang indikator penting, tapi kali ini harus diverifikasi dengan sinyal demand eksternal seperti aliran ETF dan kondisi likuiditas makro. Kalau dua faktor ini tidak align, rally yang muncul dari pola ini bisa jadi hanya volatile dan shallow.

Monitor terus level support di 45,000 sebagai checkpoint kritis. Kalau tembus, floor historis di 30,000 dan 16,000 bisa menjadi target downside. Sebaliknya, kalau pola lantai lengkung ini benar-benar membentuk bottom, maka pergerakan naik mungkin berlangsung lebih lambat tapi lebih sustainable dibanding siklus sebelumnya.

Secara keseluruhan, pola lantai lengkung adalah data point penting, tapi bukan jaminan. Pasar sekarang lebih nuanced—isyarat on-chain perlu dikonfirmasi oleh kondisi makro dan sentiment risiko yang lebih luas. Kalau likuiditas tidak meluas dan inflasi tetap tinggi, bahkan pola bullish sekalipun bisa bergerak dengan momentum yang terbatas.
BTC-1,6%
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan