Inilah yang akhir-akhir ini saya pikirkan: jika menghitung dengan benar semua investasi modal yang dibutuhkan umat manusia untuk beralih ke energi terbarukan, robotika, eksplorasi luar angkasa, dan seluruh infrastruktur masa depan, jumlahnya sekitar 100–200 triliun dolar. Ini lima belas kali lebih besar dari semua aset yang dikelola oleh sepuluh bank terbesar di dunia bersama-sama.



Mengapa ini penting untuk DeFi? Karena uang ini harus berasal dari suatu tempat. Dan di sinilah DeFi bisa memainkan peran yang sama sekali berbeda dari sekarang. Saat ini protokol seperti Aave cukup baik dalam mendistribusikan modal dari sisi penawaran — likuiditas dengan mudah mengalir ke tempat dengan hasil yang lebih tinggi. Tapi lonjakan nyata akan terjadi ketika kita belajar membiayai infrastruktur nyata melalui blockchain.

Mari kita bahas berdasarkan kategori. Energi surya saja akan membutuhkan 15–30 triliun untuk investasi modal. Ini pasar yang sangat besar, yang akan menggantikan bahan bakar fosil pada tahun 2050. Secara paralel, perlombaan kekuatan komputasi sedang berlangsung — pusat GPU dan pusat data akan membutuhkan 15–35 triliun tergantung seberapa cepat AI diadopsi. McKinsey memperkirakan bahwa hanya sampai tahun 2030, diperlukan investasi sebesar 6,7 triliun.

Robotisasi adalah cerita yang berbeda. Otomatisasi pekerjaan fisik akan menjadi ciri utama dekade-dekade mendatang. Pada tahun 2050, robot mungkin membutuhkan 8–35 triliun. Elektrifikasi transportasi (mobil, kereta, pesawat, jaringan pengisian daya) akan membutuhkan lagi 10–25 triliun. Tambahkan infrastruktur luar angkasa — konstelasi satelit, sistem peluncuran, node logistik orbit — ini bisa mencapai 2–6 triliun dalam skenario konservatif, tetapi jika biaya peluncuran turun 10–50 kali, angka ini bisa meningkat hingga 50 triliun.

Ada juga desalinasi air, penambangan logam langka, penangkapan karbon, energi nuklir. Setiap sektor adalah triliunan.

Sekarang pertanyaan utama: bagaimana DeFi bisa membiayai ini? Saya melihat dua jalur utama. Pertama — stablecoin yang menguntungkan. Ethena menunjukkan bagaimana ini bekerja: mendistribusikan hasil off-chain kepada pengguna on-chain. Aave menjadi mesin siklikal: jika hasil dari aset infrastruktur lebih tinggi dari biaya modal (sekitar 4–5%), bisa meminjam likuiditas dengan jaminan stablecoin ini dan menginvestasikan kembali. Hasil tahunan bisa mencapai 10–15%.

Jalur kedua — marjinasi langsung melalui infrastruktur yang ditokenisasi. Pendapatan tetap off-chain, tetapi melalui jaminan dan permintaan pinjaman, menghasilkan hasil bagi deposan. Jalur ini lebih cocok untuk aset dengan volatilitas tinggi.

Mengenai pendapatan itu sendiri: energi surya memberikan 10% internal rate of return, baterai — 12%, pusat data — 13%, luar angkasa — sekitar 18%. Semakin tinggi risiko teknologi, semakin tinggi potensi hasilnya. Dan ya, ada hambatan — kadang bahkan kesalahan 529 saat mencoba mengakses platform bisa menakut-nakuti pemula, tetapi ini bisa diatasi seiring perkembangan infrastruktur.

Saya rasa, strategi yang tepat untuk Aave adalah memulai dari aset berisiko rendah (seperti energi surya), lalu secara bertahap memperluas ke aset yang lebih berisiko dengan sistem manajemen risiko. Sebagian besar tokenisasi RWA saat ini terkonsentrasi pada surat utang treasury dan dana pasar uang — aset yang sudah memiliki likuiditas mendalam. Tapi peluang nyata ada pada pembiayaan infrastruktur masa depan, bukan masa lalu.

Jika mengintegrasikan Aave ke perusahaan fintech dan bank tradisional, kita bisa mempercepat transisi menuju dunia kelimpahan selama 10–15 tahun. Ini bisa menjadi pasar triliunan dolar untuk Aave dan mitranya.
AAVE-0,55%
ENA-3,67%
RWA-2%
Lihat Asli
Halaman ini mungkin berisi konten pihak ketiga, yang disediakan untuk tujuan informasi saja (bukan pernyataan/jaminan) dan tidak boleh dianggap sebagai dukungan terhadap pandangannya oleh Gate, atau sebagai nasihat keuangan atau profesional. Lihat Penafian untuk detailnya.
  • Hadiah
  • Komentar
  • Posting ulang
  • Bagikan
Komentar
Tambahkan komentar
Tambahkan komentar
Tidak ada komentar
  • Sematkan