Dasar
Spot
Perdagangkan kripto dengan bebas
Perdagangan Margin
Perbesar keuntungan Anda dengan leverage
Konversi & Investasi Otomatis
0 Fees
Perdagangkan dalam ukuran berapa pun tanpa biaya dan tanpa slippage
ETF
Dapatkan eksposur ke posisi leverage dengan mudah
Perdagangan Pre-Market
Perdagangkan token baru sebelum listing
Futures
Akses ribuan kontrak perpetual
TradFi
Emas
Satu platform aset tradisional global
Opsi
Hot
Perdagangkan Opsi Vanilla ala Eropa
Akun Terpadu
Memaksimalkan efisiensi modal Anda
Perdagangan Demo
Pengantar tentang Perdagangan Futures
Bersiap untuk perdagangan futures Anda
Acara Futures
Gabung acara & dapatkan hadiah
Perdagangan Demo
Gunakan dana virtual untuk merasakan perdagangan bebas risiko
Peluncuran
CandyDrop
Koleksi permen untuk mendapatkan airdrop
Launchpool
Staking cepat, dapatkan token baru yang potensial
HODLer Airdrop
Pegang GT dan dapatkan airdrop besar secara gratis
Pre-IPOs
Buka akses penuh ke IPO saham global
Poin Alpha
Perdagangkan aset on-chain, raih airdrop
Poin Futures
Dapatkan poin futures dan klaim hadiah airdrop
Investasi
Simple Earn
Dapatkan bunga dengan token yang menganggur
Investasi Otomatis
Investasi otomatis secara teratur
Investasi Ganda
Keuntungan dari volatilitas pasar
Soft Staking
Dapatkan hadiah dengan staking fleksibel
Pinjaman Kripto
0 Fees
Menjaminkan satu kripto untuk meminjam kripto lainnya
Pusat Peminjaman
Hub Peminjaman Terpadu
Promosi
AI
Gate AI
Partner AI serbaguna untuk Anda
Gate AI Bot
Gunakan Gate AI langsung di aplikasi sosial Anda
GateClaw
Gate Blue Lobster, langsung pakai
Gate for AI Agent
Infrastruktur AI, Gate MCP, Skills, dan CLI
Gate Skills Hub
10RB+ Skills
Dari kantor hingga trading, satu platform keterampilan membuat AI jadi lebih mudah digunakan
GateRouter
Pilih secara cerdas dari 30+ model AI, dengan 0% biaya tambahan
Akhir-akhir ini perhatian saya tertarik pada satu pernyataan yang cukup kontroversial. Founder OpenAI—yang seharusnya jadi idola industri crypto—justru menyarankan anak muda untuk jangan buang waktu di cryptocurrency. Pernyataan ini memicu komunitas crypto untuk buat meme, tapi kalau dipikirkan lebih dalam, ada sesuatu yang lebih serius terjadi di balik candaan itu.
Perhatian pasar memang bergeser drastis. Kalau kita lihat kurva permintaan terhadap talent dan modal di industri crypto versus AI, tren sudah sangat jelas—demand untuk crypto talent turun, sementara AI terus naik. Beberapa OG crypto mulai migrasi. Shen Yu, salah satu figure penting di komunitas mining Bitcoin awal, sekarang lebih sering ngomong tentang OpenAI dibanding crypto. Anthony Rose dari zkSync keluar setelah 4 tahun dan pindah ke AI. Kyle Samani dari Multicoin Capital—yang terkenal karena early bet di Solana—juga announce keluar dari crypto dan fokus ke AI, robotika, dan bidang lain. Yang bikin sakit adalah dia bilang crypto "tidak semenarik yang orang bayangkan".
Tapi yang paling telling adalah keputusan Paradigm. VC crypto paling pure ini sedang raise dana khusus untuk AI dan robotika, scale-nya sampai 1,5 miliar dollar. Paradigm itu bukan sembarang VC—mereka yang back Uniswap, Lido, Optimism, dYdX. Kalau mereka rasa crypto masih punya runway panjang, mereka nggak perlu buat dana terpisah untuk AI. Tapi fakta adalah: deal pendanaan di crypto turun drastis dari 1.639 di 2022 jadi 829 di 2025. Proyek-proyek berkualitas yang bisa absorb skala investasi miliaran jadi langka. Narasi infrastruktur sudah terlalu crowded.
Di sisi lain, kalau kita lihat behavioral shift komunitas crypto sendiri—mereka mulai obsessed dengan AI. Research crypto mulai share tutorial setup OpenAI, workflow pribadi, bahkan ada yang buka side business untuk teach beginners. Ada meetup offline yang disebut "Web4 China Tour" yang didorong oleh OG Kong Jianping, berlangsung Februari-Maret kemarin, 5 kota di China, topik utama OpenAI dan Agent—hampir nggak ada yang soal crypto. Ini bukan sekadar chasing trend lagi, ini genuine attention shift.
Kenapa crypto players begitu excited dengan AI? Karena crypto adalah industri dengan konsentrasi tertinggi "super individuals"—developer independen, trader, content creator yang naturally pursuit tool efficiency. Ketika AI bisa significantly multiply personal productivity, mereka yang first adopt. Plus, core culture crypto memang punya strong geek spirit dan worship terhadap teknologi. Blockchain dulu terasa revolusioner, tapi AI sekarang terasa lebih revolutionary.
Tapi realistically, ini juga karena crypto market sedang jeda. AI terus create "hal baru", sementara crypto reorganize narasi lama. Tanpa original innovation dan tanpa significant wealth effect, ecosystem crypto cuma bertahan dari dampak eksternal prediction market dan RWA.
Jadi balik ke statement founder OpenAI—kontroversial tapi faktual. Smartest people sedang reallocate waktu mereka. Kita sedang di periode di mana wealth creation rate turun tapi technology productivity meledak. Kurva permintaan market sudah bergeser. Crypto alpha menyusut, growth curve flatten. Meanwhile AI terus shorten problem-solving time, bisa solve dalam minutes apa yang dulu butuh banyak waktu.
Maybe di masa depan, yang bener-bener differentiate orang adalah taste, judgment, dan personal meaning-making—bukan pure efficiency pursuit. Tapi untuk sekarang, tren sudah clear: talented people, money, attention—semuanya bergerak ke AI. Itu bukan opini, itu observable fact dari action mereka sendiri.